
Waktu berlalu cepat, sudah 1 tahun berlalu setelah insiden aku dan adikku jatuh diatas tanah yang dihiasi rumput hijau tersebut. Tanpa aku sadari adikku yang bernama Jenny semakin hari dia semakin terkenal saat dia eksis di sosial media. Jumlah Followersnya makin bertambah karena kecantikan Jenny bertambah. Hal ini membuat aku bertanya-tanya, apakah aku bisa menahan perasaanku padanya? Walaupun rambutnya sudah semakin memanjang tapi tetap saja tidak ada bedanya. Karna dari dulu hingga sekarang aku masih tidak bisa menyukai perempuan lain selain adik tiriku yang bernama Jenny. Dan saat ini sudah memasuki kelas 2 SMP bagi adikku.
Di tempat Cafe.
"Oi... kak Daniel." Panggil Jenny dengan tatapan senyum diwajahnya sambil memegang wajahnya dengan tangannya.
"Eh? Jenny, akhir-akhir ini kamu terkenal ya." Balas Daniel yang terlepas dari fikiran halusinasinya.
"Aduh... kak Daniel ini, kebiasaan bengong sendiri saat kita makan di Cafe ini." Memasang wajah cemberut.
"Begitukah?" memasang tanpang sedih.
"Ha? Apa ini? Kenapa tanpang kak Daniel menyedihkan saat adiknya terkenal? Aku tidak terlalu peduli sich sama ketenaranku. Aku hanya melakukan hal yang aku sukai." Jawab Jenny.
"Baguslah pertahankan itu." Sambil memaksakan tersenyum dipipinya.
"Haduh... akhir-akhir ini banyak lelaki yang nembakku, tapi tidak tau harus aku katakan." Sambil mengeluh.
"Ha? Jadi apa kau katakan?" Teriak Daniel yang terkejut mendengar adiknya didekati oleh cowok di Sekolahnya.
"Eh? Kenapa pakai teriak segala sich? Aku menolak mereka. Karna bagiku, aku tidak perlu lelaki lain selain kak Daniel saat ini." Jawab Jenny dengan tatapan sayu dimatanya saat memandangi kakaknya saat itu.
Deg... deg... deg... bunyi detak jantung Daniel dan membuat pipinya memerah saat Jenny mengatakan hal tersebut. Namun Daniel hanya diam karena malu dan tak dapat berkata apapun.
Saat aku mendengar perkataan adikku tersebut, aku menyadari ada satu peluang yang membuat aku bisa memilikinya. Memiliki Jenny sebagai kekasih pada umumnya, bukan sebagai adik tiriku. Lagi pula aku bisa membawanya ke luar negri dan bisa menghidupinya disana pada suatu saat. Yang kufikirkan saat itu adalah bagaimana bisa memilikinya tanpa ditolaknya.
Dibelakang lapangan Sekolah.
"Jenny aku mencintaimu jadi terimalah perasaanku." Ujar seseorang laki-laki tampan yang tak lain ketua osis di sekolah SMP tersebut.
__ADS_1
"Eh? Kak Rasyah terimakasih menyatakan perasaanmu kepadaku, sepertinya aku tidak bisa menerima kak Rasyah, maafkan aku." Jawab Jenny dengan tatapan bersalah dan mencoba pergi dari Rasyah.
"Apa karena kakak tirimu itu?" teriak Rasyah.
"Ap... apa?" jawab Jenny yang terkejut yang menghentikan langkahnya.
"Apa kamu sudah mendengar rumornya, di Sekolah ini kalian terlalu dekat. Semua tahu kalian itu kakak beradik tapi Daniel itu kakak tirimu, kan? Tapi kenapa kalian terlalu dekat seperti itu? Bahkan bisa dibilang kalian sudah kayak lem saja sejak awal masuk sekolah ini."
"Ap... apa mak... maksud kak Rasyah? a... aku nggak me... mengerti!" jawab Jenny dengan terbata-bata.
"Kalian itu saudara tiri, kan. Jadi bersikaplah sewajarnya saja, kenapa kalian kayak sepasang kekasih di Sekolah ini? Kamu tahu, kak Daniel itu cukup terkenal di Sekolah kita ini. Banyak perempuan yang menyatakan perasaan padanya, namun alasan dia menolak terus sama, dia tidak mau pacaran karena dia ingin menjaga adik kesayangannya ini. Jadi apakah alasanmu sama menolakku? karna kamu ingin menjaga kakakmu itu?"
"It... itu tidak mungkin." Airmata Jenny keluar saat mendengar rumor tentang dia dan kakaknya.
