
𝙷𝚊𝚙𝚙𝚢 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚒𝚗𝚐 ♡♡♡
Kabar Alno yang telah menjadi korban tabrakan segera memberi kabar duka ke seluruh sekolah, tak terkecuali Alaska.
"Nanti jenguk Alno yuk"Ucap Nick mencoba mencairkan suasana kelas yang sejak bel istirahat tak berkutik dari tempat.
"Tapi apakah operasi nya berjalan lancar? lagi pula memangnya kau sudah bilang ke Orang tua mu?"
"Ya belum sih.."
Alaska menatap datar melihat sekeliling kelasnya yang sedang kebingungan dan khawatir.
Ini salahku..-Alaska
Alaska bangun dari tempat duduknya dan keluar dari kelas dengan hawa yang mencekam.
"Apa apaan dia itu..?"
Alaska menatap terus ke bawah dengan air mata yang membendung di pelupuk mata, ia menyalahkan dirinya sendiri.
"Kasian ya si Alvino, katanya dia sedang telponan dengan seseorang saat tabrakan itu terjadi"
Deg!!
"Iya, dasar orang itu, pembawa sial"
"Rumornya dia telponan sama temannya yang dekat dengan nya"
"Alaska? anak yang loncat kelas itu?"
"Apa kau tau? dia kan tak punya ayah"
"Aku juga tak pernah lihat ayahnya"
Air mata semakin menetes deras, dia semakin cepat berjalan dan tak melihat orang di depannya.
Buk..
"Ssshh"
Dia mendongakkan kepalanya dan mendapati seorang lelaki yang juga terjatuh di depannya, lelaki itu lebih dulu berdiri dan menjulurkan tangannya.
"Kau tak apa?"
"Maaf"
"Kau anak kelas 2 ya?"
Alaska memandangnya datar membuat sang empu seketika terkekeh kecil.
"Atau anak yang lompat kelas itu?"
Alaska tak mau menjawab dan mengusap air matanya yang masih membekas.
__ADS_1
"Ayo kekantin"
Tanpa menunggu jawaban dari Alaska, lelaki yang tidak diketahui namanya itu menarik tangan Alaska dan membawanya menuju ke kantin.
"Lepas"
"Ini diam disini, aku akan membelikan makanan sebagai permintaan maaf ku"
Dia mendudukkan tubuh Alaska di kursi dan berlari pergi ke salah satu kios, dan kembali beberapa saat dengan membawa dua nampan.
"Makanlah"
Alaska menatap makanan tersebut, meneliti makanan yang di bawakan lelaki itu.
"Aku tak mengerti"
"Aku memintamu makan bukan mengerti"
Alaska meneliti wajah sang orang asing itu dan seketika dia tau siapa itu.
"Baiklah, terimakasih Kak Jovan"
"Aku terkenal rupanya"
Alaska memutar bola matanya dan lanjut memakan makanan yang dibelikan Jovan. Sedikit info, Jovan itu kelas 6 berbeda dengan dirinya yang kelas 4.
"Jangan menangis lagi, kau tak salah"
Alaska bangkit dari tempat duduknya dan berbalik namun sebelum ia pergi, ia berkata sesuatu.
"Kau tak akan pernah mengerti bagaimana rasanya di posisi ku, Kak"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari-hari berlalu cepat, Alaska tak berani mengunjungi Alno, ia sekarang sudah pulang sekolah dan menunggu di depan gerbang sekolahnya.
Beberapa menit yang lalu bel pulang sekolah berbunyi, suasana sekolah yang sewajarnya sudah sepi entah kenapa masih ramai dengan teman temannya.
tin tin
Suara mobil yang asing baginya membuat ia mengangkat kepala dan melihat sebuah mobil yang berhenti di depannya.
Orang itu keluar dari mobil dan betapa senangnya Alaska melihat siapa yang menjemputnya.
"Ayah?"
Semua orang langsung mengalihkan perhatian pada Alaska dan menatap lelaki yang dipanggil ayah oleh Alaska.
"Shuut jangan kenceng kenceng, ayo pulang "
Alaska mengangguk dan memasuki mobil tersebut, riuh rendah suara para murid yang sedang menjadikannya topik tak dihiraukannya.
Mereka masih terkejut.
__ADS_1
"Bukannya Ayah sibuk?"
"Sekali kali menjemput anakku tak apa kan?"
Alaska tersenyum simpul
Mereka masuk kemobil dan disana banyak hal yang diceritakan oleh Alaska. Ia juga mengatakan akan menginap di rumah Gatra saat liburan sekolah nanti.
"Boleh kan, Yah?"
"Boleh, tapi panggilnya Daddy dulu donk"
"Gk mau"
"yaudah gak boleh"
Alaska terkekeh kecil. Begitu juga dengan Gatra yang memandangi wajah sang anak.
"Kata Ibu mu teman mu ada yang sakit, kau tak menjenguknya?"
Alaska diam seolah olah tak mendengar pertanyaan sang ayah.
"Alaska?"
"Aska takut, Yah"
"Kenapa?"
Alaska menggelengkan kepalanya, tak mungkin ia memberi tau sang ayah tentang apa yang terjadi.
"Ayah sama ibu sudah baikan?"
"Belum, Ayah sedang berusaha"
Keheningan terjadi, Gatra sengaja melewati jalan yang memutar agar bersama sang anak lebih lama dan lama lagi, oh ya, dia sudah memberi tau Zeline koq.
Gimana caranya? Ya dengan datang langsung ke rumahnya dan meminta izin. Kebetulan Zeline sedang di rumah.
"Soalnya Aska Sabtu depan ulang tahun"
-------------------------------------------------
**Like
komen
share
follow
TBC
Btw aku update nya dikit dikit ya**
__ADS_1