Cinta, Kutukan Dan Mas Berondong Tampan

Cinta, Kutukan Dan Mas Berondong Tampan
Bab 10


__ADS_3

"Memang seorang wanita sangatlah sulit tuk dipahami.. ".


-Neo Zydan Wiratama-


Semua telah Cia ceritakan tanpa ada satu pun terkecuali. Terlintas dalam ingatannya tiba-tiba tentang jadwal syuting dirinya yang mulai besok dilakukannya.


Buagh!


Cia memukul punggung Neo tiba-tiba. Neo menatapnya dengan kesal "Lu ada apa lagi sih!? Gak usah mukul bisa gak sih? "


"Ponsel gua mana sekarang? " Tanya Cia dengan sebal


"Lu tanya gua? Ya mana tau gua lah. Cari aja sendiri.. ". Balas Neo dengan cuek. Neo ingin kembali ke sofa namun Cia menarik kerah bajunya


"Heh lu ngapain narik-narik kerah baju gua? " Kesal Neo berusaha melepaskan diri dari Tarikan Cia


"Bantu gua nyari!! Ini penting banget buat gua!!" Paksa Cia pada Neo


"Lha apa urusannya sama gua hah? " Tolak Neo


Cia merasa kesal dengan sikap Neo yang begitu cuek dan tak peduli. Dengan kekuatannya Cia mencubit lengan Neo.


"Aww.., Sakit bego!! " Teriak Neo


"Gua besok ada jadwal syuting!! Gua harus reschedule semua jadwal gua!! Cepet bantu cari!! Kita kan dah ada perjanjian!! Inget ketika gua butuh bantuan lu harus siap bantu gua bego!! Dan sekarang gua harus ketemu manajer gua!!" Ujar Cia meluapkan rasa kesalnya


"Lu kan bisa besok pagi ketemuannya." Balas Neo dengan santai


Cia melangkah mendekat di depan wajah Neo. Dengan satu sentilan Cia menjitak kening Neo "Kalo besok pagi gua berubah jadi nenek-nenek bego!! "


"Aww sakit begoo, biasa aja napa!! Ya gua mana ngerti!! " Teriak Neo


"Udah gak usah debat! Ayo cepet bantu gua cari ponsel Gua!! " Ujar Cia


"Iya iya!! Lepasin kerah baju gua dulu!! " Jawab Neo


"Okey-okey!! "


Cia melepaskan kerah baju Neo dan berjalan tuk mencari ponselnya. Ia berkeliling di sekitar ruangan namun tak menemukannya. Sedangkan Neo dengan santainya membuka tasnya. Mengambil sebuah ponsel yang mungkin milik Cia. Saat Cia sedang menunduk di kolong meja Neo mengulurkan tangannya sembari memberikan ponsel Cia.


"Ini ponsel lu kan? " Tanya Neo


Cia mendongakkan wajahnya. Melihat tangan Neo yang memberikan sebuah ponsel. Ponsel android berwarna biru yang pastinya miliknya. Cia mengambil dengan cepat ponselnya dari tangan Neo "Lu temuin ini dimana?" Tanyanya dengan memicingkan matanya


"Di tas gua.. ". Jawab Neo dengan singkat


"Kenapa lu gak bilang dari tadi astagah! Bikin capek dan kesal saja lu!!" Protes Cia menepuk jidatnya melihat sikap Neo


"Ya kan lu gak bilang dari tadi!! Lagian gua juga baru ingat huh.. ". Balas Neo


"Baka! Huh dasar lu yah haish!! "


Dengan cepat Cia duduk di lantai dan menyalakan ponselnya. Akhirnya nyala namun baterei yang tersisa hanya sedikit. Cia harus menyalin nomer nia sang manajernya dengan cepat


"Mana ponsel lu! " Ujar Cia


"Ha? Buat apa ponsel gua? " Tanya Neo


"Cepet siniin ponsel lu!! Gua harus catet nomer manajer gua sebelum ponsel gua mati! Cepet sini gua pinjam!! " Ujar Cia


Neo mengambil ponselnya dari sakunya dan menyerahkannya pada Cia. Cia menyaut ponsel Neo dengan cepat. Ia dengan cepat mengetik nomer manajernya.


Blam!


Sedetik setelah Cia mengetik nomer manajernya di ponsel Neo ponselnya mati.

__ADS_1


"udeh? Mana ponsel gua! " Tanya Neo


Cia menoleh ke Neo dan melihat Neo yang meminta ponsel miliknya. Alih-alih mengembalikan ponsel miliknya, Cia memberikan ponsel dirinya sendiri.


