
Setelah itu mereka mulai berdiskusi kembali, saat berdiskusi Rena pun sama seperti Dito yang tersentil oleh pesona nya.
Rena melihat wajah Dito yang lebih ganteng jika dilihat lebih dekat, walaupun sebentar ia menatap Dito dengan hikmat ( saat Dito sedang membaca dokumen).
"Ganteng, sih tapi... kalau ngomong suka nyakitin,"
Ucap Rena dalam hati.
"Rena!, " Ucap Dito.
Ternyata saat Rena pikiran nya ngalor-ngidul, Dito sedang menjelaskan tentang sesuatu kepada Rena, saat Dito bertanya kepada Rena.... itu menjadi sebuah malapetaka bagi Rena.
Lagi-lagi ia bakal kena semprot, semprotan cabe yang bakal membuat nya panas bahkan panas nya membakar sampai ke hati.
"Rena!!, " Bentak Dito.
Rena tersentak dengan bentakan Dito, apalagi Dito berada di samping Rena otomatis suara nya akan sangat tidak bersahabat di kuping.
Rena pun bereaksi otomatis dengan menutup kuping nya.
"Kamu dengerin tidak saya ngomong apa barusan!, "Ucap Dito dengan tegas.
Seperti nya singa ( Dito) nya salah bergerak nih, deketin crush nya tapi setelah di deketin si crush nya malah di bikin hancur hati nya dengan kata-kata nya yang pedas dan sumbu emosi yang pendek,seperti nya singa ini perlu banyak belajar.
"Hehehe, saya lagi gak fokus bos.....memperhatikan bos, saya kagum melihat bos saya sendiri, seperti nya bos memang layak jadi pemimpin soal nya bos berwibawa banget, wibawa nya sampai memancar gitu bos," Ucap Rena sambil tersenyum kikuk dan menggaruk bagian belakang kepala nya ( ini di sebab kan dia grogi juga sih takut salah alasan).
__ADS_1
"Kamu ternyata penjilat juga ya, " Ucap Dito wajah acuh tak -acuh.
"Eh bukan begitu bos, pujian ini bukan bualan tapi ini yang sebenarnya, " Ucap Rena gelagaban, karena selama ini ia sudah membangun citra bahwa ia bukan wanita penggaet orang kaya, caper atau pun penjilat.
"Ah, sudah lah, kembali ke ruangan mu!, " Ucap Dito, memalingkan wajah nya sambil menyisir rambut nya dengan jari-jari nya (Dito sepertinya sangat gerah).
"Tapi bos," Ucap Rena dengan terbata -bata.
"Sana!, " usir Dito.
Setelah Rena meninggalkan Dito dengan ragu-ragu....
Dito yang merasa kegerahan walaupun ada satu AC yang dari tadi sudah menyala tetap membuat nya merasa panas dan sesak nafas, sampai -sampai ia harus melepaskan satu kancing nya..
...Seperti nya male lead kita memang cocok di juluki sebagai king sial*n....
Waktu berlalu begitu cepat dari Rena menyiapkan data-data tentang perusahaan MuO sekitar 2 jam Dito dan Rena menghabiskan waktu sekitar 30 menit berdua mendiskusikan tentang perusahaan MuO.
Jam sudah menunjukkan jam 8:50 pagi ...
Kantor sudah di penuhi oleh karyawan tentu nya,saat Rena bertemu dengan Grace ( kepala bagian administrasi keuangan untuk meminta laporan rencana keuangan, Rena berpapasan dengan Hans ( Hans bekerja di bagain Human Resources).
Hai Rena!,selamat pagi , " Sapa Hans kepada Rena.
Rene tersenyum dan membalas sapaan Hans..
__ADS_1
"Selamat pagi juga Hans, " Ucap Hans.
"Kamu nomor telepon," Ucap Hans.
"Soal nya cepat atau lambat juga kita akan bekerja sama, aku kan dari devisi Human Resources, " Ucap Hans.
"Ah, tentu ini nomor aku, " Rena membuka telepon nya dan menunjukkan nomornya kepada Hans.
"Rena dan kamu deket ya Hans, wah...pasangan keren nih, satu ganteng satu cantik, " Ucap Bella (yang di juluki si usil di kantor).
"Kamu bukan kerja Bella!," Ucap Hans, dengan tatapan kesal menatap Bella.
"Kamu aja bukan nya kerja malah ngobrol sama Rena," Ucap Bella sinis.
Rena belum lama bekerja sebagai sekretaris dan ketika ia baru masuk jadi sekretaris kerjaan nya lagi banyak-banyak nya karena itu dia tidak terlalu mengenal karyawan lain, termasuk Bella.
Rena pun mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Bella, Bella pun bingung maksud nya apa Rena mengulurkan tangan kepada nya, karena Bella memakan waktu yang cukup banyak untuk menangkap satu kode saja akhirnya Rena menarik tangan Bella... agar mereka segera bisa berjabat tangan dan Rena dapat memperkenalkan diri kepada Bella.
"Rena nama ku Rena, aku dan Hans berteman hanya teman jadi jangan ada spekulasi yang berlebihan ya,Nama kamu Bella kan ya, senang bertemu dengan mu, " Ucap Rena setelah ia mengucapkan apa yang ia ingin ucapkan ia tersenyum terpaksa (karena ia benar-benar terganggu oleh Bella yang datang-datang langsung menyudutkan nya dengan Hans).
"Akh, kesel banget aku gak mau loh di gosipin kencan kayak gini, ini lagi dateng-dateng langsung ngomong seperti itu, untung tidak banyak orang di sini, " Kesal Rena dalam hati.
"Tapi kenapa ya... aku merasa ada api-api cemburu dari Bella seperti nya dia bukan tidak suka dengan ku tapi tidak suka dengan kedekatan ku dengan Hans," Ucap Rena dalam hati.
...... Selamat Membaca......
__ADS_1