
"Tak semua cinta bisa menjadi hal yang manis. Karena bisa saja sebuah cinta bisa mendatangkan kehancuran untukmu.. ".
-Denada Gracia Clarabelle -
Sementara itu, mobil Caesar Gin sudah tiba di gedung siaran milik stasiun televisi dimana ia, Cia, dan Yolanda bekerja. Caesar Gin memarkirkan mobilnya dan menyuruh Yolanda untuk melihat keadaan sekitar. Yolanda turun dan memeriksa keadaan di luar. Setelah yakin keadaannya kondusif, Yolanda memberi kode pada Caesar Gin untk mengangkut Cia masuk ke dalam gedung. Caesar Gin mengangguk dan langsung menggendong tubuh Cia yang masih pingsan untuk diikat di salah satu ruang siaran untuk variety show. Siaran disitu selalu live, namun jadwalnya masih nanti, hampir tengah malam.
Caesar Gin masuk ke dalam ruang itu dan mengikat Cia di kursi yang sudah dipersiapkan oleh anak buah Caesar Gin. Caesar Gin juga menutup mata Cia dengan sapu tangan dan mengikatnya rapat.
“Oy, jaga dia biar nggak melarikan diri” tegas Caesar Gin pada satu-satunya anak buah Caesar Gin yang ada disitu.
“Siap bos!” seru anak buah Caesar Gin dengan nada rendah dan tegas. Caesar Gin menjauhi posisi Cia duduk dan menghampiri Yolanda yang sedang melipat tangannya.
“Sayang, aku mau kru siaran langsung datang untuk menayangkan langsung perubahan wujud Cia!” bentak Yolanda.
“Tapi kita harus memiliki bukti yang konkret dan kuat sayang.agar mereka percaya” jawab Caesar Gin.
“Baiklah kalau begitu, biar aku rekam perubahan diri Cia dan aku jadikan bukti dihadapan ” ucap Caesar Gin.
“Kapan kamu rekam dia?” tanya Yolanda.
“Nanti, saat detik-detik dia berubah wujud” jawab Caesar Gin.
“Okay sayang. Terima kasih” ujar Yolanda sambil memeluk Caesar Gin. Caesar Gin membalas pelukan Yolanda dan mencium singkat puncak kepala Yolanda.
Beberapa menit kemudian, Cia siuman dari pingsannya. Dalam sekejap, ia tersadar bahwa ia sedang diikat dan ditutupi matanya. Cia berontak dan berusaha untuk melepaskan ikatannya yang berada di tangan, badan, dan kakinya. Yolanda langsung beraksi untuk mengompori Cia setelah ia melihat Cia mulai berontak.
“Wah, wah. Kita sepertinya kedatangan tamu spesial” kata Yolanda dengan nada angkuhnya. Cia langsung tahu betul siapa pemilik suaranya. Cia berpura-pura tidak tahu siapa yang ada dihadapannya.
“Kamu siapa?” tanya Cia dengan bahasa sehalus dan seformal mungkin. Ia banyak memperlajari cara “berpura-pura” dari pekerjaannya.
“Bahkan gue gak menyebutkan nama pun lo pasti tau siapa gue” ujar Yolanda sambil mendekati tubuh Cia yang tak berdaya. Yolanda memegangi wajah Cia. Cia pun bisa mencium aroma parfum yang di pakai oleh Yolanda. “Bangsat lo, Yolanda!” umpat Cia dalam hatinya.
“Kamu mau apa dari wanita tua renta kayak saya?” tanya Cia yang sok lugu. Yolanda lalu membuang wajah Cia dengan keras yang membuat Cia mengaduh kesakitan.
“Denada Gracia Clarabelle, bakat akting lo hebat juga. Apa ini salah satu dari project film terbaru lo?” tanya Yolanda sambil mencubit keriput di tangan Cia. Cia mengaduh kesakitan, meskipun sebenarnya rasa sakitnya hanya sedikit.
