Change With Sistem: AI Technology

Change With Sistem: AI Technology
AI Technology •16•


__ADS_3

𝙷𝚊𝚙𝚙𝚢 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚒𝚗𝚐 ♡♡♡


[Zeline, kau harusnya tak memanggil Gatra]


[ada apa sih Feth? dari tadi kau mengatakan hal itu terus]


Tak apa, lanjutkan-Zeline


Zeline terduduk gusar di depan pintu ruangan ICU, sejak tadi sang anak dipindahkan kesan dan Gatra belum juga sampai.


[Angel, sejak kau (Zeline) bergegas ke sekolah Alaska, ia tak ikut]


[Hah?]


Bagaimana bisa?-Zeline


[Dan dia yang membuat Alaska begini]


[Tidak mungkin lah!]


[Asal kalian tau ya, Angel itu bukan dari dimensi ini, tetapi dari dimensi lain, dan dia butuh energi untuk bisa berbicara dengan si 'iblis' yang sebenarnya ada di tubuh Gatra!]


Apa?-Zeline


[Dan karna dia tak bisa meminjam energi dari sang tuan, maka ia memakai energi keturunan tuannya untuk berkomunikasi, karna itu Alaska seperti ini, begitu juga dengan Iblis di tubuh Gatra!]


[Tidak mungkin! jangan ngaco deh, orang Gatra kan--]


Zeline terdiam lemas mendapati Gatra sudah berada didepannya, perasaan lega bercampur takut karna terlihat Angel dan Iblis yang sedang berkelahi.


"Hei, apa kau baik saja, Zeline?!"


"Tenangkan dirimu du---"


"Dokter!! Pasien mengeluarkan darah!!"


Mereka langsung menoleh tajam kearah suster yang berteriak itu dan lantas memasuki ruangan tersebut.


"Bagaimana ini..."


[Sudah kubilang]


"Apa kalian orang tua pasien? dia membutuhkan donor darah secepatnya!"


"Baik, saya yang akan melakukannya!"

__ADS_1


"Ikuti saya"


Gatra mengangguk sembari menatap Zine untuk menguatkan, Zeline hanya bisa terduduk di samping sang anak yang perlahan lahan darahnya mulai mereda.


"Harus pergi lagi kah?? kenapa tak ada jalan pintasnya?"Gumam Zeline sembari mengelus tangan sang anak.


Dia menggunakan sihirnya namun yang ia rasakan hanya sengatan listrik seakan akan tubuh Alaska menolak sihir tersebut.


"Hiks.. Apa yang harus aku lakukan..''


"Nyonya.."


"Ya?"


"Kami membutuhkan lebih banyak darah, adakah orang lain yang dapat mendonorkan darahnya??"


Zeline mengangguk pelan yaitu kode agar suster itu memberinya waktu.


Nuuuuut.


"Halo, Zeline, ada apa?"


"Diablo, golongan darahmu X kan?"


"Iya, kenapa?"


"Baik! aku akan bawa Testarossa jika saja masih kurang"


"Terimakasih"


niiiiit.


Tiba tiba pintu diketuk dan mereka sudah berada didepan sana, sepertinya mereka begitu terburu buru.


"Dimana?"


"Apakah mereka?"


"Ya, kalian bisa mengikuti suster ini"


Bersamaan dengan kepergian mereka, Gatra datang dengan memegangi tangannya, lalu memasuki ruangan itu.


"Dokter bilang dia bu--"


"Aku sudah mengurusnya"

__ADS_1


Zeline menekan atmosfer di sekitar mereka membuat Gatra kebingungan ada apa dengan Zeline dan tiba tiba saja semuanya bening dan kembali seperti semula.


"Ma--maaf kan aku..."


"Kenapa?"


"Merepotkan dirimu dan bersembunyi dari mu.."


Gatra tersenyum tipis, dia mengusap surai Coklat terang milik Zeline, melihat perempuan ini menangis sembari meminta maaf benar benar menyayat hatinya.


"Sudah jangan lagi menangis"


"Hiks... tapi ini semua salahku.. Hiks.. andaikan aku tak sibuk bekerja... Alaska pasti aka--"


"Jangan menyalahkan dirimu sendiri, Zeline, ini tak semuanya seburuk itu"


"Alaska akan lebih baik hidup dengan mu, Aku rasanya ingin mati saja.."Ucapan Zeline begitu membuat Gatra kaget.


"Jangan lakukan hal diluar nalar Zeline!"


"Semua yang kulakukan salah, Gatra. Besok aku harus pergi ke luar negeri untuk mengurus perusahaan ku dan-- dan lagi lagi Alaska ku tinggal dan tak tau bagaimana kondisinya..."


"Tak bisa kah kau meminta Izin pada bos mu? atau kau berhenti kerja saja dan tinggallah bersama ku--"


"Aku tak ingin merepotkan mu"


Gatra terdiam, begitu juga Zeline, mereka seakan terlempar jauh ke masa lalu yang menyebabkan Dejavu, semua kata katanya sama persis.


Belum sempat Gatra menyambung percakapan tadi, Diablo dan Testarossa mengetuk pintu luar kamar tersebut.


"Tunggu sebentar"


Gatra melihat siluet seorang lelaki dan perempuan di depan pintu itu dan sepertinya mereka yang mendonorkan darah untuk Alaska.


Seorang suster masuk sembari membawakan sekantong darah untuk diberikan kepada Alaska, selang beberapa menit setelah itu, mata sang anak terbuka pelan


"Daddy?"


------------------------------------------------


**Like


komen


share

__ADS_1


follow


TBC**


__ADS_2