Change With Sistem: AI Technology

Change With Sistem: AI Technology
AI Technology •10•


__ADS_3

"Geline, aku ingin membuat karakter, apa kalian punya ide??"


Kini seorang gadis yang kita ketahui bernama Zeline sedang duduk di bukit hijau yang luas, pemandangan yang Bagus tuk me refresh otaknya.


[Ada, Owen dari Shadow guard, Gina dari.............]


"Banyak sekali ternyata ya.."


"Ah ini saja, aku ingin membuat karakter perempuan dan Lelaki, buat mereka layaknya manusia biasa tanpa kekuatan, Keahlian berdagang dan sebagainya, buat IQ mereka sebesar 250, tambahkan kepemimpinan di dalam keperibadiannya agar dapat mengatur bawahannya sendiri"


[Pembuatan Karakter]


[Selesai!!]


[silahkan Zeline memberi nama kepada mereka biar orang tak salah panggil]


"Yuniar Azkiro, dan Andreas Grispara"


"Menghadap tuan!"


2 manusia yang berbeda jenis kini telah berada di depannya dengan pakaian lengkap dan sedang membungkuk di depannya.


"Hei hei bangun lah, jangan panggil aku tuan lah! terasa tua tau!"Ucap Zeline


Kedua insan itu mendongak melihat Tuan-- maksudku nyonya mereka yang benar benar masih muda sekali.


"Baik---.."


"Namaku Zeline! anggap aku jadi saudara kalian oke??"


"Baik--Zeline"


Zeline sebelumnya yang telah membeli Villa tuk kedua bawahannya itu, langsung membawa mereka ke sana.


"Ini dia rumah baru kalian, Feth bisa membantu kalian dalam kehidupan sehari hari disini"Tiba tiba pintu terbuka dengan sendirinya, dan menampilkan hologram loli kecil di depan mereka


[Selamat datang..., Yuniar dan Andreas..]


"Wow, kau sangat canggih!"Ucap Yuniar terkejut


"Kenapa Malah loli kecil yang muncul..?"Tanya Andreas sembari memegang hologram tersebut


dan ternyata dapat di pegang


"Aku mengaturnya seperti itu"ucap Zeline bangga dengan teknologi nya.


Zeline pun menjelaskan bahwa 1 tahun ke depan dia mendirikan perusahaan dan meminta mereka menjadi Sekretaris nya dan juga COO.


"Apakah kami pantas..?"Tanya mereka berdua bersama


"Tentu saja, Kalian punya keahliannya dan IQ yang tinggi bukan..?"


"Feth, buatkan data data lengkap tuk mereka di negara ini ya.."ucap Zeline sambil mengelus Feth


[Jangan mengacak ngacak rambut ku!]


Mereka bertiga tertawa oleh perkataan lucu, Feth kecil..

__ADS_1


Time Skip 1 tahun kemudian..


Pengguna GZ AI telah mencapai 7,5 juta pengguna, dan pasti kalian bertanya kan kenapa aplikasi ini tidak pernah tersingkir dan semakin banyak peminatnya..?


Karna penambahan fitur baru yakni anti virus yang membuatnya tak bisa di pecahkan kodenya, tak lupa persembunyian Zeline yang tak di ketahui semua orang.


Ya, semua orang termasuk Gatra, sejak 6 bulan yang lalu Gatra menghilang secara tiba tiba, Zena tinggal bersama Zeline di rumah barunya.


Mau tau cerita 6 bulan yang lalu..? Nantikan di chapter selajutnya ya..


°Nyonya, Gedungnya telah selesai, ingin melihatnya..?°


°Baik, pak, saya akan segera kesana°


Telepon di matikan beserta Zeline yang sudah berumur 19thn memakai jaket lalu pergi di temani oleh 2 bawahannya yang setia.


"Ibu, aku pergi bekerja dulu ya.."


"Hati hati Nak, apa kau tau keberadaan Gatra sekarang..?"Zena memang mengkhawatirkan Tunangan dari anaknya.


