CEO Yang Posesif Menerkam Ku

CEO Yang Posesif Menerkam Ku
Singa mulai gerak


__ADS_3

Jam 6:25


Rena sudah sampai di kantor yang masih sangat sepi.


Di sini (di negara ini) jam operasional kerja di mulai dari jam 8 pagi kecuali yang mungkin memiliki suatu tugas yang khusus (misal nya OB, ataupun, satpam yang bertugas pagi hari).


Rena ke kantor menuju ke ruangan nya sebelum nya ia mengintip dulu di ruangan Dito.


"Belum datang ya," Ucap Rena.


Rena tidak menyadari bahwa ada orang membuka pintu, ternyata itu adalah Dito...


"Sudah datang, " Ucap Dito.


Dito dengan jas berwarna biru tua dan mengenakan kemeja putih dan celana bahan (biru tua), dengan style pakaian nya ia seperti biasa terlihat sangat gagah dan tampan.


"Iya bos," Ucap Rena tersenyum.


"Kau! sebenarnya mau di pecat, " Ucap Dito kesalahan dengan nada (tone) naik.


"Sebelum nya baik-baik aja deh, " Ucap Rena dalam hati (mengingat wajah Dito baru saja, terlihat ekspresi kalem).


"Memang tidak terduga ya, " Ucap Rena dalam hati.


"Di pecat kenapa, pak ?," Tanya Rena dengan bingung.


"Pesan yang masuk ke ponsel kamu itu harus nya di bales dengan secepat nya, tadi malam saya mengirim pesan ke kamu masa baru di bales satu jam kemudian, " Ucap Dito dengan mengangkat handphone nya (bagaikan alat peragaan) sambil marah-marah Dito memegang HP nya dengan sangat erat.


"Kasihan sekali," Ucap Rena menatap ke arah ponsel yang di cengkram dengan erat nya oleh Dito.


"Iya, maaf ya bos, " ucap Rena tersenyum.


"Bikin emosi saja, " Ucap Dito memalingkan wajah nya, ia nampak masih begitu kesal dari raut wajah nya.

__ADS_1


"Sorry ya bos, soal nya kemarin hp saya di matiin,"


Ucap Rena.


"Saya tidak perduli, tidak ada lain kali untuk kejadian ini!, " Ucap Dito dengan tegas menatap Rena.


"Siap bos, " seperti biasa Rena dengan tenang dan senyum menjawab perintah Dito.


"Bawa data-data tentang perusahaan MuO, selidiki sampai seditail mungkin!, " Ucap Dito dengan wajah jutek.


"Bos, sebelumnya saya mau ngasih saran, bos lebih terlihat keren saat tersenyum, jadi banyak -banyak senyum bos, " Ucap Rena dengan jari tangan peace (damai) dan senyum kikuk.


Dito pun tidak berbicara apapun hanya mengerutkan alis nya (marah ).


Rena mengenali ekspresi itu, ekspresi menakutkan dari bos nya,untuk menghindari gunung aktif ini memancarkan larva nya ia pun segera pergi dari lokasi detik-detik erupsi.


"Yasudah bos, saya pergi dulu ya, " Ucap Rena, setelah izin Rena pun mempercepat langkah nya untuk keluar dari ruangan Dito.


Dito pun masih terlihat marah, namun tidak bisa di tutupi jantung nya berdegup dengan lebih kencang dan pipi nya memerah.


Setelah Rena menyelidiki dan memiliki data-data yang lengkap tentang perusahaan MuO Rena ke ruangan Dito dan memberikan data-data itu...


"Bos, semua sudah siap," Ucap Rena.


"Duduk!, " Perintah Dito, mata nya menandakan untuk duduk di kursi didepan meja kerja milik Dito.


"Disini bos, " Rena memegang kursi yang ada di depan Dito.


"Iya," Ucap Dito masih menatap Rena.


Rena pun "mengiyakan " perintah dari Dito namun saat ia ingin duduk posisi badan nya pun sudah 90% menekuk dan tinggal satu langkah lagi Rena duduk di kursi itu, Dito menghentikan nya.


"Jangan duduk di situ, " Ucap Dito.

__ADS_1


"Ah??," Rena yang bingung akan bos nya yang plinplan.


"Pindahkan kursi nya di sebelah ku!, " Ucap Dito yang menggeser kursi milik nya agar bisa ada tempat lebih luas untuk Rena.


Apakah kelinci Rena yang sudah berhasil meluluhlantahkan si Singa Dito yang mengerikan, seperti nya Singa itu mulai melakukan cara agar dekat dengan kelinci Rena yang cantik dan menyenangkan.


"Apa, pak, " Ucap Rena, yang masih belum ngeh apa yang diinginkan oleh Dito.


"Kursi itu pindahkan kesamping ku dan kau duduk di situ, agar enak aja nanti kita diskusi nya, " Ucap Dito dengan tegas sambil tangan nya bergerak mengarahkan.


"Okey, bos, " Ucap Rena yang sebenarnya mau gak mau melakukan hal ini karena kalau seperti itu (posisinya) akan dekat sekali, di ruangan yang hanya mereka berdua dan itu agak aneh saja.


Tapi Rena tetap mengikuti apa yang di ucapkan oleh bos nya...


Mereka sudah duduk berdekatan lalu Dito yang pura-pura biasa saja,memulai diskusi... awal nya memang sangat kikuk untuk Rena namun Rena lama kelamaan mulai meresap dalam pekerjaan dan tidak terlalu merisaukan posisi nya.


"Bos, menurut saya memang perusahaan Muo sangat cerdas pak dia mengesampingkan semua agent-agent perantara yang membuat barang pmereka lebih mahal di pasar namun mereka menggunakan aplikasi online agar dapat berhubungan langsung dengan pelanggan," Ucap Rena.


"Kenapa mata ku terus menghadap ke arah bibir nya yang terus bergerak,mata si*lan!," Ucap Dito dalam hati, seperti nya ia sangat membenci hal yang ia lakukan namun tampak nya ia tak berhenti menatap bibir Rena.


Rena pun berhenti menyampaikan pendapat nya dan memperhatikan ke arah Reno yang terus saja memerhatikan nya, Rena mengikuti arah pandangan Dito yang mengarah daerah sekitar bibir dan dagu..membuat Rena bertanya-tanya.


"Pak? kenapa ada sesuatu di gigi saya?, " tanya Rena.


Dito menyadari apa yang dilakukan nya di ketahui oleh Rena dan Dito yang tidak memiliki dalih akhirnya hanya memutar kata-kata dari Rena.


"Iya, di gigi kamu ada kotoran nyempil di gigi depan kamu, seperti nya kamu kerja tidak gosok gigi," Ucap Dito dengan ekspresi santai.


"Ah, masa sih bos," Ucap Rena malu, Rena yang menjadi mulai membersihkan gigi nya dengan lidah nya, agar tidak ada yang nyelip lagi di gigi depan nya,


"Padahal saya sikat gigi bos, kayak nya sudah tidak ada lagi deh bos, ya kan?, " Tanya Rena yang masih kikuk.


"Rena tersenyum lebar (seperti iklan pasta gigi) sebenarnya agar Dito memeriksa nya, dan benar saja...."

__ADS_1


"Iya, tidak ada lagi, " Ucap Dito dengan acuh tak acuh.


..... Selamat Membaca......


__ADS_2