
Masih di tempat yang sama di atas pengakuan lelaki asing yang mengaku dirinya Kakak kandung dari Nadia.
Melihat reaksi dari kini Saga terkekeh geli, ia mendekati Jendra lalu menatap datar lelaki itu, memutari tubuh lelaki itu dengan tangan di masukan ke dalam celana kain nya.
"DARTAMA! siapa yang tidak tahu nama itu? nama yang terdengar tidak asing di setiap orang, di setiap penjuru kota ini, reaksi anda sangat membuat saya merasa geli Tuan Najendra, apakah saya orang satu-satunya yang mengetahui siapa anda?" Ucapnya sambil menaruh tangan itu di dagunya
"Ah sepertinya tidak, ada Carissa Dara Shana W atau lebih tepatnya Carissa Dara Shana Wijaya, kembali lagi dengan nama yang tidak asing bukan? WIJAYA! Sebuah nama yang mungkin tidak semua orang tau tapi tidak sedikit juga yang tidak tau, Sepupu anda yang selalu di sebut dengan nama singkatan Riri benar?" Ucapnya dengan menatap setiap jengkal mata Hazel Jendra
Beruntung cafe saat ini sedang dalam keadaan tidak terlalu ramai dan mereka yang duduk paling pojok membuat mereka tidak terlalu di perhatikan oleh sekitar.
"Ah ada satu lagi, Arzana Dirgantara, seorang lelaki yang menjadi saksi atas kehidupan tuan muda Najendra Aji Dartama, yang selalu mendampingi nya seja kecil, tapi jelas tidak ada yang di tutupi dari lelaki ini, ia bahkan dengan terang-terangan mengakui bahwa ia dari keluarga kaya raya yang di sebut dengan keluarga Dirgantara, marga yang cukup populer di para kalangan kantor" ucap Saga lagi-lagi membuat Jendra tertohok.
Sebuah pakta yang mengejutkan kini terungkap dari bibir Saga, lelaki yang sempat mengaku menjadi Kakak kandung Nadia, tidak di sangka ternyata ia menggenggam semua rahasia di balik nama Nejendra.
DARTAMA
Sebuah nama yang tidak asing di telinga setiap orang di sudut kota ini, siapa yang tidak tau nama itu? Sebuah keluarga kaya raya bermarga Dartama pemilik perusahaan terbesar di kota ini, lalu apa yang di maksud dari ucapan Saga?
Seorang lelaki bermata hazel satu-satunya anak dari keluarga Dartama, anak tunggal kaya raya yang memiliki aset di setiap sudut kota, memiliki cabang perusahaan dimana-mana, siapa yang tidak kenal dengan tuan Dartama?
__ADS_1
Kepintaran dan kebengisan nya dalam urusan bisnis yang sellau di segani setiap kalang atas, usaha nya yang sudah sangat sukses di usia muda, Tuan Dartama termasuk jajaran orang penting di negara ini, Tidak heran jika ia di kenali oleh setiap orang di penjuru kota ini, siapa sangka tuan Dartama mempunyai anak laki-laki yang nantinya akan menjadi penerus bagi dirinya? Najendra Aji Dartama , itulah nama aslinya.
Tidak banyak yang tau bahwa ia adalah anak dari orang yang selalu di segani itu, desas desus anak dari tuan Dartama ini sempat heboh pada jaman nya, hingga saat ini redup tentu karena ada uang tutup mulut kepada media.
Tak jarang Jendra menolak tegas ia di publikasikan oleh ayah nya itu, dengan alasan yang tak masuk akal menurut ayahnya.
