CEO Yang Posesif Menerkam Ku

CEO Yang Posesif Menerkam Ku
Kenapa segala ada !!!


__ADS_3

Ketika membelikan coffee late milik bos nya, Rena terkejut dengan orang yang ada di sebelah nya.


"Mbak, tambah satu minuman lagi," Ucap Hans.


"Kamu suka kopi?, " Tanya pria tampan berambut hitam yanng ada di sebelah nya dia pria tampan yang memiliki wajah Chinese (seperti nya memang ada keturunan etnis china) .


"Enggak," Ucap Rena menggelengkan kapala nya namun ia terlihat sekali sangat kaku saat pembicaraan mereka pasalnya memang mereka tidak saling kenal.


"Kalau begitu teh mawar mau?, "Tanya seseorang di sebelah nya.


"Enggak, makasih, " Ucap Rena.


"Tolong jangan menolak nya ya, ini sebagai bentuk terimakasih karena kamu mau berbicara mewakili perusahaan tadi pagi, " Ucap Hans.


"Kalau itu memang sebuah kewajiban," Ucap Rena.


"Maaf," ucap mbak kasir yang menyela percakapan mereka karena transaksi nya tergantung begitu saja.


"Biar aku yang bayar," Ucap Hans.


"Enggak... usah, " Ucap Rena.


Sebenarnya Hans tahu bahwa bos nya nya yang pasti memesankan minuman coffee late karena setiap sekretaris dari Dito antara di perintah membuatkan kopi di kantor atau tidak dia harus beli ke coffe shop di depan perusahaan.


Sebenarnya Hans ingin menambahkan satu minuman lagi untuk Rena namun karena Rena menolak ia terpaksa harus menerima itu dan sebagai ganti nya ia ingin membayar minuman yang di beli untuk Dito.


Hans memberikan barcode untuk pembayaran...


"Seharusnya aku yang bayar," Ucap Rena.


"Tapi terimakasih, " ucap Rena sambil tersenyum.


Rena yang takut es nya menjadi mencair segera membawakan coffee nya kepada Dito.


"Maaf ya... aku buru-buru, " Ucap Rena Tergesa-gesa.


Sebenarnya bukan karena ia takut es nya mencair aja namun tatapan orang-orang di sekeliling nya yang kebanyakan dari karyawan perusahaan nya sendiri.

__ADS_1


Rena menyadari pasti akan ada gosip baru lagi yang akan mulai menguap di kantor.


Stelah beberapa saat Rena memasuki ruangan Dito dan memberikan coffee nya, Dito melihat Rena yang hanya membelikan satu minuman, Dito pun bertanya.


"Cuma satu!, " Ucap Dito, Dito menatap Rena.


"Iya bos, bos mau lagi, biar sekarang aku pesenin di coffe shop," Ucap Rena tersenyum.


"Enggak.....kamu tidak minum kopi?, "Ucap Dito dengan nada jutek.


"Enggak... suka, " Ucap Rena.


"Yasudah sana kembali bekerja, " Ucap Dito menatap jutek Rena.


Jam 8 malam


Rena akhirnya pulang....


Rena berjalan bersama Dito untuk keluar dari kantor.


Rena sebenarnya tidak mau berjalan bersama seperti ini karena gosip yang ada benar-benar tidak enak di dengar namun mau bagaimana lagi saat ia berjalan untuk pulang Dito sudah berada di belakang nya dan....


"Kau berpura-pura tidak lihat atau seperti apa!," Ucap Dito, Dito yang tidak mau di dahului oleh bawahan nya apa lagi pura -pura gak lihat.


Kerena menang jarak mereka sangat dekat waktu itu.


Rena kemudian menghampiri Dito dan tersenyum kikuk.


Rena baru pergi sampai bos nya naik mobil dan pergi, namun belum beberapa lama Dito pergi, bahkan Dito masih menatap kearah belakang mobil untuk melihat Rena.


Hans menghampiri Rena...


Entah kenapa melihat itu membuat Dito kesal dan berdecik...


"Cih," decik Dito.


..............

__ADS_1


Satu jam telah berlalu


Sesampainya di rumah Dito yang masih tidak percaya bahwa hasrat menerkam nya (dorongan *****al) kepada wanita muncul setelah terpendam sekian lama,Dito pun merasa aneh kenapa ia tidak suka melihat karyawan pria mendekati Rena.


Di dalam kamar mandi menikmati aliran air yang jatuh menyentuh tubuh secara perlahan dari shower Dito memikirkan semua tentang Rena dan memang di buktikan dari terangs*ng tubuh nya.


"Sebenarnya apa yang terjadi!!!!," Ucap Dito.


Manusia pada umum nya diciptakan dengan ketertarikan antara yang berlainan jenis memang mekanisme diciptakan seperti itu untuk keberlanjutan generasi manusia, namun setiap orang adalah produksi dari genetik dan lingkungan dimana memang ada hasrat s*ksual namun kembali lagi manusia juga merupakan produk lingkungan Dito memang mungkin pernah menyukai wanita namun karena hasrat itu selalu di pendam membuat hasrat itu tumpul, terpendam nya hasrat itu bisa jadi karena lingkungan nya Dito tidak berjalan seperti pada umum nya.


Sementara Rena..


Dari kantor langsung ke restoran yang di reservasi keluarga Anthony.


Sebelum nya mungkin belum di sebutkan berapa usia Anthony sebenarnya usia nya masih cukup muda yaitu 25 tahun.


Rena berada di antara keluarga Anthony di restoran yang bisa dinggap restoran kelas atas.


Sebenarnya Rena di ajak oleh Ibu Anthony untuk pertemuan ini karena ia diyakini oleh ibu Anthony untuk membujuk keluarga nya yang bersikeras tidak mau melihat jenazah Anthony untuk terakhir kali nya.


Sebenarnya jenazah Anthony akan di kuburkan besok dan sekarang masih di kediaman nya (kontrakan nya) ibu nya ingin keluarga nya mengantar Anthony untuk terakhir kali nya.


Jenazah Anthony sudah diberikan formalin dari sejak otopsi karena tidak ada informasi tentang identitas nya dan tidak ada keluarga yang dapat dihubungi terkait dengan Anthony setelah dinyatakan mutlak kasus ini tidak ada faktor lain selain tindakan bunuh diri yang dilakukan.


Jika dilihat dari ekspresi dilihat bahwa papah nya Anthony masih sangat dingin, dan kedua kaka nya yang terbilang cukup muda usia nya juga terlihat sangat angkuh dan dingin.


"Halo! semua nya!, " Ucap Rena dengan senyum lebar.


"Saya adalah agen mediasi antara keluarga," Ucap Rena dengan senyum agak canggung ia memulai percakapan dengan membawa sedikit humor namun sepertinya gagal melihat ketiga kutub itu menatap nya dingin.


"hehe, ini memiliki ardenalin dari yang saya kira, " Ucap Rena.


...... Selamat Membaca......


Sketsa


__ADS_1



__ADS_2