
𝙷𝚊𝚙𝚙𝚢 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚒𝚗𝚐 ♡♡♡
Gatra menjadi lebih sering keperusahaan GZ AI dikarenakan rancangan satu robot saja.
"Gatra.. Ini sudah ke 3 kalinya revisi"
Gatra tak menghiraukan rintihan Zaza yang kini sudah merebahkan diri di sofa.
Hari berlalu dengan cepat, sudah hari Rabu dan hampir tiba saatnya Alaska ulang tahun, kalian pasti tau buat siapa robot itu.
"Ini harus mendekati sempurna"
"Tapi nanti saat di buat akan sempurna.."
"Diam saja sana"
Sesungguhnya pekerjaan Zaza jadi sedikit lebih lambat karena ruangannya masih ke mode ide.
"Aku ingin bekerja."
"Sebentar lagi, ku janji"
"Kau sudah mengatakan itu sejak 2 jam lalu"
"Tenang saja"
"Tenang tenang, ini namanya korupsi waktu tau!".
Ting!
Pintu akses ruangan itu terbuka menampilkan seorang lelaki yang memasuki ruangan itu sembari memeluk berkas.
"Ini statistik tahun ini"
"Baik terimakasih, Andreas"
Tiba tiba Andreas mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Zaza yang membuat Zaza sedikit terkekeh.
"*Apa angel masih mengganggu?"
"Tidak, sudah tak sering muncul koq"
"Apakah benar dia adalah Gatra?"
"Sesuai pengamatan, Iblis itu ada di Gatra"
"Lalu bagaimana dengan permusuhan antara mereka?"
"Haha kau ini, mereka sedang bernegosiasi sejak lama walau Iblis membuka pedang dan angel jadi harus menahannya"
"Kau tak minta Testarossa atau Diablo yang berkomunikasi dengan Iblis?"
"Kasian nanti malah kerepotan"
"Kau anggap aku dan Yuniar apa hah?"
"entah lah*"
__ADS_1
Andreas keluar dengan menatap tajam Zaza, sesungguhnya Gatra tak mau peduli namun entah kenapa hatinya terasa panas
"Siapa dia?"
"Oh dia? Pasangannya Yuniar, dia lebih bisa mengekspresikan perasaan dari pada Yuniar memang"
Gatra ber-oh-ria dan kembali melanjutkan desain nya walau selalu ada yang berteriak teriak samar.
*Diamlah-Gatra
"Kau yang diam! kenapa pula kau selalu ke tempat malaikat busuk itu?! aku terganggu*"
Gatra tak melanjutkan percakapannya dengan iblis itu, walau badannya terasa sakit namun ia tak punya pilihan lain, mau bagaimana mengusirnya tetap saja tak bisa.
"Kau kesakitan sejak dulu ya?"
"Iya, sedikit"
Zaza memegang pundak Gatra dan tiba tiba tangannya mengeluarkan cahaya hijau samar samar.
"Sudah kuduga kau Egister"
"Ya.. memang begitulah kenyataannya sejak dulu"
"Bagaimana kau tau kalau aku sakit?"
Zaza mengedipkan bahu pura pura tak tau dan kembali duduk ke sofa dengan kaki yang terangkat sembari bermain dengan laptop.
Diam diam Gatra tersenyum lega karna Iblisnya sudah tak berceloteh ini itu lagi, dia menyelesaikan rancangannya dan menunjukkannya pada Zeline.
"Bagaimana?"
"1 milyar"
"Dea--"
"2 milyar, tapi untuk yang medis, bisa mulai diproduksi tanggal 25 nanti"
"Baik, Deal"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alvino Lavian POV..
Aku sudah kembali masuk ke sekolah, dan disana semuanya menyambut kami dengan hangat, hanya saja tidak dengan Aska
"Yo"
"Yo"
Dia tampak murung padahal mukanya datar, tatapannya kosong dan tiba tiba dia meneteskan air mata.
"Ada ap--''
"Alvino Lavian, Orang tua mu menyuruhmu duduk bersama Raisya di sana, dan Alaska duduklah sendiri di belakang"
Keluarga ku memang penyumbang terbesar di sekolah ini, namun mereka sudah bertindak berlebihan terhadap hidupku dan Aska
__ADS_1
"Tidak mau"
"Ini perintah orang tua--"
"TI-DAK MA-U"
Semuanya diam dan Pak guru menganggukkan kepalanya sembari bergetar, aku jadi bisa kembali duduk dengan tenang bersama Aska.
Aku melihat Aska terus menerus membuang mukanya dariku dan sejenak aku sadar bahwa rambutnya dan seragamnya berantakan.
"Aska?"
"Ya"
"Kenapa?"
"Tidak"
"Jujur Aska"
Aku berusaha membujuk Aska namun dia tetap tak mau melihat ke diriku, Pak guru yang sedang menerangkan mengernyitkan dahinya geram.
"Alaska! jangan ajak ngobrol Alvino!"
"Bapak bisa diam tidak sih?!"
Semuanya cukup terkejut tak terkecuali diriku mendengar teriakan Alaska yang penuh kebencian dan aura hitam.
"Dan kau Alvino, pergilah duduk dengan Raisya! Tinggalkan aku sendiri!"
Aku terkejut karna Aska memanggilnya dengan nama depanku bukan panggilan.
"Ap-apa ka-kau b-baik saja??"
Aska mencengkram dadanya, tampak sekali ia kesakitan namun tak ditunjukkannya, wajahnya masih tampak bengis dan baru kusadari.
"Kenapa matamu?"
Aska memegang matanya dan tiba tiba meringis kesakitan.
"J-jauhi aku, Alno.."
Dia pingsan saat itu juga.
------------------------------------------------
**Like
vote
komen
share
follow
TBC..
__ADS_1
mulai muncul lagi nih duo gaib**