
"Tapi kenapa kamu meninggalkan ku ditengah hutan?" Kataku masih tidak percaya jika orang yang menolongku di hutan kemarin adalah Cesper
"Aku tidak pernah meninggalkanmu, aku terus berada disampingmu sampai salah satu panitia muncul, aku yang saat itu sedang menyamar tidak bisa melakukan banyak hal" Jelas Cesper
"Terus saat pertemuan kedua kita kenapa kamu diam saja?"
"Karena lebih seru saja" Lagi-lagi aku mencubit perut Cesper
"Aww! cubitanmu makin hari makin sakit" Kata Cesper sambil mengusap-usap perut bidangnya
"Karena aku sangat menyukai ekspresi dan semua salah tingkah yang kamu tunjukan didepanku, hal itu membuatku ketagihan untuk terus menggodamu" Kalimat Cesper membuatku merona
"Sama seperti sekarang, kamu merona lagi" Goda Cesper, aku kembali menyerang dengan cubitan mautku tapi kali ini Ia menghindar dan mengunci tanganku
"Sudah lupa apa hukuman jika mencubitku?" Kata Cesper dengan wajah yang makin mendekat, jantungku kembali berdebar
"Jangan, ini tempat umum" Kataku dengan wajah yang terasa panas, Cesper berhenti sejenak dan tersenyum nakal.
Bukannya menjauhi mukanya ia malah makin mendekat dan aku pun memejamkan mataku siap menerima hukumannya tapi kali ini bukan bibir tapi dikeningku
"Karena aku menahannya Joline, masih ingat malam itu dimana kita makan dimsum? Setelah aku bergerak sedikit lebih agresif kamu menghindariku berbulan-bulan" Jelas Cesper dengan nada kesal
"Setelah kejadian itu aku menjadi sangat berhati-hati karena takut kamu akan menghindariku lagi padahal aku sangat ingin memeluk dan menciummu seperti sekarang" Lanjut Cesper membuatku terharu dan aku pun memberi ia kecupan kilat dibibir
"Hadiah dariku karena sudah bekerja dengan keras"
"Apa kamu sengaja menguji kesabaranku?" Cesper menatapku dengan alis diangkat sebelah, aku pun tertawa melihat tingkahnya.
"Karena aku sudah menjawab pertanyaanmu, sekarang giliran aku yang bertanya" Kata Cesper
"Apa hubunganmu dengan Ben?" Suara Cesper tiba-tiba berubah menjadi rendah dan aku bisa merasakan aura intimidasinya
"Tidak ada yang spesial, bagusnya dimulai dari mana ya ceritanya" Aku pun mulai menceritakan bagaimana aku bertemu sama Ben, mulai dari pertemuan di club malam hingga kejadian di malam tahun baru
__ADS_1
"Intinya hanya kebetulan" akhirku dengan mengangkat kedua bahuku
Cesper terdiam cukup lama, aku tidak tau apa yang ia pikirkan tapi bisa dilihat ia sedang mencerna dan menganalisa setiap detail kejadian yang ku ceritakan. Jika dipikir-pikir hubungan Cesper dan Ben juga tidak terlalu baik.
