Cerita Cinta Najendra

Cerita Cinta Najendra
Seseorang Misterius (2)


__ADS_3

Setelah pergunjingan mengenai lelaki misterius yang tiba-tiba muncul dalam lingkup Nadia, Jendra semakin memperketat penjagaan nya di rumah sakit untuk menjaga gadis kecilnya itu dari hal-hal yang tidak di inginkan, rasa khawatirnya pada sang gadis begitu besar, ia tidak mungkin tinggal diam jika mengenai keselamatannya.


Lelaki bermata hazel itu kini menyesap nikotin nya di sebuah cafe yang tidak jauh dari rumah sakit tempat Nadia di rawat.


Baru saja jari yang sedang menghimpit sebuah nikotin itu ia dekat kan ke bibirnya, sebuah tangan menahan nya menyesap lagi gulungan nikotin itu.


"Udah, nanti lo batuk" ucap orang itu


"Baru juga satu" jawabnya acuh


"Gue gak buta" ucap orang yang sedang berada di hadapan Jendra, yang ternyata adalah sahabatnya Arza.


Arza melihat potongan puntung rokok yang berada di dalam asbak, sudah terhitung 6 batang di asbak itu, bisa di bilang Jendra sudah menyesap 7 gulungan kepulan asap dalam mulutnya.


Arza menghembuskan nafasnya kasar lalu duduk di kursi yang tersedia di sebrang Jendra.


"Lo mau mati sebelum Nadia sadar ya?" Umpat Arza ketika lagi-lagi Jendra hendak mengambil gulungan nikotin yang masih berada dalam kotak nya


Tidak ada jawaban dari Jendra, ia hanya mengurungkan niatnya untuk melanjutkan kegiatan merokok nya, ia mengusap wajahnya kasar.


"Tolol" lagi-lagi umpatan terdengar dari mulut Arza.


"Lo" hanya itu yang Jendra ucapkan selama kedatangan Arza di depan nya.


"Lo njing" jawab Arza lagi dengan mendelikan matanya


Jendra hanya merotasi kan bola mata nya malas, ia memilih diam dari pada harus meladeni sahabatnya itu, pokus nya kini masih pada seorang gadis cantik yang masih berada dalam kamar rawat inap.


Menyesap sebuah nikotin pun itu hanyalah pengalihan nya, Jendra terbilang sangat jarang menyentuh benda itu, bahkan bisa dalam hitungan jari, namun jika lelaki itu sudah menyentuh nya berarti ia sedang tidak bisa di katakan bahwa ia baik-baik saja.


"Soal cowo yang tadi masuk ke kamar rawat Nadia Lo mau selidiki?" ucap Arza yang melihat raut wajah Jendra


"Tau dari mana Lo?" Jendra mengkerutkan keningnya, pasalnya saat terbangun dari tidurnya ia tidak mengatakan apapun bahkan ia langsung kesini tanpa mengatakan pada siapapun.


"Adek lo"


Jendra hanya berdehem menjawab ucapan Arza, lalu ia merogoh saku celananya, menarik sebuah kertas dan menaruh itu di depan Arza.


Dengan sigap Arza langsung melihat sebuah kertas itu, secarik kartu nama dengan bertuliskan


"SAGA PRASETYA MAHESA"


Arza mengkerutkan keningnya pasalnya ia tidak mengenali nama ini, tapi ia merasa ada sedikit yang menjanggal entah apa itu.

__ADS_1


"Dia ngaku kalo dia Kakak kandung Nadia"


"HAH?"


(⁠つ⁠✧⁠ω⁠✧⁠)⁠つ


Setelah perbincangannya dengan Arza, Jendra menerima usulan untuk menceritakan dulu semuanya kepada Anggota inti Aodra, mengingat mereka sudah menunggu nya sejak ia tertidur di sisi Nadia


Kini mereka sudah berkumpul di sebuah sofa di ruang rawat inap Nadia, jarak sofa dan tempat tidur Nadia tidak terlalu jauh tapi di pastikan itu tidak akan membuat Nadia terganggu.


Tanpa basa basi Jendra menaruh kartu nama tadi di atas meja yang sedang mereka lingkari, semua orang di sana mengernyitkan kening tak mengerti.


