CEO Yang Posesif Menerkam Ku

CEO Yang Posesif Menerkam Ku
Dunia Terbalik 2


__ADS_3

"Seperti nya orang itu akan bunuh diri," Ucap seseorang yang malah hanya melihat kejadian itu tanpa memanggil bala bantuan.


Sedangkan Rena berlari menuju ke dalam gedung saat ia berlari dengan panik ia dilihat oleh Dito dan mata Dito tentu saja tertuju kepada Rena yang mulai menaiki anak tangga namun baru beberapa anak tangga terdengar suara gaduh dari luar.


Rena pun terhenti.....


Kejadian itu benar-benar singkat, pekerja yang bunuh diri dengan begitu saja tanpa ragu-ragu menjatuhkan diri nya.


Rena pun berlari keluar Dito dan kepala proyek pun berhamburan berlari ke luar melihat apa yang terjadi.


Saat itu Rena yang sampai di sana Dito dan banyak pekerja lain yang menyaksikan nya melihat jenazah nya.


Di sebut Jenazah karena memang sudah tidak ada nafas lagi dan seseorang itu kehilangan darah yang cukup banyak.


Sementara itu Dito yang datang setelah Rena melihat jenazah yang ada di depan nya merasa ada dentuman keras yang membuat badan nya lemah dan perlahan mundur dari keramaian.


Dito yang menjauh dari keramaian hanya bisa melihat Rena yang mengambil alih semua nya dan sampai jenazah itu di evakuasi.


"Jangan diliatin saja! telepon! ambulan!," Ucap Rena marah.


Dito menatap dari kejauhan....


Saat jenazah itu dievakuasi Rena mencari dimana Dito ia melihat Dito terdiam dengan menutupi mulut nya.

__ADS_1


Saat sudah diangkut dengan ambulan Rena yang masih di tutupi rasa penyesalan menatap kepergian ambulan dengan tatapan sedih.


"Selamat jalan, mungkin hari mu lebih menyenangkan di sana, " Ucap Rena tersenyum namun di hati nya penuh luka.


Setelah itu Rena mencari Dito, ia mencari di dalam mobil, di dalam bangunan dan berakhir Dito ditemukan di belakang bangunan, Rena melihat Dito dengan tatapan kosong dan menutupi mulut nya.


Rena melihat Dito dengan tatapan aneh namun segera mendekati Dito.


Setelah berada di samping Dito, Rena jelas sekali mendengar alunan nafas yang keluar dan masuk dengan sangat cepat (ngos-ngosan) tentu nya ini menimbulkan rasa khawatir.


"Kenapa, pak?, Tanya Rena.


Dito pun menatap ke arah Rena masih dengan menutupi mulut nya, hanya beberapa detik saja Dito memalingkan wajah nya.


"Apakah bos punya fobia darah?," Pertanyaan Rena dalam hati.


Lalu Rena memeluk Dito ( dari samping) bukan tujuan nya untuk modus ataupun mengambil kesempatan namun kali ini Rena meletakkan dirinya menolong sesama manusia, memang dia lah Rena yang memiliki kepribadian menolong tanpa pamrih.


Dito pun merespon dengan kaget pelukan Rena namun satu sisi lain pelukan dan tangan nya yang kerap mengusap pundak nya membuat dia semakin nyaman dan tidak ingin pelukan ini berakhir dengan begitu cepat.


"Bos, tenang saya tahu bos fobia darah tapi semua pasti bisa di atasi semua nya pasti baik-baik saja," Ucap Rena dengan lembut.


"Dasar! sok tahu!, "Ucap Dito dalam hati.

__ADS_1


Semakin lama semakin banyak orang yang mengintip, mungkin mereka ingin melewati area belakang gedung namun melihat bos mereka dengan sekretaris nya menjadi tidak enak.


Rena pun melepaskan pelukan nya dan mulai menyemangati bos nya hanya melalui kata-kata.


"Bos, masih mual, mau langsung pulang bos? wahai bos sangat pucat," Tanya Rena.


"Semangat bos,yuk kembali ke mobil, bos masih kuat untuk jalan sampai mobil kan bos?, " Tanya Rena dengan pelan.


"Bos Dito dan Bos Rena... hu.. hu," Ucap supir pribadi Dito yang seperti nya berlari ke lokasi Dito dan Rena, sehingga nafas nya masih ngos-ngosan.


"Ada wartawan!," Ucap supir pribadi Dito.


Wartawan yang datang begitu cepat ketika ada berita memenuhi halaman gedung yang baru di bagun tersebut.


Saat itu Reno yang terlihat masih dalam kondisi yang kurang baik, Rena memanggil keputusan....


"Bawa bos Dito ke dalam mobil, biar saya yang menghadapi wartawan!, " Ucap Rena.


"S*alan kenapa aku harus butuh bantuan nya!, " Ucap Dito dalam hati.


"Kenapa kepala ini baru lihat darah saja bagai terbentur dinding sangat pusing,kepala s*alan," Ucap Dito dalam hati yang mengutuk kondisi nya sehingga ia harus membutuhkan bantuan dari Rena.


Dito pun di bawa ke dalam mobil sedangkan Rena menghadapi para wartawan, saat mobil Dito akan melaju untuk membawa Dito ketempat lebih tenang dari belakang Dito melihat Rena dengan wajah yang tampak rileks seperti nya ia sangat siap menapung dan menjawab pertanyaan dengan cepat dan segera.

__ADS_1


"Seorang pekerja kami meloncat dari lantai 3 gedung ini,tentu nya sebagai bagian dari perusahaan kami kami sangat menyayangkan dan sedih akan kejadian ini,saya mewakili CEO perusahaan Wonderful Building, belum bisa memastikan apa yang terjadi dan kami juga sudah menghubungi polisi untuk kasus ini," Ucap Rena dengan tenang.


........... Selamat Membaca...........


__ADS_2