Change With Sistem: AI Technology

Change With Sistem: AI Technology
Ai Technology •5•


__ADS_3

𝙷𝚊𝚙𝚙𝚢 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚒𝚗𝚐 ♡♡♡


Maap banget nih hiatusnya lama, soalnya aku PAS ditambah nge-blank pas mau update, jadi ini chapter permintaan maaf ya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


***tuk..


tuk


tuk


tuk


tuk..


tik..


tik***..


Suara tangan yang bersentuhan dengan keyboard diRuangan yang penuh dengan garis biru bercahaya.


Perempuan kecil itu sangat fokus pada layar laptopnya, ia mengutak atik laptopnya, entah apa yang akan dia lakukan.


"Ck, Dia menantang ku hanya dengan ini?"


Dia mengklik satu tombol dan seketika ruangan itu berubah kembali menjadi kantor sang Ibu.


"Fiuuh, gak sangka ternyata udah 2 jam lewat ya?"


Dia melihat sang Ibu baru datang dengan 2 bungkus makanan ditangannya dan berjalan mendekati dirinya.


"Bagaimana?"


"Menang donk, Ibu jangan khawatir"


"kau mempertaruhkan apa memangnya? kan dia perusahaan miliknya, kalau dirimu?"


"Diriku, dan dia dengan bodohnya setuju"ucap Alaska semangat dan penuh keyakinan.


Zeline membelalakkan matanya, ia tak menyangka anaknya seberani itu.


"Dasar! Kau yang Bodoh!"


Tak lupa Zeline mendaratkan tangannya di kepala sang anak, Alaska mengaduh kesakitan akibat pukulan dari sang Ibu.


"Aduh--"


"Lain kali jangan lakukan lagi, dan katakan pada orangnya bahwa ia tak perlu memberikan perusahaan miliknya lagi"


Zeline memegang kedua bahu sang anak dengan serius.


"Memang, lagi pula aku hanya untuk senang senang koq"

__ADS_1


Zeline menghela nafas lega karna ucapan sang anak. "Lebih baik kau makan dulu, Ibu sudah belikan makanan untukmu"


"Baik"


Alaska mengambil jatah makanannya dan memakannya.


"Nak, kau mau nginap dirumah ayahmu?"


Alaska tersentak, makanan seketika masuk ke saluran pernapasannya membuatnya terbatuk batuk.


Zeline memberikan minum ke Alaska dia juga terkejut.


"Ibu yakin? sepertinya baru beberapa hari yang lalu ibu histeris karna Ayah deh......"


"Jangan ingatkan tentang itu"


Zeline jujur malu karena hal itu, ya walaupun cuma bohongan.


"Tentu saja aku mau, tapi apa Ibu sudah berbaikan dengan Ayah?"


"Belum"


"yasudah, tunggu Ibu beranikan dengan Ayah saja, habisnya aku maunya kita, bukan hanya aku dan Ayah"


Zeline memerah.


"Aku mau saja, tapi kan Ayah belum meng-iyakan"


"Kau kan tinggal bilang dan dia akan setuju"


"Yasudah, tapi nanti saja pas liburan semester, kalau sekarang pasti hanya sebentar"


Zeline mengangguk dan tiba tiba ia terdiam.


"Nanti malam kau datang ke kamar Ibu, dan jelaskan kenapa kau malah bolos"


"I-ibu, aku gak bolos"


"Alno nanyain kau ke Ibu"


Aku lupa ngasih tau Alno!!!-Alaska.


"Hapalin xxxx xxxx xxxx kalau gak skateboard Ibu sita"


Alaska seketika lemas dan mengangguk lemah, ia paling lemah dalam pelajaran seperti itu.


Alaska pulang dari kantor sang Ibu diantar oleh Yuniar untuk pulang, ia mengunci diri di kamar sambil menghubungi Alno untuk meluapkan kekesalannya.


Tuuut.. panggilan menyambung..


...****************...


Alno POV

__ADS_1


Aku sedang berjalan pulang dari sekolah, aku hari ini pulang sendiri dan pergi ke halte untuk menghentikan Taxi.


namun di tengah perjalanan, perempuan yang tadi ku khawatirkan karna pergi tiba tiba menelpon diriku.


Aku bergegas mengangkatnya dan menghela nafas lega saat mendengar suaranya yang lembut namun tampak marah.


"Ada apa?"


"Kau menyebalkan! Alno baka!"


Aku tak tau penyebabnya kenapa dia marah.


"Kenapa kau marah? aku salah?"


"Tentu saja! kenapa memberi tau bahwa aku bolos ke ibuku!!"


Owh, rupanya tentang itu, aku tak begitu peka karna sedang berjalan.


"Habis aku khawatir kan"


"Huft, dasar baka!"


Aku berjalan sambil tertawa kecil akibat celotehan.


Tin tin!!!


Bruk!!


Tubuhku terpental begitu aku menyadari klakson sebuah truk. Aku merasakan sakit di sekujur tubuh ku dan headset ku masih mengeluarkan suara.


Dia masih mengobrol tanpa tau apa yang ku rasakan.


Lucu, dia sangat lucu.


"Ada yang kecelakaan!!"


Tiba tiba suaranya tak terdengar lagi, ia berteriak sambil bertanya pada ku, dasar orang orang itu.


mataku yang berat menutup diiringi suara Aska di telinga ku ya g perlahan lahan redup dan mulai tak terdengar.


"Alno!!"


------------------------------------------------


**like


komen


share


follow


TBC

__ADS_1


Maaf dikit, udah dipanggil Mama**


__ADS_2