
Proyektor itu kini menampilkan sebuah data yang sudah Jendra lihat terlebih dahulu.
"Kalian tau dia?", tunjuknya pada proyektor yang menampilkan sebuah foto dan data lengkap seseorang.
"Dia salah satu orang yang harus kalian awasi, gue gak mau tau cara kalian gimana tapi yang pasti gue mau kalian awasi gerak gerik dia" tunjuknya lagi
Proyektor yang menampilkan sebuah data
NiRWANSYAH BARA SAMUDRA
seorang lelaki yang sempat Jendra pertanyakan siapa dia, setelah mengulik informasi demi informasi, ia mengetahui orang itu, dia adalah pertahanan dalam kubu lawan, jarang di turunkan ke lapangan, hanya di butuhkan ketika terdesak.
Mungkin bagi orang lain menganggap kubu lawan sangat kuat hanya untuk di jatuhkan, tapi tidak bagi Jendra, Jendra menyukai hal yang menarik atensi nya dalam berperang.
Dalam proyektor itu kini Jendra menggeser slide selanjutnya.
HAIDAN
Memegang posisi ahli sniper dari kubu lawan, termasuk dalam deretan orang yang harus di awasi ketat, mendengar informasi, Haidan tidak pernah salah dalam strategi sniper nya.
Reyhan Aditya
Memegang posisi sebagai wakil ketua dari kubu lawan, di kenal sebagai wakil ketua paling bengis di antara Geng motor lainnya, bringas, dan terkenal dengan kelicikan nya.
"Saingan maneh Za" Haikal bicara pada Arza
"Kecil" jawab Arza sambil terkekeh
Jendra menggeser slide terakhir yang ia tampilkan di proyektor. Melihat gambar itu dengan tatapan dingin nya.
Alfaro Pratama
target utama yang saat ini dalam tujuan Jendra, lelaki yang saat ini menjalani hubungan dengan gadis kecil nya, Nadia, ya Alfaro adalah kekasih dari Nadia, lelaki yang selalu menghilang bagai di telan bumi lalu kembali lagi dengan tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
Alfaro adalah ketua dari Geng motor BRUISER, yang saat ini menjadi tujuan Jendra, Jendra kerap mendapat laporan bahwa Geng motor bruiser selalu membuat onar, sekitar seminggu yang lalu ia mendapatkan informasi dari kepolisian, saat tengah malam seorang remaja di begal oleh segerombolan motor yang ugal-ugalan, saat di telisik ternyata mereka adalah anggota dari Bruiser.
"Dia orang yang pertama harus kalian awasi, ketua BRUISER, jangan pernah lengah, sebelum lebih banyak lagi korban dari kenakalan Geng mereka" ucap Jendra sambil menunjuk data Alfaro.
Setelah satu persatu Jendra menunjuk data yang harus anggota nya awasi kini tinggal pembagian tugas yang harus anggotanya lakukan, Jendra tidak turun tangan untuk hal ini, ia menyerahkan nya kepada anggota inti, ia sudah cukup lelah ia ingin membersihkan diri dan mengistirahatkan tubuhnya.
Kini di depan semua anggota inti Aodra terdiri ratusan anggota Aodra yang sejak tadi menunggu atas pembagian tim yang di tugaskan oleh Jendra
Anggota inti masih melingkari sebuah meja yang tepat membelakangi anggota Aodra, di bundaran meja itu terdapat gambar yang memperlihatkan setiap sisi tim.
Setelah berembuk anggota inti kini menghadap ke semua anggota yang sudah menunggunya.
"Oke perhatian semuanya" Arza mulai berbicara, Semua anggota kini fokus terhadap anggota inti.
"Gue selaku wakil ketua Aodra mewakili ketua kita semua, Jendra, buat membagi tim atas tugas yang di kasih Jendra, kalian bisa liat layar proyektor di depan buat tau tim yang udah gue bagi" ucap nya sambil menunjuk proyektor di depan.
