
Situasi yang lumayan gaduh dalam hati masing-masing orang yang ada di ruangan itu.
Bella pun yang ingin membuat keributan tidak bisa melakukan nya karena ada Dito, Bella datang ke sebelah Hans dan langsung menarik tangan hans begitu saja, tentu saja Hans tidak mau namun Bella terus menarik nya sampai akhirnya mereka berdua keluar dari rungan Rena.
Dito pun hanya diam mematung diantara mereka dengan wajah tanpa ekspresi.
Setelah mereka berdua pergi, Rena pun menyambut bos nya.
"Bos, ada perlu apa?, " Tanya Rena.
Dito menghampiri Rena dan duduk di depan meja Rena, dan langsung saja dia tanpa izin mengambil minuman yang di bawakan eh Hans dan meminum nya, Rena hanya bisa melihat nya saja tanpa melakukan apapun, setelah mencoba minuman itu mata Dito langsung menuju ke roti yang ada di sebelahnya dan benar saja lagi-lagi tanpa izin Dito memakan nya.
"Bos, " Ucap Rena yang dalam hati hanya ekspresi nya saja yang bisa mewakili keberatan nya.
"Rasa nya buruk, bagaimana bisa mereka menjual makanan dan minuman kualitas rendahan!, " Ucap Dito.
"Tapi bos seperti nya cafe yang menjual minuman dan roti itu adalah langganan bos kalau mau beli coffee, " Ucap Rena.
"Ya... beda kopi nya saja yang enak!, " Ucap Dito.
"Saya juga gak tahu sih bos, itu dikasih sama Hans, " Ucap Rena.
"Pria yang tadi nama nya Hans?," Tanya Dito.
"Iya, Hans.. masa karyawan sendiri bapak gak tahu, " Ucap Rena.
"Perusahaan saya adalah perusahaan besar, mana saya tahu nama setiap karyawan, " Ucap Dito dengan memiringkan kepala nya sedikit dan menepuk meja tanpa kekuatan.
__ADS_1
"Oh iya bos... perusahaan ini kan besar banget mana bisa bos hafal seluruh nama karyawan, ngomong-ngomong bos ada perlu apa ya?," Tanya Rena.
"Saya,hanya penasaran,"Ucap Dito.
"Penasaran kenapa pak?," Tanya Rena.
"Aku mau bilang kau masih lapar atau gak rasanya itu bukan diri ku, aku jijik sekali dengan diri ku sendiri, " Ucap Dito dalam hati.
"Penasaran kenapa pak?," Tanya Rena sekali lagi.
"Kamu pelakor!!," Ucap Dito.
"Ha!!, " Ucap Rena mewakili rasa terkejut nya mendengar apa yang di sampaikan bos nya.
"Hans itu pacarnya wanita itu???," Ucap Dito.
"Ah... saya gak tahu soal itu,saya juga baru kenal..., " Ucap Rena menepis kata-kata Dito dengan panik.
"Pak,... aduh salah paham, saya akan menjauh dari Hans deh bos, aduh jadi rumit gini, " Ucap Rena mengejar ke arah Dito.
Dito sang pengusaha sukses tentu nya tahu kapan saat yang tepat untuk memanfaatkan kesempatan seperti saat ini.Ia tampak nya sangat senang walaupun tidak di tujukan secara eksplisit.
Rena mengikuti Dito dengan tergesa-gesa dan seperti nya dia bukan menuju ke ruangan nya.
Ternyata Dito pergi ke kantin diikuti dengan Rena.
Dito kemudian memesan makanan tapi hanya satu poris mashed potato chese dan cholate milk.
__ADS_1
Saat Dito ada di kantin semua perhatian mengarah ke arah Dito yang baru pertama kali ada di kantin, karena posisinya sangat tinggi tentu nya meskipun ada antrian sebelumnya, bagi Dito tidak berlaku.
Hanya beberapa menit Dito sudah mendapatkan apa yang di dingin kan.
"Bos, sini biar saya yang bawa, tadi suruh saya saja bos kalau mau beli makan, " Ucap Rena berada di samping Dito.
Namun Dito terus mengabaikan Rena.
Sampai di ruangan Dito....
Dito meletakkan makanan yang baru di beli nya tanpa menyentuh sedikit pun.
"Bos, gak makan?, " Tanya Rena.
" Pak,saya cuma mau bilang mungkin tadi cuma salah paham, kalau semua nya sudah selesai saya mau kembali ke ruangan saya dulu pak, mau mengecek beberapa dokumen yang saya harus berikan ke bapak, " Ucap Rena.
Dito tampak nya tidak mendengarkan ucapan Rena perhatian nya kepada sendok yang dari tadi ia gunakan untuk mengacak-ngacak mashed potato bagian pinggir nya ia tampak tidak nafsu memakan makan itu.
"Bawa ke ruangan kamu, ini semua sama minuman nya saya tidak selera makan, kalau saya bilang bawa berarti bawa, dan gak ada pertanyaan setelah ini!, " Ucap Dito melihat ke arah Rena.
"Tapi," Ucap Rena.
Dito mulai mengangkat alis nya sebelah.
"Siap pak, saya akan bawa makanan dan minuman nya, " Ucap Rena tersenyum.
"Jangan terlalu banyak tersenyum nanti gigi kamu kering!, " Ucap Dito yang perhatian nya beralih ke dokumen yang ada di meja nya.
__ADS_1
"Ishh," kekesalan Rena yang tidak terucap.
.......... Selamat Membaca..........