Change Is Gendut

Change Is Gendut
Awal Dari Permulaan


__ADS_3

"Duh... bagaimana ini? Banyak orang-orang yang memperhatikan aku saat ini. Apalagi fansnya kak senior Kevin, yang kayaknya marah denganku sepertinya. Lihat tu tatapan mereka yang ingin siap menerkamku." Gumam hati Naira yang sedang gelisah saat dia diperhatikan dengan tatapan jengkel oleh fans Kevin ketika dia pergi ke Sekolah bareng Kevin.


"Kak senior Kevin sepertinya kakak pergi ke Kelas aja dulu." Keringat Naira mulai bercucuran karena ketakutan.


"Kenapa aku ke Kelas sekarang? Lagi pula aku mau dekat kamu seperti ini. Belpun masih lama berbunyi." Menatap Naira dengan tampang polos.


"Aduh kamu mau membunuhku ya kak senior. Fansmu itu dari tadi menatapku tau, kamu ingin aku dibully lebih parah dari kemarin apa." Gumam hati Naira.


"Hehe... maksudku tidak enak lo dilihat kalau kak senior dekat dengan junior seperti aku."


"Kenapa harus diperdulikan? Lagian aku suka kamu. Kamu saja belum ngasih jawaban padaku. Lagi pula untuk mendapatkan hatimu itu, aku harus berjuang dekat sama kamu lo, biar aku diterima nantinya. Kalau begitu ayo kita ke Kantin." Sambil tersenyum menatap Naira.


"Hua... kok malah makin parah sich? dia malah membahas perasaannya denganku. Kalau kamu tahu aku ini sebenarnya laki-laki yang berubah jadi perempuan gendut seperti ini, kamu pasti menyesal mengungkap perasaanmu saat ini." Gumam hati Naira dengan ekspersi bete.


Ditempat Kantin Naira dan Kevin mulai menyantap sarapan pagi mereka pesan.


"Kenapa kak senior Kevin senyum begitu melihatku makan banyak begini? Iya aku tahu kamu ngeledek, kan? iya aku adalah seekor b*bi yang tamak." Naira merasa kesal diperhatikan oleh Kevin saat melihat Naira makan makananya dengan porsi besar.


"Tidak aku senang kamu makan seperti itu, jadi kamu memperlihatkan sisi feminimmu kepadaku."


"Ha... feminim? Makan porsi besar kayak gini dan bersendawa dihadapan kakak, kakak sebut sisi feminimku?


"Hehe... iya Naira dan ini membuatmu semakin lucu dimataku." Sambil tersenyum.


Deg... deg... "apa ini! Kenapa detak jantungku berdetak saat kak senior Kevin mengatakan hal tersebut? Aduh... palingan aku kagum aja karena dia baik seperti biasanya, saat dia menolongku waktu itu." Gumam hati Naira yang saat ini pipinya malu-malu saat Kevin memujinya.


Rombongan Imel melihat keromantisan Kevin dan Naira dengan tatapan sinis terhadap mereka.


"Mel kamu lihat si gendut itu?"


"Iya aku lihat. Kemarin kak senior Kevin menolongnya terus pagi ini dia malah berangkat ke Sekolah bareng kak senior Kevin dan yang paling gue kesel saat ini, si gendut itu pasti telah melakukan sesuatu terhadap kak Kevin."

__ADS_1


"Kamu benar Mel, masak kamu yang terkenal cantik di Sekolah di tolak kak Kevin, pasti si gendut itu melakukan hal jahat kepada kak senior Kevin."


"Jadi kita harus bagaimana untuk menolong kak Kevin?"


Rombongan Imelpun berfikir cara untuk melakukan tindakan terhadap Naira.


Di ruang kelas 2 SMA....


"Kak senior Kevin, uda sampai disini saja kakak ngantarnya. Gak usah sampai kemejaku juga." Tampang malu-malu.


"Hehe... ia-ia Naura, haduh... ini baru PDKT lo. Kamu uda malu gini, gimana kalau kita jadian nantinya? masak kamu malu terus." Senyuman kevinpun lebih ceria dari biasanya.


"Kak senior Kevin sudah cukup! Aku pergi dulu, bye." Berlari meninggalkan Kevin sambil malu-malu.


"Bagaimana cara aku bisa mengatakan hal sebenarnya ya? gak mungkinkan aku pacaran sama laki-laki. Tapi disisi lain aku merasa nyaman karena dia satu-satu teman yang mau bergaul bersamaku. Apa yang harus kulakukan? makin hari sikapku makin berubah menjadi feminim gara-gara tubuh ini." Guman hati Naira yang kebingungan.