"Dia tak penting sekarang, ibu tunggu disini ya, jangan kemana mana"Ucap Zeline tersenyum


Dulu keperibadian Zeline periang dan penyayang, sedikit kekanak Kanakan namun berbeda semenjak Gatra pergi


Ia tidak murah senyum, irit kata kepada orang luar seperti (Mau:Aku mau ini/Mau makan ini), Namun ia tetap baik hati kepada temannya


"Yuniar, Andreas Ayo.."Ucap Zeline berjalan keluar dari Villanya itu.


Sampai di sana Gedung dengan 20 lantai sudah terbangun indah di atas tanah, warna gedungnya yang mengkilat dan juga sekitarnya yang sudah di tata.


Tuan Henri dah terbiasa dengan sikap Zeline yang irit kata, dan tanpa merek sadari bahwa Fathir sebagai arsitek sekaligus teman Zelien berada di sana


"Wah! Temen gue mau jadi bos perusahaan aja nih!"Berisik memang


"Berisik"


"Kata Zeline, kau berisik membuatnya ingin menonjokmu"Ucap Andreas mengartikan ucapan Zeline


"Aku tau aku tau"


Mereka bertiga masuk ke gedung itu, dan ya masih kosong melompong.


"Feth, masukkan"ucap Zeline tanpa ragu


Feth keluar dari tubuh Zeline lalu memasuki ruangan sistem gedung tersebut, dan boom! Gedung itu di seberkas cahaya biru dari bawah ke atas.


[Memasukkan data..]


[Selesai, Ada yang lainnya??]


"Tidak"ucap Zeline lalu melanjutkan langkahnya


orang di luar, Henri dan Fathir terkagum kagum pada cahaya biru yang tadi mereka lihat.


"Memang orang ajaib level 8" ucap mereka berdua


"Kalian, CCTV"

__ADS_1


Yuniar yang mengerti langsung menelpon penjual CCTV terbaik di kota ini.


°Halo??°


°Saya pesan CCTV untuk 19 lantai di seluruh sisi sudut gedung"ucap Yuniar di Telfon


°Bawa saja lebih, takut kurang, uangnya akan saya transfer dan ini alamatnya°


niit


'Geline, beli CCTV di shop System'


[Baik, dan juga Ze, jangan terlalu dingin]


[CCTV A-56]


[Dapat berputar 360°, menembus tembok dengan radius 30 meter sudah termasuk monitor di tablet]


"Hm, beli saja 10'ucap Zeline dalam benaknya


[Baik, pembelian berhasil, mengurangi poin System]


[Point System:20.500.000.567]


(Dapet dari kepuasan para pengguna GZ AI ya..)


(Cape bet Author ngitunginnya!!)


[Sudah masuk ke Inventory ya]


"Feth, pasangkan ini di lantai 4,5, 7,6 8,10, 13, 14,15, dan 18"ucap Zeline sambil menyerahkan CCTV itu ke loli Feth yang berada di depannya.


Feth seketika membelah diri menjadi 10 dan langsung berpencar.


'Zeline memang yang paling hebat!'ucap Andreas di belakangnya.


"An, buka lowongan kerja tuk perusahaan ini, 300 orang saja dulu yang di terima, jadwalkan Minggu depan'ucap Zeline sembari berjalan kembali


"Dan Yuniar, kamu urus furniture dan ini topeng buat menutupi identitas kalian"ucap Zeline panjang lebar.


"Setelah perusahaan resmi di buka, kalian panggil aku saat di tempat kerja, Zaza.."Sambung Zeline


"Siap, Boss Zaza!!"ucap mereka bersama lalu langsung kabur sebelum di cecar oleh perempuan di depannya ini.


Zeline Menaiki lift ke lantai 20 yang bisa di akses hanya oleh dirinya, Yuniar dan Andreas.


"Ke lantai 20"ucap Zeline


[Baik, Pasword..?]


"Zaza Boss"ucap Zeline


dan lift itu bergerak ke atas tuk ke lantai 20, dengan pemandangan lua yang indah, ia menangkap siluet sebuah mobil yang sangat ia kenal


"Mungkinkah..?"


"Ah sudahlah, dia sudah bukan tunangan ku lagi"..

__ADS_1


__ADS_2