
Season 2.
Tema::How to get him back(?)
"Alaska, kenapa kau termenung terus??"
"Tidak apa apa. Aska hanya pusing"
Alaska sedang berada di kelasnya. Minggu depan ulang tahunnya namun ibu dan Ayahnya belum berbaikan.
......Alaska POV~......
Minggu depan ulang tahun ku, Tapi Ibu dan ayah tidak mau berbaikan sama sekali. Aku sedih.
Padahal aku inginnya tahun ini ulang tahunku bersama dengan kedua orang tuaku, meniup lilin bersama.
"Kau pusing kenapa? mau kubawa ke UKS??"Wajah Alno tampak khawatir padaku. Wajahnya sangat imut.
"Tidak, Lagi pula dari tadi Alno sama sekali tak mendengar Pak Guru ya??? Itu dipanggil"Seketika dia melihat kedepan. Seisi kelas menertawakan Alno yang sekarang wajahnya sudah memerah karna malu.
"Kerjakan soal di depan!!"
Pak Guru tampak marah, salahku juga sih tapi.. kenapa aku merasa gemas sendiri yah melihat Alno seperti itu?
"Huh, baiklah Pak"Alno berjalan guntai membuat rambut putihnya bergoyang goyang.
Dia bisa sih mengerjakan soal nya dengan lancar dan sempurna tapi mungkin yang dia tidak suka adalah sorakan para teman kelas yang memujinya.
"Silahkan balik ketempat. Lain kali jangan termenung dijam pelajaran saya"Alno mengangguk malas.
"Hayo... gimana rasanya di hukum??"Goda ku.
"Tch. Gara gara kau juga, siapa suruh seperti itu?!"
Brakk!
"Alaska Zakeisha!!! Jangan mengajak obrol teman mu dan perhatikan!!"Seisi kelas menertawakan ku namun kupingku hanya terfokus pada satu suara.
Suara lelaki di sampingku ini membuat seakan pendengaran ku hanya berpusat padanya saja.
"Gantian noh..."
Entah kenapa wajahnya ingin memancarkan senyuman melihat ia tertawa seperti itu karna ku.
"Oh ya, nanti saat ulang tahun mu undang ku ya??"Bisiknya. Pak Guru menjelaskan namun kami tetap berbisik bisik.
Kedudukan Alno disini tinggi. Berasal dari keluarga kaya. dan juga parasnya yang tampan membuat ia disukai banyak orang.
Walau kekayaannya tidak sekaya Ibu-ku dan Ayah-ku sih..
"Baiklah, buka buku tugas lalu kerjakan soal ini"Aku dan Alno tampak berapi-api. Kami berlomba lomba menyelesaikan soal-soal ini.
"Yang kalah harus traktir!"Bisiknya.
Suara coretan pensil terdengar di telinga kami dan mengisi keheningan kelas yang dimana anak kelas 4 sedang garuk garuk kepala.
"Selesai!!"
Kami berlari menuju Pak Guru dan Hup aku yang lebih dulu sampai karna melompatinya.
"Duluan, wleeek"
"Vino!! Aska!!"Seisi kelas berteriak, mungkin teriakan kami membuat pikiran mereka kacau karna kehilangan fokus dan harus menghitung dari awal.
"Kalian ini, harus belajar menghargai yang lain tau?!"Kami hanya mengangguk walau tak mengikuti perkataan Pak Guru di lain waktu nanti.
__ADS_1
"Nilai kalian sempurna, sana istirahat. mengganggu yang lain saja"Semuanya pada menatap kami iri. Apa lagi para perempuan yang meminta jawaban dari Alno dengan gerakan bibir.
"Tak kau bantu tuh??"
"Kau juga tidak membantu mereka"Tunjuk Alno pada para anak laki-laki yang sedang menangkupkan kedua tangan mereka memohon jawaban.
"Lagian merhatiin"
"Bukan dengerin"Sambung Lelaki di sampingku ini. Kalau pelajaran kami ini memang selalu dapat nilai tinggi dan sempurna karna mendengar.
"Seru y gak istirahat sendiri"Kamu menuju kantin.
Saking seringnya keluar jam segini, Para penjual dikantin sudah menanti kedatangan kami berdua.
"Neng, Den. Beli sini"Uang saku Alno memang banyak, sekitar 30rb.
