Cerita Cinta Najendra

Cerita Cinta Najendra
Penghianat


__ADS_3

Kalo lo gak bisa punya tanggung jawab keluar lo anjing"


Bugh!


Brak!


Satu pukulan dan satu tendangan kepada meja yang ada di depan nya, raut wajahnya memancarkan permusuhan yang sangat dalam, membuat siapa aja yang melihat nya beringsut takut.


"You know? You're just an insect here, and I don't need a traitor like you, mau lo ada ataupun gak ada pun di antar gue sama mereka itu gaakan bikin impact apa-apa ngerti lo?" Ucap nya dengan menunjuk para anggotanya yang hanya diam menyaksikan


"Gue akuin gue salah, maafin gue bang, kasih kesempatan gue buat bertahan disini" jawab orang itu


"Lo tau Fi? lo adalah salah satu adek gue disini, gue udah anggap lu bukan hanya sekedar lo anggota gue, tapi setelah penghianatan lo, gue cabut kata-kata gue buat bilang kalo lo adek gue anjing"


Bugh!


Bugh!


Tendangan dan pukulan pada rahang Raffi yang saat ini sudah terkapar lemah, ya Raffi dia adalah orang yang sudah Jendra anggap adik nya sendiri, tapi sayang nya Penghianatan ia tercium oleh Jendra, murka lelaki itu sangat murka.


kecewa dalam dirinya membuat ia ingin membunuh orang yang saat ini penampilan sudah tidak beraturan, muka yang penuh dengan lembam, sudut bibir yang mengeluarkan darah segar, tidak ada yang berani melerai ataupun menahan, semuanya tau rasa kecewa Jendra saat ini, mereka sama kecewa nya dengan Jendra.


"Menghilang dari hadapan gue, mau lo mati, mau lo hidup terserah, sampe lo nampilin lagi batang hidung lo depan gue, gue gak akan segan-segan buat bunuh lo, loser" Jendra sambil menarik kerah orang itu yang masih setia duduk dengan tangan yang ia satukan di depan dada.


"Cih, Lo bahkan gak pantas buat hidup Fi, harusnya gue seret lo ke neraka dan gue yang jadi algojo lo di neraka, nyiksa lo tanpa ampun sampe badan lo tinggal tulang" Jendra dengan meludah ke samping nya.


"Gue masih punya hati buat gak bunuh lo sekarang ya anjing, penghianat tetap penghianat dan gue gak butuh lo ada di antara hidup gue"


"Pukulan terakhir buat lo"


Bugh


Bugh


Bugh

__ADS_1


Bugh


"Bawa dia pergi, gue gak Sudi liat muka penghianat kaya dia" ucap Jendra pada anggota nya


"Dengerin gue! sampe ada kejadian kaya gini lagi, bukan cuman pelaku penghianatan yang gue abisin, tapi lo semua, Aodra gak pernah butuh anggota bajingan kaya dia, ngerti lo semua?" Teriak Jendra yang masih mengeluarkan emosi dalam dirinya.


"Siap bos" jawab semua serempak


AODRA


Sebuah Geng motor yang masuk dalam golongan geng motor yang di segani setiap kalangan, di segani karena kekuasaan dan kekuatan nya, strategi nya tidak pernah salah, Geng motor yang tidak pernah di cap jelek oleh setiap orang, yang selalu menjadi garda paling depan ketika ada permasalahan, kerap kali menjadi donatur di setiap panti asuhan dan orang-orang yang kurang mampu.


Jendra lah ketuanya, ketua Aodra, ketua paling di segani di setiap kalangan Geng motor, keahlian dalam bela dirinya tidak bisa di ragukan lagi, kecerdasan otaknya dalam strategi musuh tidak pernah meleset, untuk itulah kenapa Jendra bisa menjadi Ketua Aodra.


Jendra yang mempunyai dua sisi yang berbeda, di sisi Jendra yang kalian kenal, sebagai Jendra yang hangat dan penyayang, tentu itu semua hanya ia tunjukan kepada Nadia dan orang-orang yang ia merasa sudah cukup dekat dengan dia.


Lalu Jendra di sisi sang ketua Aodra, tegas, mata tajam, bringas, keras, dan dingin, Jendra bisa menjadi kedua nya.


Nadia yang bahkan sampai saat ini tidak tau siapa sebenarnya Najendra aji D itu, yang selalu ia panggil dengan sebutan Kakak, yang gadis itu tau hanyalah, Kakak yang baik, dan Kakak yang kerja nya di Cafe shop mungkin hanya itu yang akan gadis itu katakan.


Masih dengan kekacauan di markas, Jendra bahkan tidak berniat untuk membersihkan semuanya kekacauan yang terjadi, berdiri di depan anggota nya, dengan tangan yang ia taruh di meja matanya yang menatap ke depan, matanya yang menatap satu persatu anggota nya.


Berdiri dengan tegak ia menatap lurus pandannya, sebagai ketua yang di segani, ia harus terlihat tegas bukan? Sorot kecewa di matanya masih terpancar.


Memundurkan langkah nya ke belakang, menyatu dengan anggota inti yang sejak tadi setia berada di belakang nya,


"Za" panggil Jendra


"Ya"


ARZANA DIRGANTARA


tentu kalian sudah tidak asing dengan nama ini, sahabat kecil Jendra yang paling dekat dengan lelaki itu, Arza adalah sahabat sekaligus tangan kanan Jendra, Arza menjabat sebagai Wakil Ketua dari AODRA.


"Daf"

__ADS_1


"Ya"


"DAFFA PRASETYA"


Masuk ke dalam anggota inti, ahli dalam bidang hacker, ia sering di sebut dengan sebutan, Daffa.


"Bin"


"Yo"


BINTANG ADIWIJAYA


Masuk ke dalam anggota inti, bintang adalah salah satu penembak handal yang Jendra pilih untuk bisa masuk dalam anggota inti.


"Haikal"


"Naon"


HAIKAL SAPUTRA


Masuk ke dalam anggota inti sebagian pertahanan, bela dirinya yang tidak bisa di ragukan membuat ia menjadi benteng bagi Aodra.


"Gue harap, ini adalah penghianat terakhir bagi Aodra, gue gak akan pernah segan-segan buat hukum orang yang berkhianat, jadi kalo lo ada niat berkhianat sama Aodra gue saranin lo nyerahin diri dari sekarang" ucap nya dengan melihat satu persatu mata yang saat ini menatap nya.


Sahutan demi sahutan Jendra dengar dari mereka, yang sanggup bertahan dan tidak berkhianat pada Aodra begitupun pada Jendra, sang Ketua.


"Dra mau balik ke tujuan awal gak?" Tanya Arza


Jendra mengangguk karena pasalnya mengumpulkan mereka disini bukan lah tujuan untuk melihat orang yang berkhianat tapi ada tujuan lain, tapi ternyata informasi demi informasi dari anggota nya Jendra mengetahui penghianatan dalam Aodra.


"Oke kita balik ke topik awal kenapa gue kumpulin kalian disini, ikut gue" ucap Jendra dengan melangkahkan kakinya


Ratusan anggota Aodra menggiring kakinya mengikuti langkah Jendra serta anggota inti, di sebuah ruangan yang sudah di persiapkan, terlihat sebuah proyektor yang menyorot tembok putih dalam ruangan itu.


Jendra mendekati laptop yang sejak tadi sudah menyala, mengotak-atik nya beberapa waktu, slide demi slide tertampil dalam proyektor itu.

__ADS_1


__ADS_2