Sebuah lemparan batu kerikil mengenai kepala Naira.


"Hei Gendut." Tampang amarah Imel mulai terlihat dari mukanya.


"Imel? Oh ini tugas yang aku kerjakan semalam jadi kamu tinggal salin aja ya." Menundukkan kepada karena takut.


"Haha... Kamu gila ya? kamu fikir aku sedang becanda?"


"Hiks... hiks... maafkan aku Mel, aku tidak tau apa salahku kali ini." Airmata Nairapun keluar membasahi pipinya.


"Imel brengsek! Saat aku masih menjadi laki-laki, kau itu mantanku yang paling tunduk padaku tapi sekarang saat aku jadi perempuan gendut yang lemah ini malah kau yang menindasku saat ini. Kalau saja waktu berputar, pasti aku akan menghancurkan kehidupanmu saat itu juga Imel sialan." Gumam hati Naira dengan tampang amarah saat ini.


"Ha? kalian lihat gays, si gendut ini memperlihat tampang marahnya kepada kita. Hei gendut kau mau melawan kayak dulu lagi? satu lawan berlima kamu pasti kalah atau kamu mau melapor lagi? Jangan harap laporanmu bisa diproses, karena kamu tahu siapa aku, kan? haha...." Sambil menjambak rambut Naira.


"Hiks.. hiks... maaf aku salah, aku minta maaf. Jadi apa salahku? Kalau kalian kasih tau aku gak akan melakukan kesalahanku."

__ADS_1


"Kak senior Kevin, apa yang kau lakukan sehingga dia dekat denganmu. Kau ancam apa dia ha! Kecoa saja geli mendekatimu, terus bagaimana bisa kak senior Kevin yang tampan itu mau dekat denganmu?" sambil mengayunkan tamparan kepada Naira.


Plak... bunyi sebuah tamparan.


"Hiks.. hiks... kamu salah paham Mel. Aku dan kak senior Kevin tidak seperti kamu fikirkan."


"Apa kau bilang!" sebuah tendangan dari Imel mengenai Naira hingga Naira terjatuh pingsan.


Gubrakk... suara jatuhnya Naira


Ketika Naira pinsan, Kevin datang lagi ke kelasnya Naira karena ada sesuatu yang ketinggalan dari Kevin.


Sambi tersenyum "Naira sepertinya ada... eh?" Senyuman kevin berubah ketika melihat keadaan Naira yang terjadi dihadapannya. Kemudian Kevin berlari menolong Naira yang sedang pinsan itu.


"Siapa yang melakukannya?" ujar Kevin menatap semua orang dengan tatapan yang penuh amarah.


"Eh... itu kak dia terjatuh."


"Aku bilang siapa yang melakukannya." Kevin meninju dinding sekolah hingga tangannya berdarah.


Bel sekolahpun berbunyi, guru-guru disekolahpun bersiap ke kelas untuk mengajar muridnya.


"Halo anak-anak." Sapaan ceria buk Rita berubah ketika melihat keadaan Naira yang dipangkul oleh Kevin.


"Kevin apa yang terjadi? Kenapa Naira seperti ini?" tanya buk Rita sambil menghampiri Kevin yang menolong Naira.


"Hiks... hiks... tidak apa-apa buk. Kata teman-teman, Naira terjatuh buk." ujar Kevin dengan tangis yang tidak dapat dia tahan.


Kalau begitu kalian semua bantu Kevin angkat Naira, bawa dia ke ruangan UKS Sekolah dulu. Ibu akan memanggil ambulan untuk menolong Naira.


"Baik buk." Ujar murid laki-laki yang menolong mengangkat Naira ke ruangan UKS Sekolah.

__ADS_1


"Hiks.. hiks.. Naira, aku punya firasat kamu tidak terjatuh bukan? Aku gak bisa bilang kamu dicelakai karena aku gak ada buktinya. Tapi kamu gak usah khawatir, aku akan cari pelakunya. Tapi bagaimana caranya? Murid di kelasmu sepertinya mereka tidak mau menolongmu saat dicelakai bukan? Oh iya rombongan Imel, merekakan perna membullymu di Toilet perempuan dulu. Jadi kemungkinan mereka yang melakukannya. Kamu tenang saja Naira, pokoknya aku akan membalas perbuatan mereka terhadapmu dengan setimpal." Gumam hati Kevin dengan kesedihan ia rasakan saat memangkul Naira ke ruang UKS Sekolah bareng teman-teman yang menolongnya.


__ADS_2