"Hey bukankah itu, hal yang tidak wajar kalau kalian saling melindungi? Emang tidak salah kakak dan adik saling melindungi, tapi bukankah hal ini tidak wajar." Sambil menyeringai.
"Ak... aku...." Jenny tidak dapat berkata apapun sehingga dia lari meninggalkan ketua osis tersebut.
Saat pulang dari Sekolah.
"Tidak mungkin, kenapa bisa ada rumor seperti itu? Dan kenapa bisa kak Daniel menolak perempuan hanya alasan seperti itu? Aku menolak mereka bukan berarti aku menyukai kak Daniel, hanya saja aku hanya ingin melakukan sesuatu hal yang ingin aku gapai tanpa memikirkan yang namanya cinta. Tapi kak Daniel kenapa dia menolak perempuan tersebut." Gumam hati Jenny yang kebingungan.
"Oi... Jenny." Sapaan Daniel mencoba menghilangkan renungan adiknya tersebut.
"Eh? Kak Daniel." Jawab Jenny yang terlepas dari renungannya.
"Kenapa kamu merenung seperti itu? Kamu tahu, kamu saat ini bukan seperti adikku yang aku kenal seperti biasanya." Sambil mencubit pipi Jenny.
"Adu... duh... Sakit tau." Sambil membalas cubitan Daniel.
"Hehe... gitu dong, kalau kamu balas keisengan aku kayak gini. Baru ini yang namanya adikku yang pendek dan bodoh." Sambil tertawa dan berlari melarikan diri dari keisengannya tersebut.
__ADS_1
"Apa? Kak Daniel bilang? dasar!" mengejar Daniel sambil tertawa dan membalas keisengan Daniel.
"Benar, kak Daniel bukan orang seperti itu. Nggak mungkin kak Daniel menganggapku sebagai perempuan yang disukai secara umumnya. Kak Daniel tetap kak Daniel, aku tetap aku yang seperti biasanya. Jadi aku tidak akan memperdulikan gosip murahan yang dibikin oleh orang jahat itu." Gumam hati Jenny.
Namun pemikiranku salah saat aku berlibur berdua dengan kakakku Daniel di sebuah pantai.
"Bagaimana liburan kali ini asik bukan?"
"Ia... liburan bareng kak Daniel emang selalu mengasikkan."
"Kak lihat airnya...." tiba-tiba Jenny terkejut saat Daniel memeluknya dibelakang.
"Kak Daniel apa yang kakak lakukan? Disini banyak orang-orang lo." Wajah Jenny memucat dan hal yang ia khawatirkan takut menjadi kenyataan.
"Aku menyukaimu Jenny. Aku sudah tidak sanggup lagi menganggapmu sebagai adik tiriku. Apalagi berpura-pura tidak menyukaimu selama ini." Sambil mengencangkan pelukan tersebut.
"Sejak kapan?" Tanya Jenny dengan airmata yang jatuh dipipinya.
"Aku tidak tau pasti kapan perasaan ini muncul, tapi yang pasti aku sangat menyukaimu Jenny. Jadi tetaplah seperti ini, aku ingin memelukmu seperti ini seterusnya."
Tiba-tiba Jenny berdiri membeku dan tidak dapat berkata apapun, hal selama ini yang tidak dia duga namun terjadi seketika.
"Aku ingin kembali ke Jepang bersama ayah dan ibu kita." Jawab Jenny dengan suara dingin.
"Apa? Apa maksudmu Jenny? Bukankah alasan kamu tidak ikut ke Jepang bersama ayah dan ibu karena kamu sangat menyukai tempat ini." Jawab Daniel yang terkejut.
"Sekarang aku tidak menyukai tempat ini lagi." Melepaskan pelukannya dengan Daniel dengan wajah gelisah.
"Apa karena aku menyatakan perasaanku terhadapmu?" Teriak Daniel.
"Seharusnya tidak begini! Aku dan kakak seharusnya tidak begini. Walau kita ini bukan saudara kandung, kita tidak boleh yang namanya saling mencintai. Karena kakak dan aku tidak akan perna bisa bersama. Karena aku hanya menganggap kakak sebagai kakak yang kusayangi." Jawab Jenny dengan tatapan sedih dimatanya hingga dia menangis sejadi-jadinya dan melarikan diri Daniel. Dan Daniel hanya diam menbeku dan tidak bisa mengejar adiknya tersebut.
__ADS_1
Begitulah Jenny menolakku dan kamipun tidak bicara sepatah katapun saat pulang dari liburan. Hingga peristiwa itu terjadi, peristiwa yang membuat Jenny hilang akan sosok dirinya.