Change With Sistem: AI Technology

Change With Sistem: AI Technology
AI Technology •9•


__ADS_3

𝙷𝚊𝚙𝚙𝚢 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚒𝚗𝚐 ♡♡♡


"Jadi bagusan yang mana?"


"Mbak, beli semua yang dicoba dia"


Seketika Zeline tertohok mendengar pernyataan Gatra yang begitu blak blakan, terus buat apa dia mencobanya?


"Dan juga yang dicoba anak saya"


"Baik, Pak"


Zeline memerah, ia menatap kearah Alaska dan Gatra datar.


"Terus kenapa gak langsung beli aja??"


"Ya kan kita mau lihat Mommy pake baju itu, lagi pula Mommy jarang pake baju itu nanti nya"


Gatra mengangguk setuju.


Rasanya Zeline sangat ingin memukul kedua orang ini namun untuknya urat sabarnya belum putus sepenuhnya.


"Kadang bikin aku kesal~"


"Jangan marah Ya, Mommy"


"Iya, Cantik"


Mereka menuju kekasih, rupanya tak hanya Alaska dan Zeline Yang membeli baju, Gatra pun tak luput dari berbelanja.


"Berapa totalnya?"


"Totalnya jadi 115.655.000"Ucap pelayan tersebut.


"Ini"


Zeline awalnya ingin menyerahkan kartunya namun ditahan oleh Gatra.


"Pakai kartu saya saja"ucap Gatra sambil mengeluarkan Black Card-nya.


"Baik"


Zeline menatap Gatra bertanya tanya.


"Lagi pula ada baju aku dan Alaska, jadi sekalian aja"


Mereka membawa baju baju tersebut, Gatra memilih untuk membawa baju itu ke mobil dulu sebelum melanjutkan jalan jalannya.

__ADS_1


"Kalian tunggu sini, aku mau naruh belanjaannya dulu"


Alaska memberikan jempol sedangkan Zeline hanya mengangguk.


Mereka menunggu cukup lama namun Gatra tentu saja kembali dengan tangan yang sudah kosong.


"Lanjut mau kemana?"


"Belanja bulanan, Bunda nitip itu"


"Yaudah ayok"


Mereka berjalan supermarket bernama 'Lala', Disana merek mengambil troli dan masing masing membawa 1, kecuali Alaska.


"Aska juga mau bawa, Mom"


"Gak, kamu masih kecil"


Alaska kesal dan beralih ke ayahnya.


"Aska mau--"


"Gak, kau masih kecil, jalan dan ikut saja ya"


Alhasil Alaska kesal, sepanjang perjalanan dia tak menghiraukan kedua orangtuanya karna hal tersebut.


"Hayoloh Zel, gara gara kau Aska marah"


Zeline beralih ke tak bahan kue, dan membeli bubuk kue instan untuk Minggu depan sang anak ulang tahun.


"Itu buat Aska ya?"


"Iya"


Alaska yang penasaran mengintip namun tubuh kedua orang tuanya menghalanginya.


"Alaska mau apa lagi sayang?"


"Coklat"


Gatra tersenyum, rupanya sang anak sudah tak marah padanya, ia pun segera mengajak Alaska ke rak coklat sembari mendorong troli.


"Mau yang mana?"


"Ini ini ini ini ini ini"


"Hush, jangan banyak banyak"

__ADS_1


"Yaudah 3 aja"


"Tadi udah makan es krim"


"Yaudah 2"


"Ok--"


"1 aja, nanti kamu sakit perut"Keputusan mutlak dari Zeline seketika membuat Alaska diam sembari mengambil satu coklat.


"Zeline, kau ini--"


"Kenapa?! nanti dia sakit perut gak sekolah yang ada, minum obat mau?"


"Erk-- nggak Mommy"


Mereka kekasir untuk membayar belanjaan dan setelah itu pulang.


"Mom, mau makan coklatnya"


Sebelum ia memasukkan semua tas belanjaannya ke bagasi, ia mengeluarkan coklat yang diminta sang anak.


"Ya"


Setelah selesai, mereka masuk ke mobil dan di mobil, Alaska membuat Coklatnya dan memotongnya menjadi 3 bagian.


"Ini buat Mommy"


"Ouh, makasih"


"Ini Buat Daddy"


"Makasih, tapi gimana Daddy makannya? kan lagi jalan mobilnya?"


Alaska berpikir sejenak dan memberikan coklat itu ke Zeline.


"Mommy aja yang nyuapin ya, soalnya Mommy Deket sama Daddy"


Zeline memerah sedikit, semburat merah tampak di wajahnya.


------------------------------------------------


**Like


Komen


Share

__ADS_1


Follow


TBC**.


__ADS_2