
Happy reading❤️❤️
"Its impossible"
"Mungkin saja dasar kau ini, ku bantu malah marah"
"Memang tanggal lahirmu berapa?"
"xx-xx-xxxx"
Deg!
Tanggal yang diucapkan Zaza membuat ia tertegun, itu adalah 1 hari sebelum Zeline ulang tahun.
"Kenapa hum?"
"Akan ku coba, tapi awas kau laporin ke polisi"
"Gak janji sih"
Gatra mendelik kesal dan memasukkan kode itu dengan cepat namun hasilnya nihil.
"Pembohong"
"Haha mana mungkin kan aku biarkan kau menjeblos keamanan GZ AI yang bahkan tak ada orang yang pernah melakukannya"
"Sudah kuduga"
"Kalau begitu Good luck"
Zaza mendaratkan tubuhnya di sofa empuk milik perusahaan tersebut dan tanpa sengaja ia tertidur.
Gatra mulai mengalihkan fokusnya sebentar ke tugas sesungguhnya.
"Za"
Tak ada jawaban yang ia dapat hanya keheningan.
"Zaza, tanda tangan Za"
"Woi, Zaza!!"
Masih tak ada jawaban yang membuat Gatra bangun dari duduknya dan barulah ia sadar kalau Zeline a.k.a Zaza sedang tertidur pulas.
"Eh.. Dasar"
Tiba tiba rasa penasaran muncul melihat hal tersebut, ia berjalan pelan ke arah Zaza, ia penasaran wajah asli dibalik topeng itu.
"Za, kalo anda gak bangun akan saya buka topengnya "
Masih tak ada respon dari sang empu.
Gatra duduk di sebelah Zaza dan tangannya mulai berada diatas topeng tersebut.
__ADS_1
Secara perlahan, ia membuka topeng tersebut sedikit demi sedikit. Takut membangunkan Zaza.
"Ngapain?"
Zaza langsung menahan tangan Gatra yang sudah hampir membuka setengah dari topengnya.
"Apa yang---"
"Apa yang apa yang, anda yang apa yang donk"
Gatra terkekeh kecil, namun ia masih menatap Zaza penasaran.
"Kau pakai pengubah suara ya?"
"Iya"
"Segitu tak inginnya ada orang yang tau jari diri anda ya?"
"Iya, ini demi keamanan anak saya"
Gatra mengangguk.
"Anak ya... boleh aku menemuinya kah? sekali saja gitu, atau nanti kau akan pakaikan topeng juga?"
"Dia juga menyembunyikan identitasnya saat ke kantor saya, jadi anda tak usah khawatir"
"Dasar keluarga misterius.."
Gatra menyerahkan kertas dan pulpen pada Zaza dengan tujuan untuk menandatanganinya.
"Tak baik, lagi pula aku tak menikah"
"Jadi anak diluar nikah? Kemauan anda atau kecelakaan?"
"Hadiah dari tuhan"
Gatra mengangguk dan tersenyum simpul, Ia sangat mengerti posisi Zaza.
"Kayaknya waktu itu kau bilang suamimu meninggal deh?"
"Ya, meninggal dalam pikiran saya"
Hadiah dari tuhan ya..-Gatra
Zaza pamit pulang dan ia kembali ke perusahaannya yang kini banyak orang didepannya.
"Ada apa?"
"Ada yang jatuh"
Saat melihat ke sana, ia menggelengkan kepalanya, bagaimana Geline bisa melakukan lelucon sampai seperti ini?
"Geline, bangun lah jangan bermain main"
__ADS_1
Tiba tiba tubuh itu menghilang dan di gantikan dengan suara kecil dari dalam gedung.
[Maaf Nyonya Zaza, Saya bosan]
Mereka lantas mengelus dada, dan bertepuk tangan kagum karna hal yang baru saja mereka saksikan.
"Apakah hologram super nyata itu dijual?"
"Maaf, kalaupun dijual, itu hanya ada satu dan harganya tak akan pernah bisa kau bayangkan"
"Begitukah? berapa harganya??"
"999.000.000.000.000.000"
Mereka langsung syok dan seketika meminta maaf lalu pergi dari sana, benar benar memuakkan.
"Zeline, ada Alaska di kantor mu, dia menunggumu sedari tadi"
"Bukankah waktunya sekolah?"
"Ia pulang awal katanya"
Zeline mengangguk, ia bersama Yuniar pergi ke lantai paling atas yang kini telah menjadi mode hacker.
"Alaska, kau mau meng-hack apa lagi?"
"Gak ada, lagi lomba ini"
"Ada hadiahnya?"
"Ada, nanti dia akan menggadaikan perusahaan miliknya dengan ini"
"Dasar licik kau ini ya"
"Ini kan keturunan dari mu Ibu"
Zeline melihat ke komputer yang sedang ditatapi anaknya, Ia menyadari sang anak tak memakai kacamatanya.
"Kenapa gak dipake? mau rusak?"
Penglihatan Alaska sangat sensitif terhadap cahaya gadget, kalau tak memakai kacamata bisa bisa ia akan rabun.
"Lupa"
Zeline memakaikan kacamata kepada sang anak yang di terima dengan baik
"Terimakasih, Ibu"
Zeline tersenyum, ia berjalan ke arah sofa untuk mengerjakan dokumen dokumen yang belum ia sentuh sejak pagi.
"Semangat/semangat Ibu"
Semoga suka ya..
__ADS_1
Stay tune in my novel ><
TBC..