Change Is Gendut

Change Is Gendut
Hadirnya Si Pengacau


__ADS_3

"Hei Daniel sialan, jangan bilang kamu berada di Sekolah ini, Kamu adalah murid baru di Sekolahku ini?"


"Hehe... ternyata si kutu buku mesum ini nggak berubah ya, selalu peka tehadap sesuatu." Sambil tersenyum kearah Kevin.


"Hei! Berhenti memanggilku si kutu buku mesum." dengan tatapan jengkel.


"Wah... apa ini? Si kutu buku mesum marah ternyata. Haha...."


"Cih... sepertinya aku harus kembali ke kelasku, kalau aku terus memperdulikan anak sialan sepertimu. Waktuku terbuang percuma. Kalau begitu sampai jumpa anak sialan, mungkin kau bisa mencari kelasmu sendiri tanpa bantuanku." Meninggalkan Daniel dengan eskpresi kesal.


"Hmm... Sepertinya kamu tidak berubah dari dulu ya Kevin. Gumam Daniel dengan menatap Kevin yang pergi jauh meninggalkannya.


Di kelas 2 SMA.


"Selamat siang anak-anak! Hari ini kita kedatangan murid baru di Sekolah kita. Ibu harap kalian bisa berteman baik dengannya dan memberi bantuan juga terhadapnya, karena dia sudah banyak ketinggal pelajaran yang kita pelajari. kalau begitu Daniel silahkan masuk!" Sapaan ibu Yasmin wali kelas 2 SMA.


"Kya... tampannya... teriak murid perempuan yang terus menatap murid baru tersebut.


"Cih... dasar murid perempuan, kalau ada cogan sedikit. Harus ya lebay gitu pakai teriak segala." Ujar murid laki-laki sambil meremehkan murid perempuan.


"Haha... kalau itu sich masalah ya buat kalian? Salahkan aja muka kalian yang kurang tampan! Di kelas ini pemandangan cogan gak ada. Kebanyakan colek!" balas ucapan para kaum perempuan yang membuat heboh di kelas.


"What colek! Sejak kapan kami melakukan tindakan senonoh begitu pada kalian?" ujar para murid lelaki dengan tanpang polos.


"Buahahaha... dasar kalian bodoh ya. Sejak kapan kami bilang kalian melakukan tindakan itu terhadap kami. maksud colek itu adalah Cowok Jelek!" tawa murid perempuan kegirangan sambil ngeledek.


Seketika murid laki-lakipun membeku atas kekalahan mereka.


"Sudah-sudah jangan ribut gitu anak-anak. Daniel silahkan perkenalkan dirimu." Ujar ibu Yasmin tersebut sambil menenangkan kehebohan dilakukan murid-muridnya."


"Baiklah... perkenalkan nama saya Daniel, oh ya saya mungkin baru pindah dari Jepang. Jadi teman-teman mohon bantuannya." Sambil tersenyum.

__ADS_1


Kya... teriak murid perempuan, saat melihat senyuman manis Daniel.


"Oke Daniel, silahkan kamu duduk dikursi kosong belakang ya, itu kursinya disamping Naira ya." Ujar buk Yasmin sambil mempersilahkan Danie duduk.


"Imel kamu lihatkan! Murid baru itu, tampan sekali bukan?" bisik Sindy ketelinga Imel.


"Benar... tampan banget, tapi sialan! Kenapa Daniel itu duduk disamping si gendut itu sich, beruntung banget hidup si gendut itu. Uda dekat dengan Kak senior Kevin, sekarang dapat durian runtuh bisa duduk samping Daniel murid baru itu. Tapi kali ini Daniel itu akan jadi milikku, soalnya Daniel kena sial aja karena tidak ada bangku kosong kecuali disamping si gendut sialan itu!" balas bisikan Imel kepada Sindy sambil menatap tajam kearah Naira.


"Kamu benar Mel." Ujar Sindy.


Danielpun mulai duduk dibangku disebelah Naira.


"Aduh... kenapa hidupku seperti ini sich? Kenapa bangku yang kosong cuma disebelahku saja? Dan sekarang cewek di kelasku memandangku dengan tatapan tajam terhadapku. Pokoknya aku pura-pura tidak tahu saja dech. Tapi kenapa kak Daniel bisa sekelas denganku sich? Bukannya dia seumuran dengan kak senior Kevin?" Gumam hati Naira yang sedang panik.


"Hey Naira! Sepertinya kita berjumpa lagi ya, kali ini perjumpaan kita seperti takdir saja. Jadi mohon bantuannya ya Naira." Sambil tersenyum kearah Naira.


