Change Is Gendut

Change Is Gendut
Pilihan


__ADS_3

Kalian perna tidak merasakan menjadi salah satu lelaki tampan dan terkenal dikalangan gadis-gadis di Sekolahmu, membuat dirimu sombong akan apa yang kamu miliki? Namun kebahagiaan itu tidak bertahan lama ketika aku dari lelaki tampan yang dikagumi perempuan di Sekolahku menjadi perempuan gendut yang dibully di sekolahku. Dari Rey yang terkenal di sekolah menjadi Naira yang dibully.


Plak!! sebuah tamparan buku mengenai kepala.


"Hei gendut! Hari ini kamu jadikan ngerjakan tugas kami?" segerembolan gadis-gadis berkumpul dimeja Naira.


"Sudah Mel, ini tugas matematika yang aku kerjakan." Sambil memberikan buku tugas yang dia kerjakan semalaman dengan tampang takut.


"Hehe... Bagus gendut. Ingat! Kamu tahukan kalau kamu laporkan lagi terhadap guru seperti dulu? Kamu tahukan akibatnya?


"Iya Mel... saya tidak akan perna melakukannya lagi. Kalau begitu maafkan aku ya."


"Hehe... bagus gendut, kau taukan ayahku Kepala Sekolah di SMA ini, jadi kalau kau macam-macam. Kasusku itu mudah dihilangkan dengan sekejap saja. Kalau begitu sampai jumpa jam istirahat ya."


"Hiks... hiks... baik Imel." Tak mampu menahan airmata Nairapun menangis. Dalam hati kecil Naira berkata "kenapa hal ini terjadi padaku? Seharusnya tidak begini, kenapa aku bisa jadi perempuan yang jelek kayak gini dan dibully sekelompok perempuan? Tapi kenapa semua orang-orang dikelas hanya memperhatikan aku? Kejamnya."


Kalian Tahu? Inilah nasib kejam yang tragis aku alami. Berubah jadi perempuan gendut secara tiba-tiba dan dibully di kelas tanpa ada pertolongan siapapun di Sekolah ini. Sungguh menakutkan bukan? tapi sekarang aku sudah tahu siapa yang benar-benar mencintai aku saat aku menjadi lelaki terkenal di Sekolah ini. Tapi mengetahui kenyataannya bahwa semua orang cuma suka ketampananku saja dan ketenaranku sungguh kejam bukan? Jikalau aku bisa memilih, lebih baik aku disukai seperti itu dari pada menjadi perempuan yang gendut dan dibully seperti ini. Itulah keegoisan manusia dan termasuk aku.


Tapi kalian tahu, dari semua orang yang aku kenal, baik mereka hanya melihat dari kesempurnaanku saja, saat aku menjadi lelaki tampan dan terkenal. Ada seseorang yang mau membantu aku pada saat aku mengalami kesulitan pada saat ini yaitu seseorang yang aku benci dan iri padanya.


Di Toilet perempuan...


"Hiks... hiks... ampun Mel, aku janji akan memasak makanan yang enak. Maaf... hiks... maaf."


"Cuih... hei gendut! Kau cuma pandai makan saja ya. Aku bilang bawakan bekal yang enak malah makanan asin kayak gini. Oh jadi kamu mau balas dendam ya sama aku dengan meracuni aku?" sebuah tangan yang siap-siap mengayunkan sebuah tamparan ke pipi Naira.


"Maafkan aku Mel." Naira hanya pasrah dan memejamkan matanya.


"Hentikaaan." Sebuah teriakan dari seseorang lelaki yang memiki rambut halus dan rupa yang menawan menghentikan tangan Imel yang ingin menampar Naira.


"Kak senior Kevin? Kenapa kakak bisa ada disini, ini Toilet perempuan lo. Kakak mana boleh disini." Imelpun Merasa gugup.

__ADS_1


"Saya bilang kalian hentikan dan pergi sebelum saya bertindak." Tatapan tajam memandangi semua perempuan yang menyakiti Naira.


"Kak senior Kevin kakak salah paham, kami cuma main-main kok. Iyakan teman-teman."


"Benar kak."


"Aku bilang pergi. Jangan sampai aku bertindak hanya kalian perempuan."


"Hiks.. baik kak." Semua perempuan yang ada disitu merasa gemetaran dan pergi menjauh dari Naira.


"Kamu tidak apa-apa?" sambil mengusap airmata Naira dan tersenyum.


Begitulah orang yang dulunya aku benci saat menjadi laki-laki malah membantuku. Pada saat itu aku menangis sambil memeluknya dengan tanpa sadar, karena pada saat itu aku menyesal membencinya waktu itu. Kalau aku punya mesin waktu, aku ingin dia menjadi temanku satu-satunya saat itu. Tanpa menghiraukan ketenaranku bersama dengan gadis-gadis lainnya.