“Saya tahu kamu adalah seorang wanita muda. Bagaimana bisa kamu tega dengan wanita tua seperti saya, anak muda?” kata Cia. Yolanda menyentil jidat Cia.
“Lo gak usah belagu deh. Lo Cia kan?” tanya Yolanda dengan suaranya yang sedikit meninggi. Cia ingin sekali mengeluarkan kata umpatan yang sedari tadi ia tahan.
“Siapa itu Cia? Apakah dia aktris terkenal?” tanya Cia yang sangat menjiwai “perannya”. Yolanda semakin kesal. Ia lalu mendekati Cia dan mengobrol dengan suara rendah.
“Mana ada aktris yang dengan pedenya menyebut dirinya sendiri sebagai aktris terkenal” ejek Yolanda.
“Yaa kan saya bukan aktris, neng” sahut Cia.
__ADS_1
“Lu itu Denada Gracia Clarabelle, nenek tua! Jangan sok-sok an tak mengerti maksudku!” teriak Yolanda yang sudah sangat geram.
“Saya benar-benar buka Denada Gracia Clarabelle, neng. Nama saya mbok Ijah” balas Cia yang masih tenang.
“Ugh, gue udah geram banget sama lu, Cia. Tujuan gue buat lo di iket begini adalah agar karier yang lo bangun mati-matian itu segera hancur tanpa sisa! Hahahahaha!” sambung Yolanda dengan tertawa jahatnya. Cia terperanjat. “Jadi ini maksud dia menculikku? Aoa karena dia sedang sepi job?” kata hati Cia.
“Nak, kalo lagi sepi tawaran pekerjaan mah jangan paksain diri. Kali aja kamu nya yang memang kurang punya keahlian di bidang itu” saran Cia seperti orang tua pada umumnya. Yolanda terbelalak lalu menjerit sejadi-jadinya.
“AAARRRGGHHH!! ANJENG YA LO, Denada Gracia Clarabelle!!” umpat Yolanda yang hampir saja menampar pipi Cia, namun di cegah oleh Caesar Gin. Caesar Gin menarik Yolanda untuk keluar ruang siaran.
“Sayangg, aku kesel banget sama perkataan nenek tua bangkotan itu” adu Yolanda sambil merengek.
“Tapi jangan sampai kamu melakukan kekerasan padanya. Jika kamu melakukannya, pihak tivi akan segera mengetahuinya dan kita akan dipecat. Kamu mau?” jelas Caesar Gin secara singkat. Yolanda tertunduk, menyesal karena emosinya mudah tersulut.
“Jangan mudah kepancing omongan Cia, okay?” lanjut Caesar Gin sambil memeluk Yolanda yang tak balas memeluknya.
“Huftt, baiklah sayang” kata Yolanda pasrah.
“Baiklahh, ayo kita kembali masuk” ajak Caesar Gin sambil menggandeng tangan Yolanda. Yolanda merasa bersyukur memiliki pasangan yang supportif.
“Iya ayo” jawab Yolanda sambil tersenyum. Mereka berdua pun masuk lagi ke dalam ruang siaran.
Cia terlihat menunduk saat Caesar Gin dan Yolanda masuk lagi ke ruang siaran. Yolanda sudah lebih tenang menghadapi Cia yang memang sangat ahli dalam dunia seni peran. Tanpa pengakuan secara langsung pun terlihat dari cara dia menghadapi situasi genting.
Cia dan Yolanda sesekali berdebat apakah Cia yang sekarang adalah Cia yang sama saat malam tiba. Cia hanya berpura-pura tak mengerti apa maksud Yolanda yang membuatnya geram setengah mampus.
“Hei anak muda, tolong ambilkan saya air, saya sangat haus setelah berdebat denganmu” pinta Cia. Yolanda memberikan gelas berisi air putih kepada Cia agar Cia bisa meminumnya. Seteguk, dua teguk, tiga teguk, lalu Yolanda dengan sengaja menumpahkan semua isi gelas itu ke tubuh Cia.
