
"Bos,... tunggu dulu bos belum mendengar penjelasan ku loh...," Ucap menghalangi jalan Dito.
Rena membentangkan tangan nya menghalangi Dito untuk melanjutkan langkah nya.
"Tapi saya kan jarang begadang bos, baru kali ini masa sudah di bilang munafik," Ucap Rena..
"Seterah!," Ucap Dito dengan cara bicara jutek andalannya.
"Ngomong-ngomong bos mau kemana?, " Tanya Rena.
Dito belum menjawab pertanyaan Rena dan langsung saja jalan melewati portal yang ada di depan nya(yaitu Rena sendiri) portal nya begitu kecil sehingga Dito bisa melewati banyak jalan yang kosong dengan begitu saja, ia berjalan di samping Rena dan melewati nya.
"Bos," Ucap Dito membalikkan tubuh nya.
"Saya mau ke gym, " Ucap Dito dengan memperlihatkan punggung belakang nya karena ia terus saja berjalan.
"Bos saya ikut... saya juga suka gym, " Ucap Rena sambil mengejar langkah Dito.
Sampai di depan mobil Dito pun berhenti.
"Ikut ke gym?," Tanya Dito dengan menggerakkan satu alis nya naik.
"Aduh,... pasti gw dikatain gak tahu diri," Ucap Rena dalam hati sampai ia takut menatap wajah Dito dan hanya memejamkan mata nya dan menutup kedua telinga nya.
"Kenapa ekspresi nya gitu, apa dia takut kalau aku akan menghina nya lagi," Ucap Dito dalam hati.
"Kok,gak ada suara ada apa nih,mana kata-kata kejam nya, " Ucap Rena dalam hati.
"Ikut saja kalau mau ikut, " Ucap Dito berjalan ke arah kanan dan membuka pintu depan bagian kanan ( kursi untuk yang menyetir).
"Jadi... aku boleh ikut nih?, " Tanya Rena.
"Oke," Ucap Rena.
Rena pun membuka pintu bagian kiri dan masuk duduk di kursi sebelah Dito.
Sebenarnya ia merasa menjadi sekretaris yang agak tidak tahu diri dengan ikut ke gym tapi bagaimana lagi ia membutuhkan pembuktian di depan bos nya atas kata-kata yang dia ucapkan.
"Pakai sabuk pengaman nya, " Ucap Dito.
"Ah, iya, " Ucap Rena yang segera menggunakan sabuk pengaman.
__ADS_1
"Sudah?, " Tanya Dito.
"Aduh... malah jadi gak enak bos, kok saya jadi ikut ya, mana pakai-pakain gini doang, "Ucap Rena.
"Mau nya apa!mau ikut atau enggak, " Ucap Dito nada nya agak sedikit naik.
"Yaudah bos... ayok jalan, " Ucap Rena, tersenyum dengan sangat lebar.
"Gak,jelas!, " Ucap Dito.
Di Gym
Di jalan Flower XI
Sebuah Gym di utara clorida, Gym dengan sebagian besar penggunanya adalah pengusaha, pejabat, Orang-orang penting lain nya namun memang ada sebagian yang hanya mengaku orang kaya dan penting saja padahal aslinya bukan seperti itu.
Setelah beberapa menit.....
Mereka sampai.....
Dito dan Rena turun dari mobil Rena kaget melihat parkiran yang isi nya adalah mobil-mobil mewah Lamborghini bahkan bisa dilihat berjejeran ada warna merah, kuning, hijau dan biru sama seperti warna balon di lagu balon ku ada lima.
Dito dan Rena pun masuk ke dalam gym, Dito yang mengurus semua administrasi nya dan mereka bisa masuk ke dalam gedung gym dsn menikmati fasilitas di sana.
Karena Dito sering ke tempat gym bahkan seminggu dua kali rutin untuk menjaga bentuk badan nya tentu saja saat ketempat gym ia tahu apa yang harus ia lakukan.
Rena yang jarang ke tempat gym tapi ia cukup tahu apa yang harus di lakukan mungkin agak sedikit kikuk memulai aktivitas namun ia tahu apa yang ia harus lakukan.