"Sebaiknya kamu jangan dekat-dekat dengan dia" Aku memiringkan kepala karena tidak paham apa yang membuatnya Cesper menyimpulkan pemikiran seperti itu
"Ben itu jelas punya niat lain mendekatimu, semua yang kamu anggap kebetulan itu bisa jadi hanya kebetulan yang ia ciptakan tanpa kamu sadari" Aku memutarkan kedua bola mataku
"Bukankah itu sama denganmu? Menciptakan kebetulan palsu, kalian bisa jadi rekan kerja yang sempurna jika dalam satu tim" Kataku sarkasme
"Tenang saja, aku yakin itu memang kebetulan. Tidak ada yang menarik dariku, hanya kamu saja yang terlalu berlebihan" Kata ku jujur dan kemudian Cesper memegang kedua pipiku
"Tidak, kamu itu sangat menarik, kamu tidak tau seberapa keras aku menahan diri untuk tidak mematahkan tangan Ben yang melingkar di pinggangmu? Jadi tolong diingat bahwa kamu itu sangat berharga" Kata Cesper membuat jantungku berdebar,
"Terima kasih" Kataku tulus
Ngomong soal Ben aku jadi ingat jasnya yang belum sempat ku balikan, aku terlalu sibuk ini dan itu sampai melupakan jas yang dipinjamnya. Oh ya, kartu nama yang Ben berikan sepertinya masih di dompetku, Saat aku ingin mengambil dompet, aku memegang sesuatu yang asing di kantong kananku. Sebulah amplop ukuran A5 yang bahkan aku tidak tau sejak kapan Ia disana. Aku mengeceknya dengan seksama.
"Aku menemukan ini di kantong jaketku"
Di amplopnya tertulis
Mohon berikan ini pada Cesper
Sepertinya dari Pak Chronicles, apa ia diam-diam memasukin amplop ini karena aku menolak membantunya bujuk Cesper? Padahal kalau cuma bantuan segini aku tidak masalah.
"Sepertinya untukmu" Jawabku
"Untuk ku? Terus kenapa bisa ada dikantongmu?" Tanya Cesper
"Sepertinya Pak Chronicles diam-diam memasukannya kedalam jaketku"
"Tua bangka itu sungguh banyak akal, sini ku robek saja" Aku langsung sigap menahan tangan Cesper
__ADS_1
"Eh jangan! Setidaknya buka dulu!" Kataku
"Tidak perlu, aku tidak ingin menerima apapun darinya"
"Jangan!" Aku langsung merampas amplop itu dari Cesper
"Setidaknya lihat dulu isinya" Bujukku dan Cesper mengehelas nafas
Akhirnya Cesper membuka amplopnya dan ternyata isinya adalah foto Ibunya dan sebuah surat, hatiku langsung panik karena aku tidak sangka Pak Chronicles akan mengirimkan foto Ibu Cesper. Aku memperhatikan ekspresi Cesper karena khawatir Ia akan menjadi sedih karena teringat Ibunya tapi diluar dugaan Cesper memberi ekspresi biasa saja bahkan bisa dibilang terlalu datar
"Kamu yakin ini untuk ku?" Tanya Cesper dengan alis terangkat sebelah, reaksinya tidak seperti yang aku kira
"Siapa wanita di foto ini?" Pertanyaan Cesper membuatku menahan nafas, Aku terdiam cukup lama karena tidak sanggup menjawab.
Jadi Cesper bahkan belum pernah tau wajah Ibunya? aku yakin jawaban dari pertanyaan Cesper ada di surat yang dipegangnya. Kemudian aku memeluk Cesper beberapa detik dan meminta Ia baca suratnya, Cesper terlihat semakin bingung tapi Ia menuruti instruksiku untuk membaca surat itu. Aku memperhatikan setiap perubahan ekspresi Cesper saat membaca surat itu.
Benar saja setelah selesai membaca surat itu Ia kembali melihat foto Ibunya, tangannya terlihat sedikit gemetar dan tidak lama kemudian mata Cesper terlihat berkaca-kaca. Cesper memejamkan matanya
"Cesper" Panggilku pelan sambil menggenggam tangannya, aku tidak tau apa isi suratnya tapi yang jelas Cesper terlihat sangat shock dan sedih
"Maaf Joline, sepertinya kita harus balik" Kata Cesper setelah sedikit lebih tenang
"Kemana?"
"Kerumah tua bangka itu, ada yang harus ku tanyakan"
Aku mengangguk dan kami pun balik ke mobil dan melaju menuju kediaman Pak Chronicles
--------------------
Halo Semua, jangan lupa tinggalkan jempol dan komen ya
Biar saya makin semangat buat update
__ADS_1