
𝙷𝚊𝚙𝚙𝚢 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚒𝚗𝚐 ♡♡♡
Alaska dibawa ke UKS dan Zeline segera dihubungi oleh pihak sekolah, hidung Alaska masih tak berhenti mengeluarkan darah segar yang membuat pengurus UKS kebingungan.
Zeline yang masih berada di kantor langsung meluncur ke tempat sang anak, Alvino menelpon Zeline dengan tangisan yang cukup keras dan membuat Zeline panik.
[Zeline, Ala--]
[Shuut! jangan berisik Feth!]
[Tapi ada info yang---]
[Nanti Zeline tak fokus!]
Gatra di tinggal di kantor tanpa alasan yang jelas, yang ia tau pastinya berhubungan dengan anak sang rekan.
________
Kini Zeline tengah berkendara membabi buta, apalagi Alvino yang menelpon secara histeris, ia mengatakan mata Alaska berubah warna dan tiba tiba ia menjadi aneh.
Zeline bingung.
Sesampainya disana Zeline berlari ke UKS, Ia bertemu Alvino yang mengantarnya ke tempat Alaska berada, saking paniknya, Zeline membuat satu kesalahan.
"Aska!"
Zeline membelalakkan matanya melihat baju sang anak yang penuh darah, dia melihat lembaran lembaran tissu yang sudah terbasahi oleh darah segar.
"Kalian keluar lah dahulu"
Mereka masih syok melihat Zeline, Kalian tau kenapa? Zeline tak membuka topengnya membuat semua orang terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"Ba-baik, Nyonya"
Zeline mengusap wajahnya gusar, dan baru menyadari bahwa topengnya masih ia kenakan dan langsung mengutuk dirinya.
Mata Alaska mengerjap ngerjap pelan, matanya kembali normal seperti semula namun bibirnya pucat.
"Mom?"
"Iya sayang.."
Tubuh Zeline terduduk lemas, ia begitu lega melihat mata anaknya membuka, segera setelah itu Zeline menggendong Sang anak untuk di bawa ke rumah sakit.
"Bagaimana Alaska?!"
"Dia tak apa koq, Alno"
__ADS_1
"Syukurlah"
Semua yang disitu bernapas lega dan tiba tiba Zeline menatap mereka tajam membuat seakan akan sekolah ini memilik gravitasi yang besar.
Atmosfer terasa semakin tipis membuat mereka kesulitan bernafas melihat tatapan maut dari Zeline.
"Tutup mulut kalian semua atau mati"
Suara yang begitu besar seakan memecahkan gendang telinga mereka, mereka hanya bisa mengangguk cepat mendengar hal itu.
"Alno mau ikut!"
Zeline mengangguk dan membawa serta Alvino untuk menemani Alaska, dia masuk kemobil dan menitipkan Alaska ke Alvino.
"Tolong jaga dulu ya, Bunda ada urusan sebentar"
"Baiklah"
Zeline berjalan menuju Satpam disana, ia mengobrol kan sesuatu yang tak bisa terbaca oleh Alno walaupun sudah membaca gerak bibir.
"Alno?''
"Iya kenapa? Kau ada yang sakit??"
"Enggak, cuma lemes"
"Mau cium"Ucap Alaska sembari menunjuk pipinya, Alvino yang di minta memerah seketika lalu mengangguk pelan.
Dia menundukkan wajahnya dan mencium Pipi Alaska, tercium bau darah namun tak dihiraukan oleh pemuda berambut putih bersih itu
"S-sudah"
"Alno deketan"
Alvino kira Alaska ingin mengatakan sesuatu, jadi dia mendekatkan telinganya namun siapa sangka, Gradipta kecil itu mencium pipinya dengan cepat dan lembut.
"Aska...--!!"
Alaska yang dimaksud memeletkan lidahnya sebelum sang Ibu datang, ia menolehkan wajahnya ke arah tubuh Alvino.
"Yang akur"ucap Zeline dengan nada lembut
Mereka berangkat ke rumah sakit yang dimiliki oleh Gradipta Group, ya bukan tanpa sebab tapi memang mereka dari dulu lebih sering disana dan juga itu yang paling dekat dengan sekolah sang anak.
"Ada yang--- Satpam, tolong ambilkan kursi roda"ucap sang perawat saat melihat kondisi Alaska yang sudah lemas dengan tubuh dan bibir yang pucat, sekali melihat saja orang bodoh tau bahwa itu gejala kekurangan darah.
Alaska segera dibawa ke UGD dan ditangani oleh dokter.
__ADS_1
"Dia membutuhkan donor darah golongan X dan kebetulan stoknya habis, darah yang hilang dari tubuhnya sangat banyak"
"Bunda, aku golongan darah it--"
"Tapi umurmu belum mencukupi nak"
"Apa nyonya ada punya kerabat atau ayah sang bergolongan darah ini?"
"Ada tapi--"
"Ini demi kebaikan pasien"
"Baik, saya akan telpon ayahnya"
Sang Dokter izin untuk pergi selagi Zeline menelpon Gatra, dia akan menghubungi nomor tersebut setelah bertahun tahun lamanya.
tuuut...
"Gatra?"
"Iya? tumben sekali kau menelpon ku"
"Aku minta tolong.."
Suara Zeline yang bergetar membuat Gatra sedikit kebingungan.
"Ada apa?!"
"Alaska.. dia butuh do-nor--- d-darah golongan X"
"Aku kesana sekarang!"
Niiiiiit...
------------------------------------------------
**Like
vote
komen
share
follow
TBC
__ADS_1
Ehm... tercium bau bau tamat gak nih? mau tamat gak**?