Sebelum memulai menggunakan alat-alat gym baik Dito dan Rena melakukan pemanasan.
Rena yang menggunakan kaus yang oversize mengikatkan bagian bawah nya agar ia lebih leluasa dan lebih enak dilihat dari pada pakai baju yang agak besar dan rambut nya yang terurai ia ikat dengan kunciran bahan yang ia bawa di kantung celana nya.
Rena pun mulai meregangkan tubuh nya ke kanan maupun ke kiri secara bergantian dan dilanjutkan dengan pemanasan di bagain kaki.
Sedangan Dito membuka kaus putih nya dan mengenakan singlet warna putih dan memulai pemanasan sendiri.
Posisi Rena dan Dito pun saling membelakangi satu sama lain namun Rena sering melirik ke arah Dito.
"Wah, si bos kalau pakaian nya gitu sexy ya., " Ucap Rena dalam hati.
"Ah, apa sih yang aku pikirkan!," Ucap Rena sambil a?l!menepuk pipi nya.
__ADS_1
........"Permisi, anda baru disini?, "......
Rena menengok ke arah suara pria yang bertanya kepada nya, saat Rena menengok ke arah nya dia adalah pria berbadan besar namum tinggi nya lebih pendek dari Dito, wajah nya susah untuk di jelaskan yang pasti dia sudah bisa dikatakan berumur 30-an ke atas pria dengan kumis tipis dan janggut yang tidak terlalu lebat yang menarik dari pria itu adalah kedua mata nya yang sering berkedip.
"Hallo! saya Brayen pengusaha pertambangan," Ucap Brayen dengan mengulurkan tangan nya.
"Ah... saya Rena, " Ucap Rena niat nya ingin berjabat tangan namun....
Dito datang.... tepat berada di depan Rena ( menghalangi komunikasi antara Rena dan Brayen).
Dari mulai Dito datang sudah menimbulkan rasa takut di hati Brayen karena nya dia sudah tahu siapa Dito itu.
Di gym ini banyak pria yang pura-pura sangat kaya padahal tidak begitu kaya dan banyak wanita yang datang ke sini hanya untuk mengaet pria kaya disini, di gym ini keadaan nya memang sekompleks itu.
"Ah ternyata wanita cantik ini milik, si pemarah itu," Ucap Brayen dalam hati, menghela nafas.
"Kalau begitu, saya pergi dahulu Rena," Ucap Brayen dengan tersenyum kepada Rena.
"Bos, kenal dengannya?," tanya Rena.
"Enggak, " Ucap Dito.
"Kalau ada laki-laki hidung belang lagi jangan kamu ladenin, " Ucap Dito.
"Memang... dia seperti itu bos?," Tahu Rena.
"Pikir aja sendiri!, " Ucap Dito.
Mereka melanjutkan lagi aktivitas mereka sampai selesai memang kedatangan Rena banyak menarik pria-pria mata keranjang di sana karena wajah cantik nya yang natural dan kedatangan Dito memang selalu menjadi pusat bagi para wanita bukan tapi bukan karena wajah nya namun harta nya bukan berarti wajah nya tidak menarik namun bagi wanita di sana harta Dito lebih menarik.
Setelah selesai gym baik Rena dan Dito mengabaikan beberapa wanita dan pria yang mengajak mereka berkenalan dan segera kembali ke mobil.
Sampai di mobil Rena yang masih berkeringat banyak mengelap keringat nya dengan tangan nya, Dito yang melihat semua itu memberikan Rena tisu.
"Nih, pakai tisu," Ucap Dito memberikan beberapa Dito.
"Makasih bos, " Ucap Rena mengambil tisu yang di berikan Dito.
"Pak, kenapa kita gak jalan?, "
Dito tiba-tiba mendekati nya dan memasangkan sabuk pengaman untuk Rena.
__ADS_1
"Bayak makan ikan biar gak pikun," Ucap Dito.
Saat Dito tiba-tiba mendekati Rena jantung nya berdegup dengan sangat kencang, nafas pun menjadi tidak beraturan.