
𝙷𝚊𝚙𝚙𝚢 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚒𝚗𝚐 ♡♡♡
Zeline terbangun, ia membuka matanya dan melihat ke sekeliling dan mendapati bahwa ia tertidur.
"Hanya mimpi"
Semua hal indah sebelumnya hanya mimpi, sangat disayangkan pikirnya.
Gatra sedang tertidur di sofa, wajahnya tampak sangat lelah, ia tertidur sangat pulas. Zeline melihat ke arah jam dan waktu masih menunjukkan pukul 2 dini hari.
Zeline berjalan menuju kamar mandi, ia membasuh wajahnya yang tampak sekali kantung matanya disana.
"Memalukan"
Ia masih termenung di depan cermin, otaknya masih berusaha mengatakan bahwa ia tak bermimpi, bahwa sebelumnya itu nyata dan ini yang mimpi.
ia sesekali mencubit tangannya dan terasa sakit di tempat yang ia cubit, berkali kali juga dia menatap kearah cermin berharap bahwa ada sedikit kesalahan agar yakin bahwa ini mimpi.
"Ngapain?"
Suara serak seorang lelaki terdengar tepat di samping telinganya, ia terkejut.
"G-Gatra?"
"Tadi ku cari ternyata disini"
"tidak ada, jangan terlalu dekat"
Zeline merasakan hembusan nafas dingin di lehernya membuat seluruh tubuhnya merinding.
"Kalau aku gak mau?"
"Gatra.."
Zeline membalikkan tubuhnya dan menatap Gatra dengan tatapan sendu.
"Kenapa? mimpi buruk?"
"Tidak"
"Lalu kenapa?"
"Kau bisa menjaga Alaska? untuk 3 hari kedepan saja"
"Dimana tempatnya?"
"Negara S"
Zeline keluar dari kamar mandi namun Gatra mencegahnya, Gatra menarik tangannya sehingga mendekat dengan dirinya.
__ADS_1
"Lepaskan.."
"Jangan pergi, Sabtu Alaska ulang tahun"
"Kalau saja aku bisa.."
Zeline berusaha melepaskan cengkraman tangan Gatra, Ia berusaha menghindar.
"GZ AI pasti tak apa kan jika di tunda 2 hari?"
Zeline membelalakkan matanya, dia menatap Gatra tak percaya, Apakah tadi bukan Mimpi?
"M-maksud mu?"
"Kau kira yang tadi mimpi..?"Lelaki itu tertawa kecil, ia melepaskan genggaman tangan nya lalu memegangi perutnya.
"Lihatlah wajah bodoh mu itu sekarang"
Wajah Zeline memerah, dia benar benar tak tau harus berkata apa karna jujur saja ia mengira bahwa itu mimpi saja.
"Tadi itu bukan mimpi, Cantik.."
Gatra masih tersenyum geli.
"H-habis aku masih di samping kasur Alaska! jadinya--"
"Aku sengaja karna kau menunjuk ingin tidur disana, padahal matamu sudah terpejam"
"Jangan menertawaiku!"
Pundak Zeline bergetar, matanya memerah menahan tangis, seketika Gatra berhenti tertawa dan menghampiri Zeline.
"Maaf maaf, sudah jangan nangis kucing kecil"
"Kau menyebalkan!!"
Zeline mencengkram kemeja Gatra erat, membuat Lelaki itu membawanya kepelukan.
"Maaf, jangan nangis ya?"
Zeline mengangguk, dia menyeka air matanya dan menatap Gatra dengan alis yang menajam tanda marah.
Dia menggembung pipinya membuat Gatra tak tahan untuk mencubit nya.
"Cute~"
"Swakuit--"
Gatra terkekeh, tempatnya sangat tidak cocok untuk mereka bermesraan, di kamar mandi pula.
__ADS_1
Gatra membawa Zeline keluar dan menaruhnya di sofa, ia menidurkan Zeline dengan lembut dan menatapnya dengan intens.
"Bos Zaza, hari ini tak usah masuk kantor ya?"
"Tapi--"
"Suruh saja Andreas atau Yuniar, sekalian mereka jalan dan kita disini bersama"
"B-baiklah, tapi lepaskan dulu a-aku tak bisa bergerak tau"
Gatra tak mengindahkannya, dia mendekatkan wajah, semakin dekat hingga hembusan nafas mereka saling bertukar.
Piiip..
"Saya ingin mencek kondisi Pasien Alaska Zakeisha Gradipta"
Gatra dan Zeline langsung kembali ke posisi semula, mereka memerah. Zeline pun bergegas pergi ke arah Alaska.
"b-baik"
Gradipta? Aku baru tau-Gatra
Setalah perawat itu keluar, Gatra segera meminta penjelasan tentang nama tersebut.
"Gradipta hm??"
"Eh-- itu aku bisa jelaskan"
"Apa hmm?? memakai marga ku ya?"
Zeline merah padam dibuatnya, Gatra tersenyum smirk melihat wajah Zeline, ia semakin dekat dan dekat.
"A-a- itu--"
"Tak apa, Aku suka"
//Max.Blush//
------------------------------------------------
**Like
Vote
Komen
share
Follow
__ADS_1
TBC..
udah dibikin sedih, baper lagi akhirnya**