Setelah kejadian itu, lelaki yang aku benci dari dulu itu yang tidak lain kak Kevin, datang ke Rumahku.


Tok... tok... tok... sebuah bunyi ketukan dipintu.


"Halo Naira." Sebuah senyuman yang tertuju kepada Naira.


"Wah... sepertinya kamu sudah siap ya Naira ke Sekolahnya. Kalau gitu ayo kita pergi!


"Eh kenapa kakak..."


Belum sampai Naira menyelesaikan pertanyaannya. Kevin menarik tangannya Naira dan menggenggam telapak tangan Naira. Dan Naira hanya pasrah saat itu karna Naira beranggapan menggenggam tangan sesama lelaki tidak terlalu menjijikkan sebab Kevin adalah orang yang peduli padanya saat ini.


"Naira." Sambil tersenyum.


"Eh iya kak." Berjalan melihat kebawah karna malu, karna dipegang sesama cowok.


"Maaf ya, aku menjeputmu hanya berjalan kaki."

__ADS_1


"Ti... tidak... a... ap... apa... kak. Maaf kak bisa dilepaskan tangannya. Sebentar lagi kita sampai di sekolah lo. Tidak enak dipandang orang lain. Apalagi kakak te... terke... nal dikalangan perempuan jadi mereka bisa salah paham lo kak. Apalagi memegang tangan sesama lelaki." Tanpa sadar mengucapkannya Nairapun mulai syok dan panik.


"Haha... Naira kamu itu lucu ya. Ternyata selain memiliki sikap yang polos kamu pandai ngelawak juga ya. Hehe... tidak salah berarti aku menyukai kamu."


Karena syok Naira tidak sadar ucapan pernyataan dari Kevin kepadanya.


"Hehe... iya kak orang gendutkan punya humoris yang tingg... eh apa ka... kat... kata kakak tadi, suka?"


"Hehe... iya aku suka kamu Naira. Maaf ya seharusnya aku mau nembakmu tempat romantis tapi karna aku takut kamu diambil orang duluan aku harus nembak kamu sekarang. Jadi bagaimana Naira?"


Naira terkejut dan merasa hal ini adalah hal yang menggilakan atas pernyataan yang baru dengarkan. Karna biasanya dulu dia ditembak seorang perempuan tapi sekarang ditembak lelaki yang dia benci dulu. Dalam hati Naira berkata "gila... sampai kapan dosa ini berakhir ha? Dulu memang aku sombong dan jahat. Sekarang aku uda kena timpa menjadi perempuan gendut dan dibully. Dan sekarang ditambah ditembak oleh lelaki yang dulu aku benci, kumohon yang memberikan aku kutukan ini tolong jangan tambah lagi kutukan ini hiks.. hiks."


"Kak Kevin... kakakkan terkenal di sekolah dan tampan juga. Dan hal yang kakak katakan itu mustahil kayaknya kalo aku ditembak cowok lain lagi. Kakak tau, dengan fisikku sekara ini ini sebuah keajaiban seorang lelaki tampan kayak kakak nembak perempuan kayak saya. Lagi pula saya tidak mau fans kakak marah kepadaku."


"Apa aku menolaknya dengan baik? Aku tidak tega menolaknya dengan kata jahat karena dia telah membantuku. Lagi pula, tidak mungkinkan aku berpacaran dengan lelaki. Tapi kenapa ya kak senior Kevin yang tampan ini bisa menyukai perempuan yang memiliki tubuh gendut ini ya?" guman hati Naira


"Sepertinya aku ditolak." Tampang kecewa dan sedih Kevin terlihat diwajahnya.


"Eh... aku tidak menolak kak. Jadi gini kak..."


Mendengar kata tidak menolak Kevin bersemangat dan memotong perkataan Naira.


"Oh jadi kamu tidak menolak ya? Baiklah aku mengerti, perempuan punya waktu berfikirkan? Baiklah berfikirlah mulai dari sekarang. Hehe... ayo kita pergi." Sambil tersenyum.


Nairapun tidak dapat menjelaskan kesalapahaman ini dan pasrah. Karna tidak sanggup melukai orang yang menyelamatkannya.


"Apa yang harus aku lakukan ya?" gumam hati Naira.



Follow IG Author: @Syukrirudat

__ADS_1


Update tiap hari dari pukul 09:00 wib sampai 20:00 WIB.


Jangan lupa Like & Komen dan juga klik Favorit biar kamu tau Update terbarunya. (^_^)


__ADS_2