
"Bos,cuma mau nanya tangan nya gapapa kan?" Tanya Rena.
"Apa dia nyindir!, " Ucap Dito dalam hati kemarahan nya semakin memuncak.
Sampai ia memukul meja kaca milik nya.
-prak"prak-
Mendengar suara pecahan kaca Rena pun segera masuk tanpa izin kepada Dito.
Rena yang melihat tangan Dito berumur darah.
Rena pun segera mengambil P3K untuk merawat tangan Dito.
Rena bergegas ke arah Dito yang bahkan tidak perduli dengan tangan nya yang terluka dan tetap melanjutkan mengetik di leptop (meneruskan kerjaan nya) di sofa.
Rena datang membuka kotak P3K lalu membersihkan tangan Dito tanpa persetujuan dari Dito.
"Saya melakukan ini bukan karena saya ingin menarik perhatian bos, tapi saya begini karena saya baik ke semua orang, jangan melakukan tindakan seperti ini lagi bos tulang kita meskipun terlihat kuat namun kenyataan nya rapuh mudah retak jika tulang -tulang bos patah bagaimana," Ucap Rena.
Sebenarnya Dito dari awal sudah berupaya menarik tangan nya namun entah kenapa tenaga Rena lebih besar.
Saat Rena membersihkan tangan Dito ia melihat sosok Rena yang lembut yang membayang -bayangi kepribadian menyebalkan dari Rena.
Dito pun memalingkan wajah nya setelah beberapa detik melihat kearah Rena.
__ADS_1
Rena yang sudah membungkus tangan Dito dengan perban segera menatap Dito dan menunjukkan tatapan tegas.
"Bos, jangan di ulang lagi kasihan tubuh bos marah apalagi tindakan seperti ini hanya merugikan fisik kita bos," Ucap Rena.
"Sudah kalau sudah selesai, pergi sana!, " Ucap Dito memalingkan wajah nya.
Rena menghela nafas.
Dan membalikkan mood nya yang rusak karena bos nya bukan memberikan nya sebuah ucapan terimakasih dan malah di usir.
"Baik, lah bos tangan kiri nya jangan terlalu banyak gerak ya, jangan di buka juga perban nya,"Ucap Rena sambil tersenyum lalu membalikkan badan nya dan segera menuju ke luar pintu kantor milik Dito.
"Kenapa wajah nya...pipi nya besar sekali tapi bibir nya tipis..," Ucap Dito yang terbayang-bayang wajah Rena yang mengejutkan nya ada kesan yang baik terhadap wajah Rena yang sebelumnya mungkin sangat sulit untuk seorang wanita masuk ke pikiran Dito.
"Apa yang aku pikirkan! sialan baru pertama kali aku memikirkan wajah seorang wanita, tidak berguna!!, " Ucap Dito yang kesal terhadap diri nya sendiri.
"Bos, kopi nya, " Ucap Rena.
"Taro di meja!," Ucap Dito acuh tak acuh.
Rena pun menjauh 2 langkah dari posisi memberikan Kopi milik Dito, setelahnya Rena meminta izin untuk keluar dari ruangan bos nya.
Dan bahkan saat mereka bekerja di luar kantor setelah rapat nya selesai Rena tidak dibolehkan mendekati Reno dengan jarak yang sudah di tentukan.
Dito maupun Rena adalah orang yang pekerja keras bahkan sampai malam mereka bekerja tanpa tahu waktu sebenarnya sih, terkhusus untuk Rena sendiri dia memang harus memperbaiki laporan yang salah.
__ADS_1
"Jangan pulang sebelum laporan nya selesai!,"Ucap Dito menatap Rena.
Jam 10 malam Rena tetap memperbaiki laporan yang di buat oleh Gabriel yang banyak melakukan kesalahan sedangkan Dito sedang menganalisis peluang di pasar dan membuat secara singkat analisa menurut nya
10:45 Malam
Saat Rena sudah selesai menyelesaikan tugas nya ia pun memberikan dokumen nya kepada Dito.
Setelah itu Dito memperbolehkan Rena untuk pulang, karena Rena pulang menggunakan bus namun kali ini tampak nya tidak bisa karena terlalu malam, akhirnya Rena memutuskan untuk memesan lewat aplikasi dan menunggu di depan kantor. Namun tidak ada yang merespon sampai jam setengah sebelas malam Rena menunggu dengan sia-sia. Sebenarnya dia juga takut menggunakan aplikasi online takut, driver nya gadungan dan jika dia menaiki bus ia takut di jalan ada perampokan ataupun tindakan kriminal yang lain.
Saat Dito keluar di temani oleh supir pribadi nya yang menjemput nya, Rena memberanikan diri untuk meminta tumpangan kepada bos nya yang sangat galak ini.
"Bos Dito, selamat malam, pak selamat malam... sudah malam sekali ya...hati-hati banyak kejahatan di luar, saya aja takut mau pulang seperti nya saya akan menginap di sini, " Ucap Rena.
"Tidak ada yang boleh menginap di sini kecuali, anda menjadi security baru boleh!, "Ucap Dito.
"Tapi gimana pak, saya sangat menyayangi tubuh saya sendiri, saya tidak bisa beladiri kalau ada yang jahatin saya saat saya sedang jalan sendiri bagaimana, saya juga sudah memesan taxi online tapi nihil..itupun saya tidak sepenuhnya percaya," Ucap Rena.
"Kau ini, bisa tidak membuat ku kesal!," Ucap Dito menatap ke arah Rena sambil dengan mata yang hampir ke luar.
"Masuk mobil!," Ucap Dito yang seperti nya terpaksa.
Mereka ada di dalam mobil seperti biasa Rena berada di depan dengan supir Dito.
"Makasih ya, bos, " Ucap Rena menghadap ke Dito yang duduk di bangku barisan kedua.
__ADS_1
"Anggap saja sebagai biaya, perban,"Ucap Dito memalingkan wajah nya menghadap ke arah jendela mobil.
.......Selamat Membaca..........