
Diskusi yang dilakukan nampak nya masih berjalan profesional walaupun Dito seperti nya menyembunyikan ketidak nyamanan nya.
"Senang bekerjasama dengan anda, " Ucap Dito, setelah selesai berdiskusi tentang proyek yang kedua perusahaan itu emban.
" Saya berharap proyek dari kami Anda tangani dengan sangat baik, " Ucap Theo.
Dito dan Rena jalan ke luar restoran di dampingi Theo.
"Aku yakin ada sesuatu yang lain, lagian wajar saja jika dia jatuh cinta dengan Rena dia wanita yang cantik, pintar dan personality nya juga baik," Ucap Theo dalam hati.
"Sepertinya, asik jika kita tes," Ucap Theo dalam hati, melihat Dito dan Rena yang sedang menunggu mobil jemputan di depan pintu masuk restoran.
Saat mobil Dito datang Theo segera menghampiri mereka berdua.
"Rena, bolehkah bicara sebentar?," Ucap Theo.
Saat nama Rena di panggil Dito pun ikut menoleh ke arah Theo, saat mata mereka bertemu Theo tersenyum, senyum nya Theo di sambut oleh wajah Dito yang menatap Theo sinis.
Rena menoleh ke arah Theo dan langsung menghadap ke arah bos nya seakan meminta konfirmasi.
Dito pun menjawab pertanyaan tersirat dari Rena...
"Sana, jangan lama-lama!, " Ucap Dito.
__ADS_1
Theo yang melihat Dito dengan ekspresi kesal nya membuat nya tersenyum puas seakan dia mengetahui rahasia besar.
Rena pun menuju ke arah Theo....
"Ada, apa yang pak?," Tanya Rena.
"Ada sesuatu hal yang penting...., " Ucap Theo sambil melirik ke arah mobil Dito, di sana Dito masih tampak begitu jelas ekspresi nya dari jendela mobil.
"Apa pak, yang penting?, " Tanya Rena yang penasaran.
Ketika sudah mendapatkan jawaban dari gelagat Dito Theo mendapatkan kesimpulan akan pertanyaan yang muncul dalam benak nya.
"Gak ada... tadi ada," Ucap Theo.
"Ha!!," Ucap Rena, menaikan alis bagian kanan nya.
Waktu satu menit seakan se-abad membuat Dito menjadi tidak sabaran dan menyuruh supir nya untuk membunyikan klakson.
"Gak jelas banget!! sih !!, " Ucap Rena dalam hati.
Rena yang mendapatkan panggilan dari Theo yang tanpa tujuan pun segera pergi dari hadapan Theo walaupun hati nya sangat kesal namun kekesalan nya tidak terwakili dalam wajah nya dia tetap tersenyum kepada Dito dan mengucapkan salam perpisahan.
"Ya, sudah pak, saya pamit kalau seperti itu, " Ucap Rena tersenyum.
__ADS_1
Klakson sudah berbunyi 3 kali dan membuat Rena makin mempercepat jalan nya menuju ke mobil.
Di dalam mobil Rena di suguhi dengan tampang yang menyeramkan dari bos nya yang duduk tepat di samping Rena.
"Aduh, kenapa lagi sih.. si bos," Ucap Rena, memalingkan wajah nya.
Dito pun mulai membuka handphone nya....
Rena pun yang tidak ingin situasi nya menjadi canggung mulai mengajak ngobrol Dito.
"Bos!," Ucap Rena.
"Hemm," Di jawab singkat oleh Dito.
"Bos,disain nya seperti kurang sesuatu deh tadi setelah di pikir-pikir, " Ucap Rena.
Saat Rena mencoba mengeluarkan semua berkas -berkas nya, dan mencari pulpen nya yang keselip di dalam tas nya.
Ada serangga yang keluar dari tas Rena dan menimbulkan kejadian tak terduga......
Serangga itu duduk di pangkuan Dito dengan nyaman sampai Dito bereaksi.
"Akhhhh, fuk!!* what is that !!, "Teriak Dito sambil membersihkan pangkuan nya dari kecoa dengan panik.
__ADS_1
"Kenapa bos!!," Tanya Rena yang ikut panik.
........... Selamat Membaca....... ...