
...Sekitar jam 10 malam...
Rena diantar oleh Kakak Anthony yang kedua, yang usia nya tidak jauh dari Anthony yaitu 27 tahun.
Ketiga kakak beradik yang memiliki paras menawan itu hanya memiliki sedikit sekali selisih umur diantara ketiga nya, 25,27,30.
Di sepanjang mobil karena kakak Anthony baik yang ke satu ataupun kedua memiliki sikap yang dingin hampir setengah perjalanan mereka tidak bicara sedikit pun, rena pun bingung harus apa.
"Jangan bocor ke siapa pun mengenai rahasia keluarga kami, " Ucap dingin kaka nya Anthony.
"Kalau, itu tenang saja, saya bisa diandalkan, " Ucap Rena sambil melihat ke arah Kakak Anthony dengan senyum yang lebar.
Sementara kaka nya Anthony hanya diam dan fokus menyetir.
"Wah!! ini sih lebih parah dari pada bos, enggak deh bos lebih parah kalau dia seperti nya tidak toxic," Ucap Rena dalam hati.
Suasana yang sepi membuat Rena agak kikuk sehingga ia mengambil handphone nya di dalam tas nya.
Saat ia sudah menyalahkan handphone nya dan data internet ke-bukalah pesan dari Dito.
__ADS_1
...Besok kerja dipercepat! Jam 6:30...
Rena terkejut dan sontak berkata "Ha!" karena pengumuman yang mendadak ini membuat nya kaget.
Karena suara Rena agak berlebihan otomatis kaka Anthony akan penasaran dan bertanya.
"Kamu kenapa?, " Tanya dia. .
Rena melihat wajah kakak Anthony dan menggelengkan kepala nya, untuk mengatakan (tidak ada masalah). Rena pun kembali fokus dengan teks yang dikirim oleh Dito dan membalas nya walaupun ia kesal karena bos nya mengubah jadwal sesuka nya, namun Rena tidak bisa melakukan apapun .
...Siap bos☺☺☺(Rena membalas beserta emoticon nya)....
Rena yang melihat pesan nya sudah di baca oleh Dito pun menutup handphone nya.
"Kesel mencari kesenangan main handphone di tengah situasi yang serba bingung ini, malah ketemu pesan dari bos, jadi gak mood lagi main handphone, " Ucap Rena dalam hati seketika mood nya yang sudah terangkat kembali down.
"Semangat Rena, harus semangat gak boleh mengeluh apapun yang terjadi," Ucap Rena dalam hati menguatkan dirinya.
Rena yang awal nya memasang wajah lesu nya kembali dengan senyum seakan kekuatan nya kembali.
__ADS_1
Memang metode self talk selalu berhasil kepada Rena.
"Kamu masih ingat siapa nama ku?, " Ucap Kakak nya Anthony.
"Masih!, " Rena dengan semangat nya menjawab.
"Leo kan?," Ucap Rena.
"Ternyata benar, orang cantik bod*h-bod*h, apakah kamu mendapatkan posisi mu dengan wajah saja tidak dengan otak mu, seperti nya memori mu jelek sekali!, " Ucapan nyelekit Theo, dengan wajah yang serius menghadap ke arah depan.
"Wah, berani nya dia!tenang Rena sudah biasakan menghadapi orang seperti ini, " Ucap Rena dalam hati.
"Tapi sayang nya praduga anda salah, tadi memang agak tidak kedengaran saat tante rose menyebutkan nama anda, tapi kalau ngomongin otak saya lulus dari universitas ternama loh di kota ini ipk saya juga 3.95,besar bukan cumlaude loh saya dan saya meraih gelar tersebut bukan karena kecantikan saya ya,soal nya dosen pembimbing saya perempuan masa strawberry suka sama strawberry, " Ucap Rena.
"Tuhan kan memberikan setiap orang kelebihan dan kekurangan, kekurangan saya adalah tidak mendengar nama anda dengan jelas, tapi kelebihan saya banyak, cantik seperti anda bilang, kalau saya bodoh saya tidak mungkin cumlaude, jadi katakan saja saya pintar, " Ucap Rena sambil tersenyum puas.
"Haha,lucu juga ya kamu,"Theo tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Rena.
....... Selamat Membaca........
__ADS_1