
𝙷𝚊𝚙𝚙𝚢 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚒𝚗𝚐 ♡♡♡
"Aaaaa--".
Gatra sudah siap siap dengan mulut terbuk, Zeline dengan ragu ragu menyuapkan sepotong coklat itu ke mulut Gatra.
"Enyak"
15 menit kemudian..
Alaska sudah tertidur, ia tampak lelah hingga begitu pulas.
"Minggu depan Alaska ulang tahun, hari Sabtu"
"Aku tau, dia sudah mengatakannya"
"Terimakasih untuk hari ini"
"Terimakasih untuk suapannya"
telinga Zeline sudah memerah karna kata kata kecil tersebut.
Hening menyelimuti mereka tanpa ada salah satu dari mereka yang mau membuka pembicaraan.
"Maaf soal yang waktu itu, aku benar benar minta maaf tak menghubungi mu"
"Tak usah diungkit"
"Aku harus, karna aku masih mencintaimu dan tak ingin terus menerus ada kesalah pahama ini"
"Aku mengerti"
"Tak bisa kah kita kembali seperti dahulu? Alaska butuh kita berdu--"
Zeline menaruh jari di depan bubur Gatra.
"Dia punya aku, itu sudah cukup"
"Apa kau tak pernah tau ucapan orang lain tentang anak kita?"
"Aku tau, namun itu hanya pendapat orang yang tak tau apa apa, dan juga dia anak ku"
__ADS_1
"Mudah saja bagimu yang dikelilingi banyak orang yang percaya pada mu, tapi bagaimana dengan Alaska sendiri?"
"Dia punya Alno, dia punya aku, punya kamu, punya Bunda, punya yang lain jadi--"
"Apa kau pernah bertanya perasaannya?"
"Apa kau tak lihat tadi se-bahagia apa dirinya? wajahnya sangat bebas"
Zeline terdiam, ia benar, Gatra benar dirinya tak pernah begitu memperhatikan perasaan sang anak, hanya anaknya saja yang selalu mengalah.
"Dia selalu diam didepan mu karna tau kondisi kita"
"Aku tau"
"Padahal bisa saja hatinya menginginkan kedua orang tuanya tinggal bersamanya"
Deg..
Zeline merasakan hatinya sakit saat Gatra mengatakan itu, tanpa sadar air matanya menetes, ia tau ia egois tapi ia tak mau mengakuinya.
"Ini urusan ku, bukan kau--"
"Ini urusan kita, bukan urusan Alaska, ia tak perlu ikut sakit karna kondisi kita, aku sudah mengatakan apa yang terjadi sebenarnya juga aku tau bagaimana perasaan mu, tak perlu anak kita ikut sakit karna kesalah pahaman yang ada diantara orang tuanya kan?"
"Mungkin yang dia inginkan hanya orang tuanya sudah berbaikan sebelum ulang tahunnya datang, walaupun itu susah setidaknya kau tidak menunjukkan wajah seperti itu padaku, mungkin itu sudah cukup bukan?"
Zeline hanya menangis kecil mendengarnya.
"Maafkan aku, Aku egois"
"Kau tak egois, hanya saja kau terlalu mendoktrin dirimu untuk membenciku"
Mereka sampai di depan rumah keluarga Zakeisha, Gatra sengaja tak turun karna ingin melihat keadaan Zeline.
"Jangan menangis, aku ikut sedih"
"Tapi ini semua salahku bukan? andai saja aku tak pergi dan bersembunyi serta mau mendengar penjelasan mu, pasti Alaska akan hidup bahagia sekarang"
"Kau sensitif saat itu karna sedang hamil".
Gatra memeluk tubuh kecil Zeline, Tubuh Zeline yang gemetar mulai tenang dalam pelukan Gatra.
__ADS_1
"I Love you, bahkan jika orang tua ku akan melarang kita, aku rela meninggalkan kedudukan ku demi kau dan Alaska"
Zeline masih sesenggukan
"Sudah, pulang sana, akan ku bantu bawakan barang"
"Tak usah, aku minta tolong Diablo dan Testarossa saja''
"Bawahan mu?"
"Ya begitulah"
Zeline keluar dan hanya dengan tepukan tangan kedua orang itu muncul dan membawakan barang milik Zeline dan Alaska.
"Terima kasih hari ini"
"Sama sama, aku akan menunggu jawaban mu"
Yuniar ikut keluar dan melihat kedua orang itu, ia tersenyum lalu melihat Alaska yang tertidur didalam mobil.
"Alaska mau aku bawa?"
"Aku saja"Ucap Gatra.
Gatra menggendong tubuh anaknya dan membawanya ke dalam rumah.
[Tuh kan Zeline]
"Diam kau, Geline"
------------------------------------------------
**Like
komen
share
follow
TBC
__ADS_1
Semoga nyangkut di perasaan kalian yak**:)