
𝙷𝚊𝚙𝚙𝚢 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚒𝚗𝚐 ♡♡♡
Gatra telah pergi dari sana, katanya ada hal penting yang harus ia lakukan, karna itulah dia pergi.
"Mommy, Daddy kapan kesini sih?"
"Sabar ya sayang, bentar lagi"
Hubungan keduanya sudah lebih baik, walau suasana masih canggung antara keduanya, mereka sudah tak saling menghindari. Ralat, Zeline yang menghindar.
Alaska sudah lebih baik, ia merengek pulang karna tak betah dengan bau obat-obatan di rumah sakit tersebut.
Namun, Dokter masih tak memperbolehkan karna kondisinya yang masih harus dipantau, walau Zeline sebenarnya sudah tau kenapa, tetap saja ia tak mungkin memberi tahukan nya.
"Zeline, tadi malam itu.. aku koq gak bisa keluar?"
Kau tak perlu tau-Zeline
Angel mengerucutkan bibirnya lantaran kesal atas jawaban yang diberikan oleh sang inang.
Andreas menggantikannya untuk pergi, ia juga membawa Yuniar tentunya, sedangkan Nick dan Nichole dititipkan ke rumah para iblis.
Kayak Diablo, Testarossa, Moss, Carera, Esprit dkk gitu.
"Alaska~"
Gatra datang tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 1 lewat 30 menit, membuat wajah perempuan kecil berumur 7 tahun itu tersenyum.
"Daddy~!"
Untuknya Alaska ingat untuk tidak berlari kearah lelaki tersebut karna selang transfusi yang masih ada di tangannya.
"Mau makan?"
Zeline mengambil alih makanan ditangan Gatra lalu menyiapkannya di piring yang entah sejak kapan ada disitu.
"Psssst Daddy, Daddy udah baikan sama Mommy?"
"Iyah"Gatra mengangguk sembari menunjukkan rentetan gigi putihnya.
"Besok hari Sabtu ya, Dad?"
"Iyap, Nanti malem tidurnya jangan malem malem ya"Gatra mengacak rambut putri kecilnya itu gemas
"Makan..."
__ADS_1
Zeline tersenyum simpul.
Ya... setidaknya semua bisa kembali normal, sedikit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kau tidak balik kerumah? bagaimana dengan perusahaan mu kalau kau tidak ada hm?"Gatra mengelus pucuk kepala perempuan yang ia cintai, ia tak berniat menjawabnya.
"Ya.. Aku bisa mengerjakannya nanti"
"Ayahmu tak akan suka lho"
"Dia Br*Ng**k kau tau?"
"Jaga kata kata mu, nanti Alaska dengar"
Mereka hanya duduk bersenderan bahu yang mana bahu Gatra lah yang menjadi senderan.
"Apakah kau benar benar memaafkan ku?"
"Kurasa belum semuanya, mau bagaimana pun belum tentu semuanya benar benar kembali sama seperti dahulu"
"Seenggaknya aku bisa memelukmu"
Zeline menegakkan badannya dan menghela nafasnya kasar. Ia menggenggam tangan Gatra erat .
"Kau lelah?"
"Tentu saja"
"Kenapa kau tak memberi tau kalau kau adalah Presdir GZ AI?"
"Nanti gak ada seru serunya donk ini Novel"
Mereka terkekeh kecil.
"Sejak kapan? Kau mengira bahwa aku adalah Zaza?"
"Sudah lama tapi tak ada bukti, kau tau kan aku tak akan bergerak tanpa bukti, saat melihat ada Yuniar di jendela rumah di sampingmu aku semakin curiga"
"Jadi karna Yuniar, padahal aku masih mau sembunyi lagi lho"
"Sampe kapan mau sembunyi terus hm?? nanti aku nangis kau gak tanggung jawab"Gatra berpura pura sedih membuat Zeline terkekeh geli karnanya.
"Utututu, jangan nangis Bayi besar"
__ADS_1
"Kau ini ya"
Gatra langsung menatap wajah Zeline kesal dan menempelkan bibirnya di bibir sang empu.
"Aku tak akan melepaskan mu, kau harus di sekitar ku!"
"Iya iya"
Kalian tau kan selanjutnya ngapain? gak sampe buat adek koq.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mereka sudah bersama lagi?"
"Baik atur jadwal agar aku bisa mengundang anakku dan membawa mereka saat makan malam"
Telepon di tutup secara sepihak oleh seorang pria paruh baya sembari tersenyum kecil.
"Artinya Reca ditolak dan sudah diusir, apa yang dia lakukan pada Reca? padahal aku sengaja untuk memancing emosinya"
"Hohoho anakku sudah dewasa rupanya"
Ia beranjak dari tempat duduknya dan memandangi foto cewek keluarganya yang mana sang istri masih hidup saat itu.
"Harusnya kau melihat anakmu saat ini"
"....Kinan"
------------------------------------------------
**Like
komen
share
vote
follow
Ehe~UwU
Maap jarang update ya, buntu ide, yang mau kasih ide atau teori tuk chapter selanjutnya boleh banget koq.
TBC**..
__ADS_1