
"Rena??," saat Dito akan menaiki mobil milik nya belum sampai kaki nya melangkah masuk ke dalam mobil, saat ia melihat wanita seperti sekretaris nya, ia tak jadi memasuki mobil dan menutup pintu mobil milik nya berjalan menuju gerbang.
Posisi Dito dengan Rena tidak terlalu jauh pasal nya Dito memang sudah ada di depan rumah nya untuk mengendari mobil yang sudah di siapkan oleh supir pribadi nya sedangkan Rena ada di pos security.
"Ada, pak dito nya kan ya, gak di culik kan ?, " Tanya Rena kepada security dengan wajah panik.
"Anda siapa dan ada perlu apa ya?, " Tanya security paruh baya yang memandang nya dengan tatapan curiga.
"Saya, sekertaris bos Dito yang baru,.. bos Dito baik-baik saja kan gak di culik kan?, " Tanya Rena dengan mata yang mewakili kecemasan nya bukan hanya mata nya namun dari cara bicara nya yang cepat dan gesture nya sangat mewakili perasaan nya.
"Pak, Dito di culik!!, " Ucap Security dengan wajah bingung.
"Soal nya bos menghubungi saya terus saya hubungi balik gak bales-bales, saya khawatir terjadi apa-apa dengan bos jadi saya datang ke sini..., " Ucap Rena.
"Pak Dito, dia tidak di culik baru saja saya membukakan pintu untuk bos karena dia akan pergi," Ucap Security paruh baya itu.
__ADS_1
"Ah, gitu ya pak, syukurlah, " Ucap Rena dengan mengusap bagian dada nya mengekspresikan kelegaan tidak terjadi hal buruk kepada bos nya.
"Entah kenapa saya suka ada yang mengkhawatirkan ku seperti ini, " Ucap Dito dalam hati setelah melihat ekpresi Rena dan pembicaraan nya dengan satpam di depan mata nya.
Keberadaan Dito nampak nya tidak disadari oleh Rena ataupun security paruh baya itu sampai saat kedua mata Rena dan Dito bertemu saat Rena yang niat nya ingin melihat keadaan di rumah Dito.
Reaksi awal Rena tentu nya sangat kaget melihat Dito berada tepat di depan mata nya, yang membuat nya tambah kaget adalah penampilan Dito yang mengenakan kaus putih polos dan saat itu proposi tubuh Dito sangat terlihat.
"Apa yang kamu lakukan disini? , " Tanya Dito dengan wajah tegas nya.
"Dan penampilan kamu!!," Ucap Dito.
"Soal penampilan ya gimana ya bos, saya buru-buru," Ucap Rena malu sambil merapikan rambut nya sisi kanan dan kiri agar rapih.
"Saya, diculik sama siapa?, " Tanya Dito dengan wajah jutek.
__ADS_1
"Eh... gini bos saya tuh takut bos itu di culik sama saingan bos untuk mendapatkan kontrak bernilai besar.. bisa aja kan bos, " Ucap Rena menundukkan kepala nya karena dia malu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Kamu begadang?, " Tanya Dito mengerutkan dahi.
Dito yang melihat lingkaran bawah mata Rena menyimpulkan bahwa Rena tidur larut malam.
"Ah, itu... emmm... bos tahu dari mana?, " Jawab Rena sambil menggaruk-garuk bagian leher belakang nya.
"Munafik!!, " Ucap Dito sambil menatap Rena dengan tatapan tajam.
"Kenapa!!bos!, " Dari Rena yang tidak berani menatap Dito setelah mendengarkan kata-kata dari Dito langsung menatap Dito dengan tatapan panik.
"Kok.. gitu bos ya kan saya juga gak sering-sering begadang... cuma satu hari saya tuh tetap peduli dengan tubuh saya pak, saya cinta banget," Ucap Rena dengan wajah memelas.
Dito yang tidak perduli alasan dari Rena membalikkan badan nya dan berjalan menjauhi Rena.
__ADS_1
"Bos,.....sorry ya bos jadi buat keributan gak berdasar nih,... tapi beneran deh bos saya cinta sekali dengan tubuh saya, saya itu penggila kesehatan" Ucap Rena sambil mengikuti langkah Dito.
............ Selamat Membaca....... ...