"Aku gak mau di hormati sebagai anak ayah, aku gak mau di segani hanya karena marga Dartama, cih aku malas melihat orang-orang menjilat seperti orang-orang menjilat ayah hanya untuk sekedar mendapatkan pangkat tinggi, aku mau jadi diri aku sendiri tanpa harus di iming-iming kalo aku anak ayah" ucap lelaki bermata hazel itu
"Bukankah itu sudah seharusnya? Kamu yang akan jadi penerus perusahaan ayah nantinya, lihatlah ibu mu ia terus-menerus meminta ayah mempublikasikan kamu sebagai pewaris tunggal Dartama" jawab sang ayah
"Huh selalu ibu yang menjadi senjata ayah, soal ibu biar aku yang ngomong, dan keputusan aku tetep gak akan pernah berubah, aku gak mau ada desas desus tentang aku lagi di media, atau aku bakal nekad lebih dari ini" jawab lelaki itu dengan kaki melangkah keluar.
Lelaki paruh baya itu bangkit dari duduknya, membalikkan tubuhnya untuk berbicara pada sang sekretaris.
"Tom, urus desas-desus di media tentang anakku, buat mereka semua bungkam atas pengakuan itu, anak itu bisa semakin nekad jika permintaan tidak di penuhi" ucap Dartama kepada sekertaris nya yang bernama Tomi.
"Baik tuan" jawab lelaki bernama Tomi itu dengan membungkukkan badannya.
Lelaki itu segera pergi dari hadapan Dartama, membawa tubuhnya menuju kantor media yang sudah membuat berita tentang anak dari tuan Dartama.
__ADS_1
"Anak itu selalu saja merepotkan"
........
"Bagaimana tuan Najendra tentang pengetahuan saya? Anda cukup puas atau saya cukup mengagetkan anda?"
"Sial sial sial, siapa sih dia? Atau dia orang suruhan ayah?"
"Huh apakah anda adalah orang suruhan dari ayah saya? Kedok anda terlalu ketara tuan" jawab Jendra dengan di iringi dengusan
"Tentu bukan? Bukankah saya barusan menyampaikan untuk tes DNA atas pengakuan saya menjadi Kakak kandung Nadia?, awalnya saya hanya ingin melihat siapa yang laki-laki yang membuat adik saya menjadi liar seperti ini, tapi siapa sangka, saya mengorek sebuah fakta yang mengejutkan, adik kecil saya di dekati oleh tuan muda Dartama! Hah baiklah adik saya termasuk beruntung dengan suka rela di dekati oleh pewaris tunggal Dartama" ucap Saga tenang
"Kalula gak tau apa-apa tentang semua ini!" Ucap nya dengan tekanan di setiap perkataannya
"Tentu saya tau tuan muda, anda tidak mungkin membocorkan diri siapa anda bukan? Bahkan kepada adik saya sekalipun, ahhh sepertinya adik saya itu tidak terlalu dekat dengan anda sampai tidak tau informasi sepenting ini, tapi sepertinya bukan adik saya yang harus menggali informasi tapi bukankah harusnya anda yang memberikan nya informasi tuan?" Ucap Saga dengan menaikan sebelah alisnya.
Saga mengikis jarak antara dirinya dan Jendra, hingga ia memajukan tubuhnya dan memberhentikan bibirnya tepat di samping telinga Jendra "Anda akan dalam masalah besar tuan muda, adik saya tidak suka di bohongi"
Sial seribu sial semua perkataan yang muncul dari bibir Saga membuat nya mati kutu bahkan tidak bisa bergerak sekalipun, semuanya benar dan bahkan ketika ia mengatakan bahwa Nadia tidak suka di bohongi pun adalah perkataan yang sangat benar, sudah sejak lama Jendra ingin mengatakan semuanya kepada gadis itu tapi rasa takut dan rasa khawatirnya terlalu besar semuanya hinggap di kepala Jendra sampai pada akhirnya ia di tempat ini di pertemukan dengan orang yang cukup gila menurut nya orang yang cukup membuat Jendra tertohok sekaligus terdorong dalam waktu yang sama, terdorong untuk segera membeberkan semuanya pada Nadia
__ADS_1