CEO Yang Posesif Menerkam Ku

CEO Yang Posesif Menerkam Ku
Ternyata Sebegitu berartinya dukungan


__ADS_3

Dito dan Rena pergi mengunjungi rumah pekerja yang bunuh diri, disana terdapat wanita yang sudah berusia menangis sesegukan.


Sudah dapat dipastikan dia adalah orang tua dari pekerja itu.


Ia tidak seperti orang tua dari anak nya yang hanya pekerja bangunan.


Saat di tanya polisi ibu dari orang yang bunuh diri menangis dan menjawab:


"Itu semua adalah kesalahan saya dan keluarga saya, saya juga menyayangkan prinsip keluarga kami, tadi malam saya berdebat sangat hebat karena suami saya tidak mau melihat jenazah anak nya untuk terakhir kalinya.


"Suami saya adalah seorang yang memiliki prinsip dia tidak akan menerima anak nya yang gagal, anak saya Anthony memang lebih buruk dari yang lain soal prestasi, anak saya yang pertama sudah menjadi dokter dari Universitas ternama, dan anak saya yang kedua sudah menjadi pengusaha bisnis , anak saya Anthony bukan seseorang yang malas berusaha, ia selalu berusaha untuk membuat bisnis nya sendiri ataupun untuk menjadi dokter namun semua gagal, karena memang nya dia tidak memiliki dasar untuk itu jika dia mengejar hobi nya menggambar mungkin dia akan sesukses seperti kakanya, ia menghentikan hobi nya karena mengejar yang semu yang ia harapkan akan membuahkan hasil seperti kakak- kakak nya namun tidak selancar itu, bisnis dan kuliah nya brantakan, kesal dengan semua itu suami saya mengusir Anthony,... dia pasti sendiri disini... dan merasa terpuruk ...., " Ucap Ibu Anthony.


Melihat ibu dari Anthony yang menangis dengan sangat sendu membuat empati dari Rena bergerak ia mendekati ibu Anthony dan mengelus punggung nya seraya menenangkan nya.


"Aku sadar dukungan orang tua memang sangat lah berarti, karena seringkali kita sebagai manusia di landa kebingungan tentang siapa diri kita,sering kali untuk sukses kita mengikuti jejak orang lain tanpa tahu apa yang kita mau dan dimanakah bidang kita, kita sering terpacu oleh pandangan orang lain terhadap kita tanpa kita memperkuat identitas diri kita sendiri yang berasal dari panggilan di dalam hati, saat seseorang bingung banyak kegagalan menimpa hidup nya bahkan dia tidak tahu dia mau apa di dunia ini apa yang ia kejar support sangat di butuhkan namun keluarga nya yang paling dekat malah mengabaikan nya bagaimana dia tidak kecewa akan hal ini bagaimana dia tidak punya hasrat untuk bunuh diri," Ucap Rena dalam hati.


"Kami juga menemukan sebuah buku catatan, " Ucap salah satu personel polisi.


Saat itu Dito ada di sana ia melihat mata Rena yang berkaca-kaca ia baru mendapatkan seseorang dengan empati yang sangat tinggi seperti Rena.


"Ada orang seperti dia,... dan mungkin dia satu-satu nya," Ucap Dito dalam hati.


Dito yang melihat ke arah Rena kemudian setelah itu menarik pandangan nya karena takut ketahuan Rena,ia memandangi nya....


...Handphone Dito berdering......


..."Kring, kring,,,"...


Setelah itu Dito keluar ruangan dan mengangkat telepon yang ternyata dari ajudan nya...

__ADS_1


Hari ini sudah sore... dari waktu siang sampai... sore penangkapan orang yang di duga oknum wawancara itu mau membuka mulut nya siapa yang menyuruh nya.


Bos yang ternyata terlibat dengan wartawan itu adalah orang dari perusahaan Dorita.


Sebuah perusahaan yang di tolak oleh Dito kerjasama nya, perusahaan yang menyediakan furniture (karena perusahaan Dito adalah perusahaan arsitek dan juga mencangkup kontruksi/ pembangunan).


"Lepaskan dia!, " Perintah Dito untuk melepaskan wartawan yang berbuat ulah.


"Perusahaan kecil ternyata.., " Ucap Dito.


Dito pun kembali keruangan dan melihat Rena yang memeluk ibu Anthony dengan sangat hangat nya.


"Ibu, jangan berlarut-larut seperti ini nanti Anthony nya juga sedih di sana, " Ucap Rena.


"Hiks...hiks..saya sedih, hanya saya yang datang, " Ucap ibu Anthony.


Setelah penyelidikan selesai dan Dito dan Rena berpamitan untuk pergi kembali bekerja....


"Siap ibu, ibu yang tabah ya, " Ucap Rena.


Di dalam mobil Dito yang penasaran menanyakan tentang janji apa yang dibuat Rena dengan ibu Anthony.


"Memang nya apa yang kau janjikan!mau kemana kamu malam ini!, "Tanya Dito.


"Ada janji dengan ibu dari pak Anthony, " Ucap Rena.


"Janji buat apa?, "Tanya Dito.


"Untuk... rahasia," Ucap Rena sambil tersenyum.

__ADS_1


"Bos,kenapa ya seseorang bisa memiliki kepribadian yang keras kepala?, " Tanya Rena.


"Apa maksud mu! nyindir! memang nya kenapa kalau aku punya kepribadian keras kepala!," Ucap Dito marah.


"Sabar dulu bos, bos maksud saya bukan bos tapi keluarga Anthony kenapa ya?.. padahal anak nya sudah dinyatakan tewas ayah nya masih kaku pada prinsip nya, " Ucap Rena.


"Tidak tahu, " Ucap Dito menjawab dengan acuh tak acuh sambil membaca dokumen pekerjaan nya.


"Kenapa ya?, " Rena bertanya -tanya.


"Dari pada kamu memikirkan hal yang tidak jelas lebih baik kamu membacakan dokumen ini dengan suara yang lancar dan keras!," perintah Dito.


Dito pun memberikan dokumen itu kepada Rena, Rena mulai membacakan nya sedangkan Dito mendengarkan dengan khusuk.


Saat Rena membacakan dokumen tersebut Dito melihat wajah Rena yang sedang fokus membaca.


"Bibir nya kenapa segar sekali seperti jus orange yang diminum pada saat siang hari sedang panas-panas nya."Dalam pikiran Dito.


"Apa yang aku pikirkan!, " Dito yang kembali dalam kesadaran nya.


"Baca dari awal saya tidak fokus dari tadi!, " perintah Dito kepada Rena.


"Oke, siap bos, " Ucap Rena tanpa membantah.


..... Selamat Membaca....


sketsa


__ADS_1


...


__ADS_2