CEO Yang Posesif Menerkam Ku

CEO Yang Posesif Menerkam Ku
Mulai


__ADS_3

23:00 malam


Baru dua hari Rena masuk benar-benar membuat kejutan di hidup Dito, mulai dari dia yang berani mengeritik Dito, menyindir, perhatian, tidak bisa dipungkiri wajah nya yang cantik cukup membuat bayangan wajah nya muncul di pikiran Dito.


Yang sebelum nya belum ada yang bisa sama sekali masuk ke dalam pikiran Dito kini Rena memecahkan Rekor dengan banyak nya hal yang dia lakukan.


Dito yang sulit tertidur karena ia ingat darah yang begitu banyak keluar dari pekerja nya yang bunuh diri.


Memfokuskan diri dengan pekerja nya namun ketika ia sedang mengetik tiba-tiba ada sensasi hangat di belakang punggung nya dan ia melihat bayangan Rena yang tersenyum dan mengelus punggung Dito.


Dito mengucek mata nya dan sekarang ia bisa lihat jelas bahwa hanya ilusi yang ada di depan nya.


"Aku memang mengakui tangan nya sangat hangat tapi bukan berati harus seperti ini!! kenapa aku harus terus memikirkan nya," Ucap Dito dalam hati ia seperti nya tidak menerima kenyataan bahwa Rena yang baru datang bisa masuk ke dalam pikiran nya dan menghantui nya seperti ini.


Untuk menenangkan diri nya Dito mulai memejamkan wajah nya dan bersandar ke kasur, ia tertidur sejenak namun mimpi yang masuk malah menganggu nya.


"Dito, kamu juga manusia perlu pendamping jangan berkata terlalu kasar kepada wanita nanti tidak ada yang bisa bersama mu," Ucap papah Dito.


..."Bos, saya adalah warna terang yang akan menerangi bos,"...


Rena !!! jelas sekali Dito melihat Rena!!!dalam mimpi nya bahkan Rena dengan berani nya mengedipkan mata nya.


Dito tersadar dan langsung mencuci muka nya....sayang nya setelah sadar ia bahkan tidak bisa tidur sampai pagi...


Jam 8 pagi


Rena yang datang ke kantor Dito kaget melihat Dito tertidur ketika ia ingin membangunkan nya namun ia melihat di bawah mata Dito yang hitam (seperti mata panda) ia pun tak jadi mengusik bos nya yang sedang tertidur.

__ADS_1


Namun wartawan di luar yang sudah niat sekali mengkonfirmasi terpaksa harus Rena yang menangani.


Namun sekali lagi Rena memang belum bisa memberikan jawaban yang pasti karena masih dalam penyelidikan.


"Sekali lagi perusahaan kami belum bisa, memastikan apapun karena masih di selidik oleh polisi," Ucap Rena berkata dengan sopan dan terlihat tenang.


Namun ada satu wartawan yang memprovokasi, dengan mengajukan pertanyaan yang memancing keterlibatan perusahaan (kasus) dalam hal ini.


"Apakah pekerja itu melakukan bunuh diri karena jadwal yang sangat ketat saat bekerja untuk menyelesaikan gedung yang sedang di bangun?, "


Rena masih terlihat tenang walaupun diprovokasi oleh salah satu wartawan oknum.


"Saya akan bertanya kembali," ucap Rena.


"Apakah ini masih jaman penjajahan?, "


"Karena itu jam kerja kami tentu bukan menjadi maslah karena kami menerapkan jam yang standar pada umumnya jika mengenai jam yang ditekan kan atau harus kerja lebih, bukan kah orang tersebut punya hak untuk keluar kerja, dan kami pun tidak punya cambuk dimana setiap ada yang keluar kami akan cambuk, tapi memang setiap kariawan yang keluar menjadi evaluasi bagi kami dari posisi apapun karena kita tahu kepuasan kerja sangat berpengaruh akan kinerja kariawan, itu saja jawaban dari saya,"Ucap Rena.


Pertanyaan dari kariwan yang sama...


"Perusahaan ini di pimpin oleh pemimpin yang agak tempramen menurut artikel apakah bisa disebabkan hal itu?," Tanya wartawan X.


"Tentu yang akan bunuh diri adalah pemimpin proyek kalau memang alasan nya adalah tempramen dari pemimpin perusahaan kami, karena tentu saja pemimpin kami berkoordinasi dengan atasan nya yang ibarat nya adalah kepala dari proyek dan untuk apa memarahi bagian tubuh nya kalau bisa memarahi kepalanya," Ucap Rena.


"Sekali lagi saya akan berkata masing-masing dari kita membawa dua dunia di dalam diri kita saat bekerja dunia pekerjaan dan dunia di luar pekerja, kedua nya sangat berimbas bagi diri kita dengan pekerjaan kita, misal nya saat kita merasa di titik terpuruk saat baru kehilangan orang tercinta dan harus kerja, kita pun mendadak menjadi turun semangat nya saat bekerja jadi dengan kata lain bukan hanya faktor dari perusahaan yang kurang mungkin memang ada masalah di dunia luar pekerjaan," Ucap Rena.


"Kenapa sekretaris nya saja yang datang memberikan penjelasan apakah, pemimpin perusahaan yang saat itu juga melihat kejadian bunuh diri tersebut tidak mau tahu,menahu dengan kasus ini mengingat yang meninggal adalah rakyat kecil?, " tanya wartawan tersebut.

__ADS_1


Wartawan yang lain karena topik yang di bawa oleh wartawan oknum ini menarik malah mendesak Rena untuk menjawab.


Namun semua wartawan hening karena Dito tiba-tiba datang dan berada di sebelah Rena.


"Tentu saya perduli dengan kejadian yang menimpa karyawan saya, ada nya saya atau tidak di kamera anda, tidak memungkiri saya tetap ada di belakang untuk membantu dalam kasus ini " Ucap Dito yang datang dengan tangan di saku nya mengucapakan dengan tenang.


"Kasus ini masih di tangani dan ketika ada keterangan dari polisi tentu nya kita akan mengabarkan media dan meluruskan maslah ini, "


Ucap Dito.


"Ada pertanyaan lagi?, " Ucap Dito.


Seperti nya para wartawan yang hadir masih belum puas dan menanyakan pertanyaan tentang teknis (misal nya perawatan dan kompensasi ataupun kebijakan dari perusahaan).


Dan wartawan yang memprovokasi nampak nya mulai merasa dia menjadi sorotan penjaga nya Dito dan mulai mundur perlahan dari kerumunan wartawan.


Namun tidak semudah itu ternyata Dito sudah menyiapkan penjaga nya untuk menjaga di luar gedung dan menangkap si pembawa onar.


Tentu nya meskipun semua yang berkaitan teknisi sudah di jawab wartawan tentu masih haus akan berita namun sesi press conference sudah berakhir dengan sebagian terpuaskan sebagian tidak dengan jawaban Dito.


Kembali di ruangan Dito.....


.......Selamat membaca......


Sketsa


__ADS_1


__ADS_2