
π·ππππ’ πππππππ β‘β‘β‘
Di pagi hari, Zeline tetap harus ke kantor, karna Gatra yang berniat mengunjungi perusahaan.
Tentu saja setelah mendengar itu dari Yuniar, Zeline bergegas bersiap dan segera meluncur ke kantor.
"Aska, nanti berangkat sekolah diantar sama Carera. Kalau mau jenguk Alno bilang ke Carera ya"
Alaska yang sedang makan mengangguk tanpa menghiraukan kalimat terakhir sang Ibu.
"Iya, Mom"
Zeline pergi bersama Yuniar (Lupa nama suaminya), mereka bergegas tak lupa Zeline juga memakai topeng seperti biasanya.
"Itu Tuan Gatra kan?"
"Dia lebih cepat dari perkiraan"
[Kau yang lambat Zeline]
[Dia baru saja sampai kalau dilihat lihat]
Zeline turun dari mobil dan menghampiri Gatra yang juga baru turun dari mobil.
"Ku kira lebih siang lagi?"
"Aku ada acara di siang nanti"
Zaza dan Gatra memasuki gedung tersebut dan bersama sama ke ruangan kantor Zeline, kebetulan Gatra ingin menunjukkan idenya.
"Jadi?"
"Ku harap GZ AI bisa memasukkan teknologi hologramnya ke ini"
Gatra menunjukkan sebuah sketsa benda kecil yang diketahui adalah programer hologram.
"Kau mau membuat robot hologram?"
"Ya, tepat sekali, tapi sepertinya akan lebih nyaman dibicarakan di kantor"
Mereka sampai pada lantai paling atas dan memasuki ruangan itu, Zaza tak lupa menyalakan mode ide di ruangannya itu.
"Let me see.."
"Kira kira saya ingin membuat produk ini"
"Berapa unit?"
"Hanya 1, dan hologram dengan molekul yang berdekatan agar dapat disentuh"
"Tujuan dari hologram ini?"
Gatra mengeluarkan sebuah catatannya, kalian pasti bingung sekali Gatra yang seringnya main sama Zeline dan Alaska bisa membuat itu?
Sama author juga bingung alasannya.
"Seperti protector, jika GZ AI melindungi di perangkat, maka robot AI ini akan melindungi di dunia nyata dan menemani"
"Apakah kau terinspirasi dari komik XXX??"
"Kurang lebih"
Zeline terkekeh sedikit, ia segera membuat desain yang cocok untuk barang tersebut, ia memperbolehkan saja lagi pula dia hanya menambahkan AI kedalamnya
"Lelaki atau perempuan?"
__ADS_1
"Lelaki akan lebih cocok"
Gatra membuat desain pakaian, dari mulai kepala hingga kaki.
"Seperti ini"
"Bukankah ini akan terlalu mahal? jika seperti ini?"
"Ini untuk saya"
Zaza gak terkejut.
"Hah.. Korupsi kah tu masuknya??"
Gatra terkekeh dan melanjutkan penjelasan nya
"Saya juga ingin membuat robot yang lebih sederhana dan lebih murah untuk unit medis sekarang dan militer di kemudian hari"
"Jadi kau meminta ku untuk memindai semua penyakit dan cara mengatasinya? kau tau kan GZ AI tak bukan saham"
Gatra mengangguk yakin.
"Aku bukan membeli GZ AI mu, tapi aku akan membayarnya setiap tahun, bagaimana?"
"Boleh, tapi untuk itu butuh waktu karna aku juga butuh bantuan anakku"
"Ternyata kau juga butuh bantuan anak kecil"
"Jangan remehkan dia, dia lebih hebat dari kau"
Gatra terkekeh kecil
"Aku nantikan"
"kita kira kapan deadline nya?x
Zeline mengangguk dan menjabat tangan Gatra.
Sekilas mirip Zeline-Gatra
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
"Nona!"
Carera melambaikan tangannya tinggi tinggi agar terlihat diantara kerumunan manusia tersebut.
"Carera!"
Alaska segera menghampiri Carera dan menggandeng tangan perempuan tersebut.
"Kata Nyonya kau mau jenguk temanmu?"
"Iya, tapi aku takut.."
"Tidak apa apa Nona, kejadian waktu itu tak akan terulang lagi, saya janji"
Alaska mengangguk lalu masuk kemobil diikuti Carera yang duduk di kursi kemudi.
"Rumah sakit mana?"
"Mentari Hospital"
Keheningan terjadi, Alaska yang terus memegangi bunga yang ia buat dengan sihirnya dan Carera yang fokus menyetir.
"Aku takut"
__ADS_1
"Tidak apa apa Nona"
Carera menggendong tubuh Aska turun dari mobil dan berjalan ke resepsionis.
"Kamar Alvino Lavian dimana ya?"
"Ada di kamar 549 lantai 5"
"Terimakasih"
Carera yang awalnya ingin menggunakan lift tidak jadi karna liftnya penuh, dan agar nonanya tak menunggu dia menggendong Alaska menaiki tangga.
"Koq?"
"Biar cepet"
Carera menaiki tangga dengan cepat, Iyalah, orang Carera iblis.
"549...549...549.. Ah ini Carera!"
Carera berhenti dan menurunkan Alaska di depan pintu itu, dia mengintip apakah ada tuan dan nyonya Lavian disana atau tidak.
"Aman Nona"
Carera menggunakan sihirnya yaitu Barier untuk membatasi ruangan ini serta tak ada yang bisa melihat siapa di dalam.
Juga tentunya untuk mengecoh orang orang.
"Permisi"
Terlihat Alvino yang sedang berbaring di kasur, tubuhnya penuh pernah terutama kakinya yang di gips.
"Aska??"
"Alno masih sakit?"
"Sedikit"
Alaska sengaja menekan satu titik dan membuat Alvino meringis kesakitan
"Sakit"
"Katanya nggak"
Aska terkekeh lalu ia memberikan bunga yang ia bawa.
"Ini sebagai permintaan maaf Aska, Disini udah ada sihir biar Alno cepet sembuh"
Sekilas bunga itu terlihat biasa saja namun di dalamnya sudah banyak sihir positif yang diberikan oleh Aska
dan sebagai info, keluarga Lavian bukan Egister (ampun saya lupa)
"Maafin Aska ya.."
"eh jangan nangis.."
------------------------------------------------
**Like
komen
share
follow
__ADS_1
TBC**