"Tolong ya Dede ganteng kamu chargerkan ponsel milikku karena ponselmu masih ku pinjam..". Ujar Cia dengan tersenyum aneh


Neo melototkan matanya. Ia kesal dengan kelakuan Cia.


"Tolong sekali lagi kerjasamanya ya Dede ganteng Hehe.., ingat perjanjian kita.. ". Ujar Cia mengedipkan matanya dan merayu Neo


Neo menerima ponsel Cia dengan terpaksa. Ia berjalan mengambil charger miliknya dan mencolokkan charger miliknya pada ponsel Cia. Sedangkan Cia sedang berbicara dengan seseorang di telfon.


Neo menaruh kedua tangannya di pinggangnya. Menunggu Cia yang telah selesai bicara.


"Udeh selesai kan pinjamnya? Mana kembalikan?" Ujar Neo


Alih-alih mengembalikan Ponselnya justru Cia menarik tangannya tuk keluar.


"Mau kemana kita malem-malem? Mana ponsel gua! " Tanya Neo


"Ketemu manajer gua!! Cepet keluarin motor lu! Ini jas hujan lu bukan? Ini cepet lu pakai. " Ucap Cia


"Ha? Lu gila apa keluar malem-malem gini? " Protes Neo


"Dede bisa nurut gak? Kalo bukan malem ini mana bisa gua pagi ketemu manajer gua bego. Mana mau gua ketemu manajer gua dalam bentuk nenek-nenek. Pikir dong.. ". Ujar Cia berusaha menahan kesalnya


"Okey okey fine!! Gua keluarin motor gua.., lu kunci pintunya." Jawab Neo pasrah dan mengiyakan permintaan Cia. Dirinya menguarkan motornya dan Cia mengunci pintu kos Neo. Cia memakai helmnya dan naik ke motor bebek milik Neo.


"Motor lu jelek banget haduh bisa encok gua..". Protes Cia


"Udah gak usah Protes!! Cepet kita mau kemana sekarang? " Ujar Neo


"Ke kafe city.. ".


Di bawah rintik hujan untuk pertama kalinya Neo menggonceng seorang gadis dalam sejarah hidupnya. Yang ia inginkan hanyalah ketenangan dari omelan Cia.


Dalam Pertama kalinya pula Cia naik motor bersama seorang lelaki. Lelaki yang baru saja dikenalnya. Dan lelaki yang pertama kalinya begitu menyebalkan untuk dirinya. Kini ia pegangan erat di pinggang Neo. Ia tak peduli lagi asalkan ia bisa sampai dengan selamat.


Kau mau membunuhku Neo Zydan Wiratama!


Awas kau bocah tengil!!


Cia berusaha mati-matian menahan rasa pusingnya karena Neo yang mengemudikan motornya dengan kencang. Setalah beberapa menit kemudian sampailah mereka di kafe tujuan Cia. Neo memakirkan motornya. Cia tak sadar jika mereka telah sampai. Ia masih saja memeluk Neo.


"Woi udah sampai. Mau sampai kapan lu peluk gua hah? " Ujar Neo


Cia tersadar dan melihat sekelilingnya jika dirinya telah sampai di kafe city. Buru-buru ia melepaskan pelukannya dari Neo. Ia turun dari motor Neo dan melepas jas hujan miliknya. Selesai melepas jas hujan ia bergegas jalan namun tangan Neo menghentikannya


"Apalagi? " Tanya Cia


"Ini jangan lupa pakai maskermu. " Ujar Neo memasangkan masker pada Cia


"Dan ini pasang tudung jaketmu biar gak ada orang yang ngenalin lu! " Tutur Neo memberi peringatan dan perhatian pada Cia


Cia mengangguk pada Neo "Okey thanks.., lu jalan di belakang gua agak jauhan ya.. ".


Neo mengerti dan memasang masker beserta tudung jaketnya "Iya.. ".


Cia mulai jalan ke tempat meja sang manajernya yaitu Issac Mananta. Cia melihat lelaki paruh baya yang tak lain managernya. Cia menghampiri dan mengucapkan salam pada managernya


"Maaf pak saya baru mengabari.. ". Ujar Cia membungkukkan diri di hadapan sang manager


Pak Issac tersenyum datar "Tak apa, Duduklah dan jelaskan pada saya.. ".


Cia duduk berhadapan sedangkan Neo berada di belakang dirinya.

