Change Is Gendut

Change Is Gendut
Hati Seorang Perempuan


__ADS_3

"Ka... kaaak... senior Kevin? Kenapa kakak di ranjangku?" Naira memasang wajah yang gugup dan ketakutan karena peristiwa menakutkan ini terjadi kepadanya.


"Hehe... kok kamu begitu Naira? Bukannya kamu yang mengundangku di kamarmu? Karena kamu sudah bangun ayo kita lanjutkan lagi yang kamu perbuat padaku semalam." Tersenyum manis sambil mengecup kening Naira.


"Tidaakkkk..."


Dubrak... bunyi orang jatuh dari kasur di tempat tidurnya.


"Aduh... duh... Sakit. Huff... untung yang tadi itu cuma mimpi. Kenapa aku mimpi hal yang mesum kayak gini ya? Dan yang paling buruknya, aku melakukan hal pertamaku dengan seseorang lelaki. Tidak! Gak mungkinkan aku seorang gay sekarang, kan? Walau wujud aku sekarang ini adalah seorang perempuan gendut. Tapi kemarin kak senior Kevin nembak aku dan salah paham perkataanku kemarin. Padahal maunya kutolak, tapi dia berasumsi kalau aku berpikir dulu untuk menerimanya. Aduh... Baiklah sepertinya aku harus bersiap ke sekolah lagi."


Nairapun bangun dari tempat tidurnya, kemudian dia mulai bercermin dengan gaya imut.


"Oke pertama aku coba pasang muka imut dengan bibir manyun, semanyun mungkin kalo bisa bibirku ini bisa dijadikan tempat jemuran pakaian saking majunya bibir ini. Hua... menjijikkan." Naira ketakukan melihat wajahnya sendiri karena tidak ada imut sama sekali.


"Baiklah aku memang tidak imut dengan mukaku sekarang. Apa kak senior itu menyukai aku karena aku memiliki body yang seksi? (melihat bentuk tubuh di cermin) huek... lihat ini perut kayah orang hamil 9 bulan, seksi dari mananya? Terus kenapa dia menyukai wujudku yang sekarang ini ya? kalau aku pada saat menjadi lelaki lebih menyukai wanita yang cantik dan seksi pada saat itu." Naira merasa minder dengan Kevin yang bisa menyukai seorang perempuan bukan karena kecantikan melainkan Kevin mencintai seorang perempuan dari perasaan yang murni Kevin rasakan. "Sungguh lelaki yang baik." Ungkap Naira.


Kalian tahu kenapa aku menjadi perempuan gendut dan jelek begini? Mungkin ini adalah karma yang aku terima atas perbuatan yang aku lakukan di Sekolahku beberapa bulan dulu. Pada saat itu aku adalah lelaki tampan dan terkenal dikalangan wanita di Sekolahku. Dan aku dikenal sebagi Rey di sekolahku saat itu.


"Kya... kak Rey.. kak Rey... semangat.. semangat... kami mencintaimu Kya..." Teriak para wanita menyemangati Rey yang bermain Volly.


"Imel lihat tu! Rey teman kelas kita. Akhir-akhir ini dia terkenal dengan ketampanannya, apalagi dia berbakat bermain basket."


"Kamu benar Sindy, dia tampan dan berbakat. Apa aku berhenti mengejar cintanya kak senior Kevin ya?"


Pada saat itu mata Imel dan Rey saling bertatapan dari kejauhan saat rey melempar bola volly ke gawang.


"Kya... Kamu lihat sindy! Mata aku dan Rey saling bertatapan. Mungkin pulang sekolah aku akan menyatakan perasaanku padanya. Aduh... aku jadi gerogi ni."

__ADS_1


"Kamu yakin Mel? Aku mendengar gosib tentang Rey itu, berpacaran dengan mantannya tidak bertahan lama dan lagi pula banyak perempuan dia bikin nangis setelah diputusinnya. Aku gak mau kamu jadi korbannya Mel."


"Hehe... Sindy kamu tenang saja, lagi pula aku juga terkenal cantik di sekolah inikan dan banyak pria aku tolak di sekolah ini lo." Sambil memasang wajah sombong.


"Tapi kamukan di tolak kak senior Kevin kemarin."


"Ih... Itu beda tau. Kak senior Kevin aja yang salah. Dia gak tau perempuan cantik dan gak menghargai perasaan perempuan. Tau ah, pokoknya aku sudah melupakan kak senor Kevin dan perasaan ini sudah milik Rey seorang."