"Apa kita kenal sebelumnya?" sambil menutup mukanya dengan buku.


"Wah... apa ini? Apa kamu punya sebuah penyakit cepat lupa seseorang yang baru kenal?" ujar Daniel yang penuh keinginan iseng kepada Naira.


"Sepertinya begitu!" jawab Naira yang kini semakin tidak ingin memperdulikan Daniel.


"Kalau begitu, apa aku harus berbuat sesuatu agar kamu ingat tentang diriku? Bagaimana kalau aku menciummu? apa kamu akan ingat tentang diriku? Ya... anggap saja kau putri salju yang tertidur karena makan apel beracun dan aku pangeran yang akan membangunkanmu. Mungkin dengan begitu kamu bisa mengingat tentang diriku!" bisik Daniel ketelinga Naira dengan ekspresi senang dimukanya."


"Ap... apa? Kau gila?" teriak Naira yang membuat satu kelas terkejut.


"Naira! Kenapa kamu berteriak saat ibu memulai pelajaran? Jangan bilang kamu tidak memperhatikan ibu saat menerangkan." Ujar ibu Yasmin yang marah dengan tingkah Naira.


"Ma... maaf buk, sepertinya saya tertidur dipelajaran ibu." Sambil menundukkan kepala.


"Daniel sialan, kenapa dia seperti itu kepadaku sich? Pokoknya aku harus menghindari dia dulu, dengan mencari alasanku tertidur di kelas, ibu Yasmin pasti menyuruhku keluar. Dan aku menyesal perna bilang orang ini baik sebelumnya. Dasar cowok tidak peka, jelas-jelas aku menghindarimu bodoh. Harus bagaimana agar kamu mengerti. Gumam hati Naira yang merasa kesal.

__ADS_1


"Kalau begitu Naira, silahkan kamu keluar di jam pelajaran Ibu." Ujar ibu Yasmin dengan amarah kepada Naira.


"Baik buk."


"Tunggu buk Yasmin, sepertinya aku meminta tolong kepada ibu. Bisakah hukuman Naira ini diganti dengan yang lain saja buk? Seperti menjadi pemandu menunjukkan area Sekolah ini, sebenarnya tadi aku lumayan bingung tentang lokasi Sekolah ini karena lumayan luas buk. Jadi gimana buk?" sambil tersenyum kearah Naira.


"Hmm... baiklah Daniel, sepertinya kamu butuh seseorang pemandu mengenai Sekolah kita. Apalagi kamu murid baru pindahan dari Jepang. Kalau begitu Naira setelah jam istirahat, kamu ajak Daniel berkeliling di Sekolah kita ya."


"Apa buk?"


"Kamu berani membantah ucapan gurumu sendiri?" Teriak ibu Yasmin yang marah dengan Naira.


"Ba... baik buk." Ujar Naira sambil menundukkan kepala.


"Daniel sialan, semakin menjengkelkan." Gumam hati Naira.


"Kalau begitu, mohon bantuannya ya Naira." Dengan senyuman kemenangan.


"Hihi... cewek ini semakin menarik saja kalau dikerjai. Apa ini alasan Kevin menyukai perempuan ini? Walaupun badannya gemuk, tapi dia kelihatan menggemaskan. Hmm... semakin bikin aku penasaran saja soal mereka ni." Gumam hati Daniel.


"Tunggu buk." Teriak Imel.


"Ada apa Imel? Kenapa kamu berteriak di jam pelajaran ibu?" Ujar ibu Yasmin dengan tatapan marah ke Imel.


Bukan begitu buk, kenapa si gendut Eh, maksudku Naira yang membawa Daniel berkeliling ke Sekolah kita sich buk? Kan bisa ketua kelas atau aku buk. Lagi pula aku yang lebih mengetahui tentang Sekolah ini buk, apalagi tentang perlengkapan sarana dan prasana Sekolah ini, aku yang lebih mengetahuinya buk dari pada Naira."


"Benar buk, apalagi Imel anak kepala Sekolah, jelas dia yang lebih tau." Tambah Sindy.


"Iya buk benar." Sahut tiga teman Imel lainnya.


"Hey... Kalian berlima, apa kalian sekompak ini terus? Sampai-sampai ibu dapat laporan dari Kepala Sekolah tadi, kalian melakukan pembulian terhadap Naira." Ujar ibu Yasmin dengan tatapan marah terhadap kelima rombongan Imel tersebut.

__ADS_1


"Eh... it... itu." Ujar Imel sambil terkejut apa yang dia dengar.


__ADS_2