
𝙷𝚊𝚙𝚙𝚢 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚒𝚗𝚐 ♡♡♡
Seorang perempuan dengan Surai coklat terangnya berjalan di taman belakang sebuah rumah sakit, aroma rumput yang lembab menusuk penciumannya.
Ia menatap kosong setiap langkahnya, mengelilingi kolam yang ditumbuhi teratai dan setangkai bunga.
Angin malam yang sejuk membuat rambutnya berkibar tak lupa cahaya bulan membuat rambut itu menjadi lebih indah.
Dia mengeluarkan ponselnya dan mencari sebuah nomor, Yuniar Azkiro atau yang sekarang sudah menjadi Grispara.
"Hallo? ada apa Zeline?"
"Telepon Gatra dan larang dia untuk ke kantor lagi"
"Kenap--"
"Lakukan apa yang kusuruh"
"Baik"
Ia menendang batu tanpa ada rasa waspada sama sekali, diam membisu tanpa ada niatan bernyanyi atau bersenandung.
Nuuuut...
suara telepon yang menyambung membuat dirinya terlonjak kaget, ia melihat kebelakang dan mendapati seorang lelaki yang sedang memegang handphone.
"Iya Hallo?"
"Dengan Yuniar, Nyonya bilang anda dilarang untuk ke perusahaan lagi"
Tuuuuut..
Lelaki itu tersenyum sembari mematikan telpon itu sepihak, ia membiarkan rambutnya mengikuti arah angin.
"Masih mau berbohong?"
"Tidak bisa"
Gatra berjalan mendekati Zeline dan memeluknya dari belakang, ia memeluk dengan sangat erat namun lembut.
"Kenapa harus berbohong? aku sudah mencarimu 7 tahun ternyata kau yang selalu menjadi tempat curhat ku"
Air mata mengalir dari pelupuk matanya, ia memegang pergelangan tangan Gatra yang tengah memeluk dirinya itu.
"Tapi kalau kita bersama hanya akan menyakiti Alaska"
__ADS_1
"Kita selesaikan bersama ya?"
Gatra menyesuaikan posisinya, ia berjalan menuju depan Zeline dan berjongkok disana, ia membaringkan kepalanya di paha perempuan tersebut.
"Kau pasti menderita ya saat itu?"
"Aku minta maaf"
Gatra menatap keatas dan mendapati Zeline menangis, sudah kesekian kalinya perempuan dingin itu menangis dihadapannya.
"Jangan menangis terus dasar cengeng"Gatra mengusap air mata yang keluar
Zeline membiarkan Gatra membaringkan kepalanya di situ, ia mengelus surai itu sembari sesekali sesenggukan.
"Besok kita bersama saja ke cabang perusahaan mu itu, agar kita bisa bersama lagi."
"Lalu bagaimana dengan Alaska?"
"Aku sudah menyuruh Iblis dan Angel berdamai untuk sementara waktu"
"Hanya sementara? artinya kedepannya kan tidak--"
"Tak usah khawatir kan itu.."
Gatra bangkit dari pembaringannya lalu berdiri di dekat kolam/danau kecil tersebut, ia menoleh kebelakang dan mengulurkan tangannya.
Zeline terkekeh dan mengambil tangan Gatra, semua rahasianya mulai terbongkar sedikit sedikit oleh lelaki di depannya .
Mereka melompati batu batu yang tersusun dan pergi keujung satunya.
"Hati hati"
Zeline melompat dan memeluk Gatra erat, ia menumpahkan semua air matanya di dada lelaki itu.
"Kenapa menangis lagi sih?"
"Aku lelah Gatra..., Kenapa takdir selalu begini?"
"Yaudah, nangis aja"
Gatra menuntun Zeline untuk duduk lagi di bangku taman itu, ia memangku tubuh kecil tersebut dan mengusap helaian rambut nya.
"𝑲𝒖 𝒕𝒖𝒍𝒊𝒔𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒏𝒕𝒂𝒏𝒈, 𝒄𝒂𝒓𝒂𝒌𝒖 𝒎𝒆𝒏𝒆𝒎𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒊𝒓𝒊𝒎𝒖"
"𝑻𝒆𝒏𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒖𝒂𝒕 𝒌𝒖 𝒎𝒖𝒅𝒂𝒉, 𝒃𝒆𝒓𝒊𝒌𝒂𝒏.. 𝒉𝒂𝒕𝒊𝒌𝒖 𝒑𝒂𝒅𝒂𝒎𝒖"
__ADS_1
"𝒕𝒂𝒌 𝒌𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒃𝒊𝒔 𝒔𝒆𝒋𝒖𝒕𝒂 𝒍𝒂𝒈𝒖 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒎𝒆𝒏𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒄𝒂𝒏𝒕𝒊𝒌𝒎𝒖"
"𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒂𝒎𝒂𝒕 𝒑𝒂𝒏𝒋𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒖𝒊𝒔𝒊, 𝒕𝒖𝒌 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒖𝒓𝒂𝒕𝒌𝒂𝒏 𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊"
"𝑻𝒆𝒍𝒂𝒉 𝒉𝒂𝒃𝒊𝒔 𝒔𝒖𝒅𝒂𝒉, 𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝒕𝒂𝒌 𝒍𝒂𝒈𝒊 𝒕𝒆𝒓𝒔𝒊𝒔𝒂 𝒖𝒃𝒕𝒖𝒌 𝒅𝒖𝒏𝒊𝒂, 𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 𝒌𝒖 𝒉𝒂𝒃𝒊𝒔𝒌𝒂𝒏, 𝒔𝒊𝒔𝒂 𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂𝒌𝒖 𝒉𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒎𝒖"
Zeline tersenyum simpul mendengar lagu tersebut, ia mendengarkan dengan seksama dan rasanya hatinya tenang mendengar suara bas tersebut.
"𝐴𝑘𝑢 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎ℎ 𝑏𝑒𝑟𝑝𝑖𝑘𝑖𝑟 𝑡𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔, ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝𝑘𝑢 𝑡𝑎𝑛𝑝𝑎 𝑎𝑑𝑎 𝑑𝑖𝑟𝑖𝑚𝑢"
"𝐷𝑎𝑝𝑎𝑡𝑘𝑎ℎ 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑖𝑛𝑑𝑎ℎ 𝑑𝑎𝑟𝑖, 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑢𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛𝑖 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎𝑖
𝑘𝑖𝑛𝑖"
Gatra tersenyum mendengar Zeline yang mengikuti lagi yang ia nyanyikan.
" Aku selalu bermimpi tentang, indah hari tua bersamamu"
"Tetap cantik rambut panjang mu, meski pun nanti tak hitam lagi"
"bila habis sudah, waktu ini tak lagi berpijak pada dunia telah aku habiskan, sisa hidupku hanya untukmu..."
"dan telah habis sudah cinta ini tak lagi tersisa, untuk dunia karna telah ku habiskan, sisa cintaku hanya untukmu.."
"Hidup dan matiku....."
Zeline memejamkan mata sembari bersenandung.
"Bila musim berganti sampai waktu terhenti , mulai dunia membenci ku,kan tetap disini..."
Zeline tertidur dalam pangkuan Gatra, Gatra yang melihat itu tersenyum, sudah lama tak melihat Zeline tidur tenang seperti itu.
"Selamat tidur, sayang~"
------------------------------------------------
**Like
vote
komen
share
follow
__ADS_1
TBC**..