__ADS_1


"Siapa dia Cia? " Tanya Pak Issac


"Dia Bodyguard baru saya.. ". Ucap Cia dengan asal


"Bodyguard? Sejak kapan kau punya body guards Cia? Apa kau dapat ancaman? Apa saya tak cukup untuk melindungimu Cia? " Tanya Pak Issac dengan rinci


"Tidak pak.., akhir-akhir saya hanya ingin tenang dari kejaran para fans saya jadi saya menyewa body guard agar saya bisa tenang.. ". Tutur Cia memberikan alasan bohong pada Pak Issac


"Oh baiklah.., To the point saja kamu tadi kemana saat pemotretan berlangsung?" Tanya Pak Issac


"Saya tadi kabur dari kejaran fans fanatik saya jadi saya meninggalkan lokasi pemotretan. Saya begitu risih dan tak ingin berurusan dengan mereka lagi. Mereka sangat mengesalkan dan memusingkan saya. Apalagi mengejar-ngejar saya sampai Apartemen saya.. ". Ucap Cia memberi keterangan pada Pak Issac


Pak Issac memangutkan dagunya. Memahami setiap situasi Cia "Oh baiklah.., Jangan lupa besok syuting pertama kamu Cia.. ".


"Justru karena itulah pak saya ingin mereshedule semua jadwal syuting saya..". Ucap Cia


"Mereschedule bagaimana Cia?" Tanya pak Issac


"Saya ingin semua jadwal saya baik syuting maupun pemotretan tanpa terkecuali dipindah di malam hari..". Pinta Cia dengan berhati-hati


"Tapi apa Alasanmu? Apa alasanmu yang mengganti waktu semua jadwalmu Cia? Jelaskan pada saya!! ". Tanya Pak Issac dengan tegas


"Karena di pagi hingga siang hari ada hal yang saya lakukan ..". Ucap Cia dengan yakin


"Ada hal apa yang kamu lakukan Cia? Sampai kapan jadwalmu diganti di malam hari semua Cia?" Tanya Pak Issac mencurigai Cia


"Itu Privasi saya dan keluarga saya jadi bapak tak perlu tau. Pak Issac cukup Reschedule semua jadwal saya sampai semua masalah saya telah normal. Saya mau besok cuti sehari sambil pak Issac mengatur ulang jadwal saya. Sudah itu saja yang saya inginkan. Pak Issac tau bukan jika saya begitu keras kepala.. jadi ku mohon pak manager saya tuk mengatur semuanya..". Ujar Cia dengan pede dan yakin


"Haish.., baiklah saya akan mengatur ulang jadwal kamu sampai kondisimu normal kembali. Besok saya kabari jika semua sudah selesai.. ". Jawab sang manager dengan pasrah


"Oh iya pak saya tidak tinggal di apartemen saya lagi jadi tolong antar semua baju saya di alamat yang akan saya kirim nanti.. ". Pinta Cia sekali lagi


"Okey okey baiklah.., Semua akan saya lakukan asalkan kamu bekerja keras dalam syuting kali ini.. ". Ucap Pak Issac menuruti permintaan Cia


Cia tersenyum dan bangkit dari duduknya "Baiklah pak cukup sampai di sini ya.., Terima kasih telah datang. Saya kembali dulu. Ayo body guardku! "


Neo mengangguk dan mengikuti Cia dengan perasaan kesalnya. Bagaimana mungkin Cia menjadikannya sebagai body guard!!


Sudahlah Neo kau hanya bisa pasrah..


Neo dan Cia keluar dari kafe. Mereka berdua memasang jas hujan serta helm. Cia naik ke goncengan motor Neo. Sebelum mengemudikan motornya, Neo menolehkan wajahnya pada Cia "Lu ada hutang sama gua hari ini..".


"Ha? Lu mau minta apa ke gua? " Tanya Cia


"Sampai di kos nanti buatkan saya makanan yang lezat!! Tidak ada penolakan! " Ucap Neo


"Iye iye gua buatin!! Tenang gua jago masak kok.. ". Jawab Cia menyombongkan dirinya


"Awas kalo gak enak.. ".


"Iye iye entar lu rasain sendiri dede gemes..". Ujar Cia


Neo menstarter motornya dan siap melajukan motornya "Lu siap? pegangan yak.. ".


"Yok kita pulang!!! " Ujar Cia dengan semangat


Brum.. Brum..


Motor bebek Neo melaju dengan kecepatan standart. Setiap rintik hujan membasahi mereka. Dan di balik rintik hujan kali ini mereka menyadari jika ada hal yang berbeda pada kehidupan mereka. Kehadiran Cia pada hidup Neo dan kehadiran Neo di hidup Cia yang sama-sama memberikan misteri ilahi. Misteri yang tak mereka sadari artinya.


Akankah Cia dan Neo dapat bertahan satu sama lain di satu atap?


Dan akankah Cia dapat menemukan mister dalam hidupnya kini?


Nantikan di chapter selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2