"Itu kartu nama orang yang tadi tiba-tiba masuk ke sini"


Dengan cekatan Riri langsung mengambil secarik kartu nama itu, ia mengerutkan keningnya saat membaca nama belakang orang itu.


"Dia ngaku sebagai kakak kandung Nadia"


"HAH?"


beo semua orang, terdengar gila bukan


"Gila aja orang yang kita gak kenal tiba-tiba ngaku jadi kakak kandung Nadia" sahut Haikal


"Sut" Riri menempelkan jari telunjuk nya tepat di depan bibirnya, menginterupsi mereka agar diam


"Marga nya" tunjuk Riri pada kepanjangan nama lelaki itu


Bintang yang memang berada di sebelah Riri kini ikut melihat kartu nama itu.


"Marga Nadia apa?" Tanya nya pada Jendra


"Mahesa"


Bintang langsung merebut kartu nama itu dari tangan Riri, dan menaruh nya di meja kembali.


ia menunjuk kepanjangan nama dari kartu nama itu "Sama"


Deg!!!


Semua atensi langsung mengarah pada Nadia yang kini masih terbaring lemah di atas kasur rumah sakit.


"Apa mungkin dia beneran Kakak kandung Nadia?" Tanya Daffa yang sejak tadi diam

__ADS_1


"Gue yang bakal mastiin sendiri" jawab Jendra sambil menunjukkan sebuah room chat di handphone nya, tadi sejak mendapatkan usul dari Arza, Jendra langsung menghubungi nomor yang tertera di kartu nama itu.


Jendra ingin membereskan semua kekacauan ini satu persatu.


Puk


"Tolong jaga Nadia" ucapnya sambil beranjak dari duduknya


"Perlu gue temenin?"Arza menawarkan


"Gak usah, cukup taro beberapa anggota buat ngawasin gue dari jauh"


Arza mengangguk setuju, setidaknya ia masih bisa mendapatkan informasi dari anggota nya tentang keadaan Jendra nanti.


"Awasin setiap sisi rumah sakit, jangan sampe kejadian tadi ke ulang lagi, hubungin gue kalo terjadi apa-apa"


Mereka semua mengangguk patuh.


Sedangkan Arza ia mengerutkan keningnya kala melihat lagi secarik kartu nama itu


"Huh pantes gue ngerasa ada yang janggal, marga nya ternyata"


****


Jendra memasukan ponselnya kala ia sudah melihat seseorang yang ia temui, ia cukup hebat dalam ingatan, walaupun ia hanya melihat wajah lelaki tadi sekian menit, ia dapat mengingat mulai dari wajah sampai ke perawakannya.


"Permisi" ucap Jendra memandang lelaki di depan nya, walaupun tidak kenal lelaki itu tetap menjaga sopan santunnya, karena dari perawakan lelaki di depan nya ini, ia sudah tau bahwa lelaki ini lebih tua darinya.


"Selamat datang Najendra, silahkan duduk" jawab lelaki itu menunjukkan kursi di depan nya.


Kini mereka berdua ada sebuah cafe di tengah-tengah kota yang tak terlalu jauh dari rumah sakit, Jendra yang memilih sendiri lokasinya agar ia tidak terlalu jauh dari rumah sakit, berjaga-jaga sewaktu-waktu ada hal yang tidak di inginkan.


"Perkenalkan Saga Prasetya Mahesa" ucapnya sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Jendra


Dengan sigap Jendra menerima tangan itu dan menyebutkan nama panjangnya.


"Najendra Aji D"


"D? Apa itu D?" Tanya Saga lelaki yang saat ini duduk di sebrang Jendra


"Tidak tau, orang tua saya yang memberikan nama saya begitu" jawabnya dengan tenang


Di sebrang sana Saga terkekeh pelan " baiklah, apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Saga yang kini sedang menatap Jendra datar

__ADS_1


"Siapa anda?" jawab Jendra


Menaikan sebelah alisnya, Saga terkekeh pelan dengan pertanyaan Jendra, rupanya lelaki di depan nya ini sangat ingin tau siapa ia yang sebenarnya.


__ADS_2