CEO Yang Posesif Menerkam Ku

CEO Yang Posesif Menerkam Ku
Epsode 1


__ADS_3

"Selamat pagi bos saya Rena saya adalah asisten baru bos Dito, asisten yang penuh energi, semangat dan selalu senyum," Ucap Rena yang baru saja masuk belum ada 1 menit sudah menimbulkan mood yang buruk kepada Dito.


"S*alan Gabriel kenapa dia memilih asisten wanita yang lembek seperti dia dari penampilan nya saja dan gaya nya berbicara ia terlihat sangat tidak profesional, " Ucap Gabriel dalam hati menatap Rena dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Saya rasa anda harus mengundurkan diri anda tidak cocok dengan pekerjaan ini, " Ucap Dito dengan menatap Rena sangat tajam.


"Ye, dipikir aku takut kali dengan tatapan itu, aku sudah terbiasa di tatap seperti itu saat aku telat membayar uang sewa apartemen, " Ucap Rena dalam hati.


"Maaf, pak saya adalah orang yang pantang menyerah sebelum mencoba, saya rasa saya cocok dengan pekerjaan ini, seperti nya di sini terlalu dingin dan saya jadi penghangat nya," Ucap Rena tanpa takut tersenyum kepada Dito.


Dito menatap Rena dengan sinis.


Lagi-lagi tanpa rasa takut Rena menjawab....


"Bos, maksud saya yang dingin itu adalah Ac nya penghangat nya saya dengan membawakan kopi untuk bos, " Ucap Rena dengan ekspresif dan tampak bahagia raut wajah nya.


"B*doh," Ucap Dito.


"Sudah setua ini masih saja memainkan lelucon yang kampungan kau pikir aku butuh orang seperti mu!, "Ucap Dito dengan ekspresi marah (mengerutkan dahi nya ).


" Maaf Pak tidak mengurangi rasa hormat, saya ras memang bapak butuh saya kalau tidak tidak mungkin ada pembukaan rekruitmen dan seleksi pak untuk jabatan ini, menurut data yang saya dapat dalam sebulan sudah ada 3 yang mengundurkan diri semenjak sekertaris bapak Gabriel yang harus berhenti bekerja, saya rasa bapak butuh saya, saya adalah warna cerah yang tidak akan termakan oleh warna gelap," Ucap Rena sambil tersenyum.

__ADS_1


"Jadi, maksudnya saya yang gelap, gelap!! apa maksudnya, " Ucap Dito dalam hati menahan amarah yang memuncak dalam dirinya.


Yang bisa ia lakukan adalah menggenggam kertas yang ada di samping nya sampai lecek.


-Bos jangan galak-galak susah nyari yang tahan banting seperti dia bos- Pesan Whatsapp dari Gabriel.


Dito mencoba menahan amarah nya.


"Semangat, bos kita pati akan bisa menjadi partner yang bersinergi untuk kemajuan perusahaan, ngomong-ngomong bos 5 menit lagi ada rapat," Ucap Rena dengan santai menghadapi Dito.


Sedangkan Dito masih tertunduk mengatur nafas nya dan mengontrol amarah nya namun ternyata tidak bisa ia merasa engap berada satu ruangan dengan sekertaris baru nya.


Dito berdiri dan berjalan dengan kepalan tangan nya menahan marah menuju ke ruang rapat.


"Pak, apakah rapat nya tidak sebalik nya di mulai?," Tanya Rena.


Rapat di mulai dengan Rena memperkenalkan diri dan selanjutnya sesuai agenda membahas tentang strategi pemasaran yang di usung oleh devisi pemasaran, namun suasana berjalan riuh,


Karena semua sarana di tolak oleh Dito karena strategi yang ditawarkan strategi yang sudah usang termakan zaman.


"Rapat ini hanya untuk sampah seperti ini!, " Ucap Dito menaikan alis nya sebelah.

__ADS_1


Kemarahan Dito melonjak saat tidak ada yang speak up Dito pun mendebrak meja dengan kencang.


Rena tidak kaget dengan sikap bos nya karena dia tahu tentang bos nya dari Gabriel yang menceritakan secara ditail sikap Dito, malah Rena lah yang menyuruh semua yang hadir di rapat itu untuk tenang dan berlawanan dari mana Dito menghadap di situ lah Rena mulai memberikan semangat.


"Semua baik-saja, " bisik Rena ke arah sebarang meja milik nya saat mereka dapat bentakan dari Dito, dan ketika Dito berbalik ke arah meja nya setelah Dito kemabli balik menatap arah bersebrangan Rena menepuk tangan karyawan yang ada di dekat nya untuk menenangkan nya dan untuk yang berada jauh dari posisinya ia memberikan tangan tanda (oke) yang lagi -lagi di tunjukkan untuk menenangkan dan memberikan semangat.


Setelah Dito puas melampiaskan kemarahan nya rapat diakhiri dan Dito hampir keluar dari ruangan namun di tahan oleh Rena.


"Tunggu sebentar bos,"Ucap Rena.


"Jadi maksud bos seperti ini, rencana nya sudah tertinggal jaman namun bos sudah menghargai kinerja kalian namun memang perlu di tingkatkan lagi, bos percaya orang-orang yang ada di sini adalah orang-orang hebat setidak nya punya potensi hebat dann bisa berbuat lebih dari ini, jadi pak bos sangat berharap kepada kalian untuk lebih giat dan lebih tanggap lagi akan perkembangan bisnis di luaran sana," Ucap Rena.


"Siapa anda bisa mewakili saya seperti itu!," Ucap Dito dengan nada tinggi kepada Rena sampai Rena tersentak.


Maaf bos, saya tidak mewakili bos saya hanya menyampaikan apa yang bos katakan selama rapat, satu rencana tertinggal jaman, katanya Divisi marketing hebat-hebat namun kerja nya nihil... belum hebat sih tapi ada potensi hebat dengan kata lain bos bilang seperti itu... terus... , " Ucap Rena.


"Akh!"geram dengan Rena Dito beranjak dari kursi nya tanpa memperdulikan Rena bilang apa.


"Bos, mau kemana, " Ucap Rena mengejar Dito.


Setelah di depan ruangan Dito, Dito berkata:

__ADS_1


"Jangan masuk! kecuali ada yang penting!," Ucap Dito yang menghentikan Rena mengikuti nya sampai ke dalam ruangan.


"Tapi, bos.., " Ucap Rena.


__ADS_2