Kalau aku sih... cuma dikit saja 50rb doank. Tapi Ibu hanya memberi 10rb saj dan sisanya dimasukkan ke dalam tabungan yang ada dirumah.
"Sesuai Janji. Kau beli apa saja nanti aku yang bayar"Alno menatap wajahku hangat, Yang mungkin aku saja yang kegeeran tapi dia hanya menatap seperti ini padaku saja.
"Kau punya hp tidak, Alaska?"
"Punya"
"Boleh pinjam??"
Alno mengambil handphone ku lalu mengetik sebuah nomor. "Ini nomorku, aku baru beli Handphone baru jadi kuberikan nomor ku agar kita bisa saling mengontak"Ucapnya sambil tersenyum.
"Owh, okey"
Kami memesan Bakso yang harganya 7rb 2, dan seperti perjanjian Alno yang bayar.
"Oh ya, di handphone mu koq beda dengan ku ya? padahal mereknya sama"ucapnya sambil menggulir gulir layar Handphone ku.
"Itu diberikan Ibu ku"Ucap ku sambil menarik handphone itu kembali.
"Kau tau tidak Aska?? aku sedang menabung untuk membeli GZ AI sendiri lho!!"Dia mengatakannya sambil menyuapkan baso ke mulutnya.
"Makan dulu baru ngomong"
Kami tergelak, entah apa yang lucu intinya kami hanya ingin tertawa bersama saja.
...POV end ~~...
Gatra sedang berkutik didepan Laptopnya. Ia berusaha dan berusaha membobol handphone milik Zeline.
Kriminal sih..
Tok tok tok...
"Masuk saja"
Zaza masuk kedalam, sekarang entah dorongan dari mana Zaza selaku Zeline yang ingin gantian berkunjung ke perusahaannya.
"Sedang apa??"
"Sedang main kode"
Zaza mengintip apa yang sedang dilakukan oleh Gatra. Dan ia tau apa yang dilakukan oleh pria didepannya ini.
"Coba aja kalau bisa, itukan kriminal kau tau.?"
"Ya"
"Kenapa mau membobol handphone Zeline?? Kan tak ada untungnya"
__ADS_1
"Untuk mengetahui informasi penting"
Gatra menatap Zaza sesekali sebelum kembali fokus pada laptop di depannya.
"Jangan korupsi euy, Ini fasilitas kantor kan???"Tanya Zeline sembari memegang megang laptop yang sedang di pakai Gatra
"Ini ku beli sendiri"
"Dimana??"
"Di perusahaanmu kau tak ingat??"
"Oh iya, Yuniar mengatakannya padaku beberapa hari yang lalu"
Gatra diam tak menjawab lagi hingga dia memukul mejanya. "Sial, ini melelahkan"
"Kenapa kau begitu ingin melakukan itu...?"
"Aku masih mencintainya, Zaza"
"Kenapa kau masih mencintainya??"
"Karna dia beda dengan wanita lain"
Gatra menarik nafas panjang sebelum menghembuskannya dengan kasar.
"Dan menghentikan Ayahku yang selalu mengirimkan ****** kepada ku"Ucap Gatra sambil mengusap wajah nya gusar.
Zaza sangat terkejut atas penuturan dari Gatra. Ia tak tau harus mengatakan apa. Jujur dia terharu.
"Kau tau kan?? Dia pasti sudah memakai aplikasi GZ AI ku? jadi pasti susah banget"Tak patah semangat, Zaza ingin melihat sejauh apa Gatra berusaha.
"Ini lebih baik dari aplikasi kan??"ucapnya sambil menunjuk Laptop.
"Aku hanya ingin bersatu dengan keluargaku, menjaganya selama sisa umur ku"
"Kenapa kau melakukan Itu???"
"Pernah dengar pepatah yang mengatakan bahwa Love is eternal atau First love is something cant you feel anymore??"
"Baiklah, aku akan membantu mu"
"Hah??"
"Aku kan CEO GZ AI yang menciptakan aplikasi itu, jadi pasti tau kode yang dipakai perempuan bernama Zeline itu kan??"
"Aku tak butuh bantuan mu"
"Baiklah tapi apa kau tak kepikiran bahwa kodenya adalah tanggal lahir diriku, dirinya atau dirimu??"
Gatra Tak menjawab.
***Like
komen.
share
follow
TBC***...
__ADS_1