Change Is Gendut

Change Is Gendut
Dari Rey Menjadi Naira


__ADS_3

"Hiks.. hiks... aku membunuh cewek gemuk ini, kan?" suara isakan tangisan lelaki itu tak tertahankan karena apa yang telah dia perbuat.


Bagitulah aku membunuh seorang perempuan gemuk yang menyatakan perasaannya kepadaku. Kalian tahu, pada saat itu aku lari ketakutan karena kejadian itu. Aku tidak bertanggung jawab atas perbuatan yang aku lakukan.


Tiga hari aku tidak masuk Sekolah karena aku takut ditangkap oleh Polisi. Namun keberuntungan berpihak padaku karena kasus kematian perempuan gendut itu dinyatakan sebagai uji coba bunuh diri akibat pembulian di Sekolah. Perempuan itu dinyatakan stres karena pembulian teman-temannya dan dia bunuh diri. Pada saat itu aku sangat bahagia karena aku bisa melarikan diri dari tindakan kriminal yang aku lakukan. Sungguh manusia itu kejam bukan? Melakukan tindakan kejahatan tanpa mempertanggung jawabkan kesalahannya, malah melarikan diri. Dan disini aku adalah salah satu manusia pecundang itu.


Esok harinya aku mulai bersekolah, aku melakukan aktivitas sekolahku seperti biasanya, seperti tidak terjadi apa-apa.


"Sayang... oi... Sayang." Mencubit pipi Rey.


"Aduh... sakit tahu."


"Hei... Aku ini pacar barumu. Setelah kamu putus dari Imel itu, kenapa kamu cuekin aku seperti ini sich? Apalagi tiga hari ini kemarin kamu tidak ke Sekolah dan saat aku menjengukmu di Rumah kamu tidak memperbolehkannya. Kamu kenapa sayang?" sambil cemberut.


"Hehe... aduh Nabil sayang aku tidak apa-apa kok. Aku cuma sedikit kurang enak badan jadi kamu tidak usah khawatir gitu."


"Oh begitukah? Aku kira kamu selingkuh karena bla... bla... bla..."


"Eh... Kamu bilang apa tadi?" Pendengaran Rey mulai kabur.


"Aku bilang bla... bla... bla..."


Kepala Rey mulai merasa pusing dan pendengarannya kabur.


"Eh... Nabil sepertinya bel sudah berbunyi, aku ke kelas dulu ya." Meninggalkan Nabil dengan berjalan dengan sedikit pincang akibat pusing dikepalanya.


"Sial... kepalaku kenapa begini sich?" sepertinya aku kurang enak badan. Aku harus ke kelas dan mengambil tasku.


Diruang kelas Rey...

__ADS_1


"Bro kemana lu bawa-bawa tas? Nggak masuk lagi hari ini?"


"Sepertinya kepala gue pusing, jadi tolong izinkan gue ya."


Rey mulai merasakan sakit dikepalanya yang tidak dapat dia tahan sehingga dia pinsan seketika itu juga. Para murid panik dan membawanya ke ruangan UKS Sekolah.


"Apa yang terjadi? aku dimana sekarang." Gumam hati Rey.


"Eh... Rey sudah sadar?"


"Pak guru?"


"Tadi kawan-kawan panik saat kamu pinsan di kelas. Jadi mereka membawamu ke ruang ini. Bapak tadi sudah memanggil perawat tadi, katanya kamu cuma kecapean. Jadi kamu istirahat aja dulu."


"Iya sepertinya saya butuh tidur kayaknya pak."


"Baiklah, kalau begitu bapak tinggal ya. Kamu silahkan istrahat dulu." Meninggalkan Rey diruang UKS sekolah.


"Eh? Didalam tasku ada surat lagi? Cih... menyusahkan. Tapi tunggu! Yang terterah disurat ini, atas nama Jenny. Kayak perna dengar."


Rey berusaha mengingat orang bernama Jenny tersebut. Tiba-tiba tubuhnya gemeteran.


"Aku ingat! Jenny adalah perempuan gendut yang aku bunuh. Nggak salah sebelum aku menantangnya menyelam sungai selama 15 menit dia meminta waktu. Ternyata maksud dari waktu yang dipergunakan bukan untuk berfikir tentang tantanganku, ternyata waktu digubakannya adalah menulis surat untukku. Sepertinya aku harus pulang untuk membacanya, kalau disini bisa-bisa aku ketahuan dan hal buruk terjadi padaku." Reypun tergesah-gesah meninggalkan ruangan UKS dan pulang ke rumahnya.


Tiba dirumah Rey langsung ke kamarnya dan langsung membuka surat dari perempuan yang bernama Jenny tersebut.


