
"Pak,saya duduk sini???, " Tanya Rena ragu.
"Iya," ucap Dito dengan ekspresi datar.
"Tapi kenapa gak di depan pak? , " Tanya Rena.
"Ya sudah kalau kamu mau pindah ke depan," Ucap Dito dengan menghela nafas (terlihat ia memendam kekesalan).
"Jalan Pak!, " Perintah Dito.
"Bos, baru mau keluar!!!, " Ucap Rena menunjukkan wajah kesal-kesal imut dengan memanyunkan bibir nya.
"Keluar saja kalau kepala mu yang satu-satu nya itu pecah, " Ucap Dito dengan nada judes.
"Sadis...banget bos, " Ucap Dito yang masih memanyunkan bibir nya menatap ke arah Dito.
"Yasudah.. deh duduk di sini aja!, " Ucap Rena memalingkan wajah nya dari Dito dan melihat ke arah Depan.
...Dito pun kembali menghela nafas menahan semua emosi nya keluar...
"Sepertinya bos, sedang banyak pikiran ya.. dari tadi tarik nafas terus...hehe, " Ucap Rena menatap ke arah Dito.
"Pikir saja sendiri!, " Ucap Dito dengan wajah jutek nya.
"hehehe," Rena yang bingung dengan sikap dari bos nya hanya bisa menggaruk-garuk kepala nya.
__ADS_1
...Hening beberapa saat...
"Kita sebenarnya mau kemana bos, padahal saya lagi nunggu laporan Keuangan bos... dari kepala departemen Keuangan," Ucap Rena menatap ke arah Dito.
"Makan," Ucap Dito dengan jutek.
"Ha!, makan apa dan dimana bos, " Tanya Rena bingung.
"Makan rumput di taman!, " Ucap Dito menghadap ke arah Rena dengan ekspresi datar.
"Rumput bos, kebiasaan baru bos?, jangan lah bos gak sehat,... ingat tubuh kita berarti," Ucap Rena dengan wajah menunjukkan perhatian ke arah Dito.
"Kau...ha!,sudah gila masa saya makan rumput! saya mengatakan itu karena saya tidak suka dari tadi kamu terus saja bertanya!, " Ucap Dito dengan marah namun kali ini nada nya tidak terlalu tinggi hanya wajah nya saja menunjukkan ekspresi marah,(mengerutkan alis, dengan mata yang agak melotot).
"Salah lagi," Ucap Rena dalam hati.
"Siap bos," Ucap Rena sambil memberikan salam hormat.
Rena dan Dito sama-sama diam seribu bahasa sebenarnya ada di benak Rena untuk membahas tentang kerjaan namun karena Rena takut dia salah lagi, Rena hanya diam seribu bahasa dan tanpa jenuh memandang jendela luar mobil.
"Begini... tugas sekretaris," Ucap Dito si moodian.
Rena pun mendengar kata-kata Dito dan langsung segara menengok ke arah bos nya dengan ekspresi panik.
"Kenapa bos, apa saya melupakan sesuatu?, "Tanya Rena.
__ADS_1
"Pikir saja sendiri, " Ucap Dito.
Rena yang dari tadi menahan semua kegondokan yang ada di hati nya akhirnya mengeluarkan keluh kesah nya.
"Bos, tatap mata aku!, " Ucap Rena dengan raut wajah kesal.
Dito pun menatap ke arah Rena, karena jarak nya terlalu dekat ketika Dito menghadap langsung ke arah Rena ia pun merasa kaget karena begitu dekat jika di kira kira mungkin 2 kali panjang jari manis.
Dito pun seakan tak bisa bergerak dengan ekspresi serius yang di tunjukkan oleh Rena, Rena dengan bertumpu kepada dua tangan nya, tubuh nya menghadap kearah Dito begitu pun dengan waja nya.
Namun Seketika ekspresi serius Rena berubah saat ia mulai berbicara.
"Bos.. kenapa saya salah terus, saya kan jadi bingung, kalau saya salah atau bos mau memerintah saya... bos kan tinggal bilang," Ucap Rena dengan memasang wajah bagaikan kucing yang ingin di elus kepala nya.
...Dito menelan ludah nya sendiri karena saking gugup nya ia rasakan....
"Ekspresi apa itu!, " Ucap Dito dalam hati membuang wajah nya ke samping dan menutup mulut nya, daerah pipi nya pun mulai blushing.
"Sudah jangan terlalu dekat!, " Ucap Dito.
"Lagian bos, dari tadi bikin bingung!!, " Ucap Rena yang mulai agak menjauh dari Dito.
"Kita akan makan di restoran, saya lapar, kau juga pasti lapar karena kerja terlalu pagi," Ucap Dito.
"Wah, ... bos terbaik," Ucap Rena mengangkat kedua ibu jari nya.
__ADS_1
....... Selamat Membaca.........