Hanya sebagian dari anggota yang terpilih untuk melakukan perintah dari Jendra.
Setelah menyelesaikan semua tugas nya, anggota inti kini berada di ruang khusus anggota inti, sibuk dengan kegiatan nya masing-masing.
"Pait Uyah anying maneh hayang kawin nya? (asin anying lo pengen nikah ya?" Ucap Haikal sambil memakan tumis kangkung yang sudah di buat oleh Arza.
"Pala bapak lo pait njing" jawab Arza yang sedang sibuk dengan alat masaknya
"Aa, sini gra" panggil Haikal pada seseorang
"Apa" jawab bintang yang datang membawa gelas di tangan nya
Yang di panggil Haikal memunculkan dirinya dengan membawa gelas di tangan kanan nya, memang sejak masuk ke dalam Aodra Haikal sering memanggil Bintang dengan sebutan Aa, karena lebih tua katanya.
"Cobain" ucap nya sambil menunjuk tumis kangkung yang ia coba tadi.
Bintang menuruti kemauan Haikal dengan mengambil tumis kangkung itu, Haikal dengan fokus memperhatikan ekspresi Bintang yang baru memasukkan tumis kangkung ke dalam mulutnya.
__ADS_1
"Gimana? Enak kan?" Ucap Arza yang tiba-tiba muncul di depan mereka.
"Kebanyakan garem" ucap Bintang
"Tuh kan anying ceuk aingge naon" (tuhkan kata gue juga apa) ucap Haikal dengan tangan menunjuk Arza memakai sendok di tangannya
"Bacot bocil" jawab Arza
Bintang berjalan meninggalkan mereka untuk mengambil air minum, perdebatan kecil antara Arza dan Haikal masih berlangsung, Bintang hanya menggeleng kan kepalanya melihat mereka berdua.
Pasalnya sudah biasa mereka berdua debat untuk hal-hal yang bisa di bilang spele.
╰(⸝⸝⸝´꒳`⸝⸝⸝)╯
Sedangkan di sisi lain Jendra yang kini sudah berada di tempat tinggalnya, sudah jauh lebih segar dari sebelumnya.
"Hahh" hembusan nafas beratnya terdengar, setelah banyak nya aktivitas yang harus ia lakukan sejak kemarin, ia bahkan melupakan istirahat nya, semalam saat di kost Nadia Jendra baru bisa memejamkan matanya jam 4 pagi, terhitung hanya 2 jam ia tidur.
Belum lagi ia harus kembali ke markas untuk mengumpulkan anggota nya, dan di luar dugaan juga ternyata ia mendapatkan informasi bahwa dalam anggota nya ada penghianat sedikit menguras tenaga untuk menyingkirkan penghianat itu.
Setelah mendudukkan dirinya di pinggir tempat tidur, Jendra mengambil handphone yang sejak tadi tidak ia sentuh sama sekali, membuka aplikasi bertukar pesan disana, terdapat beberapa bubble pesan dari Nadia yang menanyakan dirinya sedang Dimana.
"Kakak lagi dimana?"
"Riri udah pulang tau, terus sekarang ana gak tau mau ngapain"
"kak?"
"kamu di culik om-om ya? Udah se jam lebih gak bales chat ana😡"
"huh sudahlah, kakak sama Riri sama aja, sama-sama ilang di telan bumi"
Membaca satu persatu bubble pesan yang di kirimkan Nadia, Jendra mengetikkan beberapa pesan kepada gadis itu, ia menunggu beberapa saat tapi tidak ada balasan dari Nadia mungkin tidur pikirnya.
__ADS_1
Jendra merebahkan tubuh jangkung nya di tempat tidur, tujuan nya hari ini ingin mengistirahatkan tubuhnya, selang beberapa menit suara dengkuran halus terdengar, terlelap dalam tidurnya.