"Baiklah ini cuma surat kamu tidak perlu takut Rey." Keringat Rey bercucuran saat Rey membuka surat dari perempuan tersebut.


Halo kak Rey ^-^. Ini aku Jenny, perempuan yang mengagumi kakak. Kalau kakak membaca surat ini, berarti aku sudah kalah dari tantangan kakak. Hehe... aku sungguh lemah bukan? Oh ya, terimakasih telah menyelamatkanku pada waktu aku kecelakaan waktu itu. Kakak orang pertama yang perna menyelamatkanku seumur hidup. Dimasa aku Sekolah, teman-teman hanya memperlakukan aku sebagai bahan pembulian hingga sekarang. Aku tahu fisikku tidak enak dipandang. Tapi aku ingin juga dihargai dan dicintai. Kedua orang tuaku lebih memperhatikan adikku yang berprestasi. Sedangkan aku hanya orang gendut yang cuma bisa makan dan bodoh. Tapi kakak orang pertama yang menyelamatkanku pada waktu itu. Jadi aku sangat bahagia. Walaupun kakak bilang itu cuma tipuan belaka. Aku tidak peduli. Karna aku ingin dicintai oleh orang-orang meski harus mengorbankan nyawaku sendiri. Terimakasi telah memberikan aku kesempatan untuk bisa dekat dengan kakak. Aku sangat bahagia.

__ADS_1


 


Dari: Jenny


 


"Hiks... hiks... maafkan aku Jenny, seharusnya aku tidak begitu padamu. Aku dan kamu itu ternyata sama, ingin diperhatikan oleh orang-orang tapi jalan yang aku lakukan salah. Malah aku menyakiti perempuan mendekatiku, tapi mereka itu hanya menyukai fisikku saja. Tidak benar-benar menyukai aku."


Setelah aku membaca surat dari Jenny, surat dari perempuan yang aku bunuh itu. Akupun tidak pergi ke Sekolah dan hanya menangis dikamarku. Soal orang tuaku mereka dari dulu tidak perna menghubungiku. mereka cuma sibuk pekerjaan mereka di luar negeri sana. Hingga beberapa hari kemudian tiba-tiba saat aku bangun, Fisikku berubah menjadi seorang perempuan gendut.


"Aduh... Kenapa badanku berat begini dan juga kenapa dadaku agak terasa aneh. Sepertinya aku terlalu banyak menangis. Aku harus kecermin, sepertinya ada pembengkakan ditubuhku sehingga badanku terasa berat." Gumam hati Rey.


Saat Rey melihat dirinya dicermin...


"Apa!" terkejut melihat bayangannya dicermin.


"Siapa kamu? Eh... tunggu! Bayangan dicermin itu aku? Dan suaraku berubah jadi suara perempuan juga. Apa yang terjadi? tunggu pakaian, aku butuh pakaian." Karena tubuh Rey sekarang adalah perempuan gendut, pakaian yang Rey pakai saat tidur robek seketika.


Rey mengecek semua pakaian dilemarinya yang berukuran besar.


"Gila... Tidak ada yang pas dengan ukuranku sekarang ini. Dan yang parah lagi, tubuhku sekarang adalah tubuh seorang perempuan gendut. Bagaimana aku bisa mempunyai pakaian yang pas dengan tubuh ini ya? gak mungkin aku pakai kain kasur itu ketempat toko pakaian, kan. Oh iya gak salah badan mamaku dulu gendut. Pasti ada sisa pakaiannya yang dulu waktu berat badannya gendut dulu."


Reypun pergi ke kamar orang tuanya untuk mengecek pakaian ibunya yang berukuran besar.


"Apa masih ada ya pakaian mama pas dia gendut dulu? Apa sudah dibuangnya? Sekarangkan dia uda kurus juga. (mengecek pakaian dilemari ibunya). Hua... tidak ada satupun pakaian mama yang berukuran besar lagi. Eh... kecuali daster itu. Gila aku sekarang memiliki tubuh perempuan gendut harus ketempat orang jual pakaian memakai baju daster mamaku. Apakah ini karma darimu Jenny? kamu marah ya sama aku? hua... sial.


Reypun panik dengan keadaannya sekarang. Dan dia tidak punya pilihan lain selain memakai daster ibunya ketempat penjual baju.


Menelan air ludanya. "baiklah, sejauh ini tidak ada orang yang kenal aku. Baik ayo kita kepasar membeli baju baru."

__ADS_1


Di tempat toko baju...


Mengacak rambutnya "Hua... apa yang dibutuhkan oleh seorang wanita dalam berpakaian?" Reypun panik karena dia tidak tahu apa yang harus dibelinya.


__ADS_2