“Ups, sorry mbok, gue sengaja” ujar Yolanda tetap dengan nada angkuhnya. Cia hanya bisa mendengus dan menghela napas untuk menyalurkan amarahnya.
“Kesel yaa mbok Cia?” goda Yolanda.
“Kan sudah saya bilang, nama saya bukan Cia, tapi mbok Ijah” jawab Cia.
“Argh sama aja lah!” pekik Yolanda.
“Sepertinya kamu juga tidak memperlakukan orang tuamu dengan baik, nak. Terlihat dari bagaimana caramu memperlakukan orang yang lebih tua” tutur Cia.
“Tau apa lo soal bokap nyokap gue? Jangan sok tau lu!” bentak Yolanda sambil berlalu pergi meninggalkan Cia yang badannya masih basah karena air.
Waktu terus bejalan. Tiba dimana sepuluh menit lagi, Cia akan berubah wujud. Caesar Gin yang sedari tadi diam, sudah memasang handphone nya ke tripod agar lebih ringkas dan stabil hasil videonya. Caesar Gin juga sudah menghidupkan rekaman videonya.
Caesar Gin sudah menginstruksikan anak buahnya untuk membuka penutup mata Cia saat lima menit sebelum Cia berubah wujud.
Lima menit berlalu. Caesar Gin menyuruh anak buahnya untuk membuka penutup mata Cia.
__ADS_1
“Nahh gini dong, kan saya jadi bisa me─” ucapan Cia terhenti saat melihat hal yang tak pernah ia duga. Caesar Gin duduk santai sambil merekam dirinya yang akan berubah wujud.
“Caesar Gin?!” pekik Cia dengan raut wajah sedih.
“Kenapa? Lo kaget?” sahut suara wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Yolanda.
“What?! Lo berdua─, yang bener aja!” teriak Cia.
Kenapa Lu tega sama gua Jo?
Apa alasan lu melakukan ini kepadaku?
Disaat aku begitu sangat mencintaimu Jo, Kenapa kau bisa segitu jahat kepadaku?
Apakah cintaku tak pernah berarti untukmu?
Aku sungguh kecewa padamu Jo..
Sangat kecewa padamu..
Apakah ini adalah sebuah awal kehancuran untukku di saat ku begitu mencintainya tuhan?
Denada Gracia Clarabelle kini termenung dengan segala hal yang terjadi pada dirinya hari ini. Terlebih kemunculan Caesar Gin di balik penculikan yang dilakukan Yolanda padanya. Ternyata Caesar Gin pula bersekongkol dengan Yolanda. Oh tidak tuhan kenapa ini semua terjadi padaku?
Cia menangis mengingat segala hal manis yang telah ia lakukan bersama Caesar Gin. Namun semua telah retak menjadi pecahan yang tak beraturan. Ia sungguh kecewa dengan sikap Caesar Gin yang menipunya bahkan dia orang yang dicintainya juga ingin menghancurkan karirnya. Bersama dengan Yolanda yang sedang dirangkulnya mesra.
Apakah rahasia kutukan ini akan disebarkan oleh Caesar Gin dan Yolanda.
Apakah karirnya harus berakhir di genggaman tangan Caesar Gin dan Yolanda?
Tidak! itu tak boleh terjadi!
Cia begitu kalut serta takut. Semua ketakutan yang ia hadapi kini berada tepat di hadapannya. Kini menjadi sebuah kenyataan yang belaka. Kenyataan yang harus Cia jalani. Kenyataan bahwa ujung karirnya akan hancur di bawah genggaman rencana Caesar Gin dan Yolanda. Cia begit cemas dan takut. Kini Satu-satunya orang yang ia ingat saat ini hanyalah Neo. Dalam hati Cia selalu menyebut nama Neo.
Neo.., Datanglah padaku ku mohon..
Neo tolong cepatlah bantu aku hiks..
Neo.., Aku membutuhkanmu hiks
Neo dimana kamu hiks..
Neo aku tak kuat menahan ini semua...
Ku mohon datanglah..
__ADS_1