"Baiklah mel, aku tak bisa menghentikanmu sepertinya." Sambil memegang pundak Imel.


Sore hari dilapangan sekolah....


"Hmm... (wajah bingung) yang mengirim surat ini katanya minta jumpa pukul 5 sore ini, kan? Orangnya dimana ya?


"Kak Rey." Sahut perempuan yang memiliki paras wajah manis dan memiliki rambut panjang yang indah.


"Anu... (sambil menggenggam baju kuat-kuat). Aku menyukai kamu Rey. Walau kita sekelas disekolah aku sudah mempunyai perasaan padamu, Jadi aku mohon terima perasaanku ini."


"Hmm... (tersenyum menyeringai) baiklah, aku terima kamu jadi pacarku. Tapi cuma 2 minggu ya, kalo tidak cocok kita putus saja tapi kalo kamu bisa membuat diriku penasaran denganmu. Mungkin kita bisa sedikit berpacaran lebih lama." Sambil mendekatkan mukanya dengan muka Imel sambil tersenyum.


Deg... deg... "baiklah, saya akan berusaha agar kamu bisa jadi milikku." Sambil memasang tampang malu.


Begitulah aku dan Imel jadian. Tidak berapa lama, Imel menjadi salah satu korban perempuan yang aku sakiti dari sekian banyak perempuan aku sakiti. Hingga hal yang aku tidak perkirakan terjadi. Aku menolong perempuan gendut yang tertabrak. Saat itu dia terluka parah dan aku membawanya ke Rumah Sakit.


Dan hal menjijikkan bagiku saat itu terjadi, ternyata perempuan gendut itu bersekolah yang sama di tempatku bersekolah dan dia menyatakan perasaannya padaku.


"Jadi surat ini darimu?" memasang tampang menjengkelkan.

__ADS_1


"Ia... kak Rey terimakasih telah menyelamatkan aku waktu itu."


"Haduh... kalo kau mengabiskan waktuku karna hal ini. Pergi saja! Lagi pula aku menolongmu cuma cari muka doang dari orang-orang agar aku terkenal. Dah aku pergi dulu, cih... menyebalkan."


"Tunggu kak Rey." Memeluk Rey dengan erat. "Aku menyukai kak Rey. Jadi mohon terima perasaanku. Aku sudah dengar gosib kakak sering menyakiti perasaan perempuan. Tapi bagiku tidak masalah jadi terimalah perasaanku."


Mendorong perempuan yang memeluknya dengan kencang. "Cih... najis, aku dipeluk perempuan kayakmu memang hari yang sial buatku. Asal kamu tahu, aku tidak sembarangan menerima perempuan tahu. Kau itu bukan tipeku. Sepertinya aku harus mandi beberapa kali ni." Meninggalkan perempuan tersebut tanpa menolong perempuan yang dia dorongnya yang terluka parah dibagian lututnya.


"Hiks... kak Rey."


Begitulah dulu kelakuanku, memperlakukan perempuan itu dengan kejam. Hingga dia terus datang menghampiriku dan memberi hadiah didepan teman-temanku, sungguh hal yang menjijikkan yang aku rasakan saat itu. Hingga aku mempunyai niat mengerjainya agar dia tidak menggangguku lagi.


"Kak Rey kenapa membawaku ke tempat ini?"


"Hei gendut... maksudku, cih... aku tidak tau namamu."


"Aku Jenny kak."


"Baiklah kamu menyukai aku, kan? Aku hargai perjuanganmu untuk dekat denganku. Aku terima kamu jadi pacarku asal kamu bisa menyelam di sungai itu selama 15 menit tanpa bernapas. jika gagal menjauhilah dariku gendut."


Dengan begini dia akan menolak, kan? kalaupun diterima tantangan ini dia pasti kalah, kan? 5 menit menyelam disungai ini dia pasti tidak sanggup kalau dia memang ahli menahan napas. Gumam hati Rey.


"Baik kak Rey, aku terima tantangan kakak."


Begitulah aku mengerjai perempuan itu, hingga tanpa sadar aku telah membunuh perempuan yang tidak berdosa itu. Dia tidak menyerah untuk menyelesaikan tantangan itu. Aku sudah menolongnya untuk tidak melakukannya lagi, tapi dia mendorongku menjauhinya. Hingga waktu 10 menit dia menyelam dalam air, perempuan itu mati.


"Hiks... hiks... aku seorang pembunuh." Tubuh Rey gemetaran ketakutan dan air mata Rey keluar dengan penuh penyesalan.

__ADS_1


__ADS_2