
"Selamat pagi bos, ready untuk perjalanan kita ke kantor cabang kita di Logos," Ucap Rena dengan semangat dan seperti biasa senyum yang selalu bersemayam di wajah nya.
"Hem, Jaga jarak masih muda sudah pikun!, ku yakin keturunan mu nanti akan menyumpahi ibu nya karena otak nya tumpul,baru kemarin sudah lupa!," Ucap Dito acuh tak acuh, tanpa melihat Rena sekalipun hanya melihat dokumen yang ada di depan nya.
"Kali ini sakit banget sih, rasanya langsung tertusuk jantung hati ku," Rena yang mendengar kata-kata dari Dito walaupun di ucapkan nya tanpa tatapan merendahkan namun tetap saja kata-kata itu membuat ia merasa tertusuk oleh tombak.
Bahkan di dalam kepalanya ada sebuah hayalan dimana Dito menusukkan tombak nya di bagian belakang punggung Rena sampai menusuk ke bagian jantung depan dan Dito tertawa dengan terbahak-bahak menyaksikan Rena yang tak berdaya.
"Apakah kau punya masalah pendengaran juga!, " Ucap Dito.
Rena tersadar dari lamunan nya....
"Eh, iya bos siap mundur dua langkah grak!," Ucap Rena sambil memberikan salam dan mundur dua langkah (hampir mendekati pintu).
__ADS_1
Dito melihat jam dan berdiri di ikuti dengan Rena namun dengan posisi agak berjarak mereka akan menuju ke gedung cabang perusahaan baru Dito.
Dito dan Rena menuju ke gedung baru di temani oleh supir pribadi Dito, sepanjang jalan Rena melihat ke arah luar jendela sedangkan Dito sibuk melihat berita ekonomi untuk melihat perkembangan.
Rena melihat pawai yang ada di jalan, pawai untuk memperingati kematian pahlawan yang paling berjasa di negara itu. Rena pun melihat patung Carlos dan merapatkan tangan nya (berdoa) untuk pahlawan yang membela rakyat banyak.
"Semoga ke depan nya negara kita tetap aman seperti sekarang," Ucap Rena.
Rena mengatakan kata-kata nya sampai Dito mendengarnya dan melihat ke arah Rena.
Karena Rena menyadari bahwa pandangan Dito mengarah ke arah nya Rena menengok ke arah Dito. Namun ternyata ketika Rena menghadap ke arah Dito, Dito sedang melihat dokumen perusahaan yang membuat Rena berpikir bahwa ia yang salah mempresepsikan "Reno menatap nya. "
"Bos, Menurut saya menjalin hubungan dagang dengan perusahaan Terasu akan sangat menguntungkan karena perusahaan itu mendapatkan kostumer yang bukan dari kalangan orang biasa, pejabat, artis dan pengusaha mengenal hotel-hotel nya di seluruh negri ini dan akan kebuka suatu celah untuk investasi dari klien juga jika proyek hotel yang baru berada di tangan kita," Ucap Rena.
__ADS_1
"Saya tahu, jangan sok pintar, " Ucap Dito menatap Rena dengan tatapan jutek nya.
Proyek kantor cabang di luar kota ya walaupun tidak terlalu jauh memakan perjalanan hampir 2 jam setengah untuk menuju kantor cabang.
Terkahir kali Dito datang bukan lalu untuk melihat progres nya dan tampak nya semua berjalan lancar kecuali....
Rena adalah orang yang sangat peka dan memiliki sifat empati yang sangat tinggi walaupun ia tidak mengenal orang lain namun entah kenapa sepertinya ia tahu apa yang di rasa orang dan apakah orang itu butuh bantuan atau sekedar perlu pendukung.
Dari awal saat mereka sampai Rena melihat seorang pekerja bangunan yang tampak lesu dan bermata kosong perhatian nya tertuju kepada pemuda itu, namun ia tidak bisa menghampiri pemuda (yang tampak seumuran dengan nya) itu karena harus menemani Dito dan ia berencana kembali lagi setelah nanti ada celah.
Setelah Rena mendapatkan izin untuk keluar dari gedung setelah melihat gedung dari dalam, Rena mencari pemuda itu namun tidak bertemu dengan nya.
Sampai dimana ia tersenggol oleh pekerja yang lain suasana menjadi kacau pekerja yang lain mendadak menuju ke arah depan gedung. Rena yang ingin tahu mengenai apa yang terjadi mengikuti para pekerja itu...
__ADS_1
Saat itu ia melihat dengan mata kepala nya sendiri pria yang tadi di cari nya sudah ada di atas dan seperti nya berniat menghabisi hidup nya.
"Mas!!, " Ucap Rena tercengang....