Cinta, Kutukan Dan Mas Berondong Tampan

Cinta, Kutukan Dan Mas Berondong Tampan
Bab 13


__ADS_3

Malam pun telah larut, Kini waktu menunjukkan pukul dua malam. Cia dan Caesar Gin telah menghabiskan waktu untuk saling berbicara satu sama lain.


Cia merasa sedikit lega karena bisa membuat kekasihnya percaya meskipun ia harus menyembunyikan rahasinya darinya dan dirinya terpaksa berbohong di hadapan kekasihnya.


Sembari berjalan mesra di depan Lobby Caesar Gin terus memeluk Cia dan tak memedulikan para staff yang melihat mereka. Kini waktu untuk Cia pulang karena jadwal syuting telah selesai ia lakukan. Caesar Gin terus bergelayut mesra di pelukan Cia dan Neo melihatnya. Tatapan Neo begitu tak suka hal itu. Tepat di hadapan Neo, Caesar Gin mencium pipi gembul Cia "Honey, Kamu gak ada syuting lagi kan? Mau aku antar pulang? "


Cia merasakan pipinya memanas karena Caesar Gin terus memberikan ciuman padanya. Dengan setengah sadar ia menjawab pertanyaan kekasihnya "Enggak sayang, Lagian aku bisa pulang dengan dia." Tolak Cia


"Umm, Aku sedih kamu tak ingin aku tau dimana rumahmu.. ". Caesar Gin menekuk wajahnya. Menuangkan ekpresi sedihnya di hadapan Cia


Cia memegang wajah Caesar Gin dengan kedua tangannya tuk mendekat ke wajahnya "Honey tenang ya, Aku milikmu seutuhnya jadi jangan khawatir ya?"


Caesar Gin mengangguk pada Cia. Ia mengambil wajah Cia dan menciumnya dari kedua pipi, kening dan di tepi bibirnya dengan mengatakan "Ini MiLikku , Ini MiLikku dan ini MiLikku..".


Batin Neo mendidih melihat kemesraan Cia bersama dengan Caesar Gin. Ia menarik paksa tubuh Cia dari Caesar Gin "Ayo Kita pulang! Aku ada tugas yang harus ku kerjakan!"


Cia sedikit terhuyung karena Neo yang menariknya tiba-tiba "Okey Honey, See you tomorrow!! " Teriak Cia sembari melambaikan tangannya


"See you too Honey!! Aku mencintaimu.. ". Teriak Caesar Gin


"Aku juga mencintaimu.. ". Balas Cia


Caesar Gin melihat Cia yang telah menghilang di pandangannya. Semua karena kehadiran pemuda itu.


Sialan! Awas kau ya!


Kau dekati Cia maka kau akan ku buat hancur!


Caesar Gin menggertakkan giginya. Ia merasa marah karena Neo yang telah menghentikan kemesraannya dengan Cia. Caesar Gin masih terdiam memikirkan segalanya. Tiba-tiba ada seseorang di belakangnya yang memeluknya. Caesar Gin menoleh dan melihat wanita seksi yang tak lain adalah Yolanda , sang kekasih sesungguhnya baginya.


Caesar Gin memutar tubuhnya dan menghadap ke arah Yolanda. Yolanda memeluknya sembari bergelayut manja pada Caesar Gin "Sayang.., Apa kamu tak rindu aku?"


Caesar Gin membalas pelukan manjah Yolanda "Tentu aku merindukanmu setiap hari.. ".


"Tapi kau selalu memperhatikan Cia dibanding aku sayang! Apa aku masih kurang memuaskan untukmu?" Ujar Yolanda mengungkapkan rasa cemburunya.


Caesar Gin mencium bibir Yolanda tiba-tiba dan melepaskannya "Bagiku kamu adalah kekasihku yang sangat aku cintai dibandingkan Cia dan aku tak akan bisa berpaling darimu karena kau selalu memuaskan sayang.. ".


Yolanda merasa senang mendengar ucapan Caesar Gin kekasihnya. Ia terkekeh "Ya udah ayo kita pulang sekarang sayang!! "


Yolanda menarik tangan Caesar Gin namun ia masih tak bergeming. Yolanda melihatnya "Kenapa Sayang? Apa ada hal yang kau fikirkan?"


"Ada hal yang harus ku bicarakan denganmu. Ayo kita ke ruangan sebentar.. ". Ajak Caesar Gin mengajak Yolanda tuk masuk ke dalam ruangan. Yolanda pun mengikuti langkah kaki Caesar Gin.


Caesar Gin masuk ke dalam ruangan kosong. Ia mengajak Yolanda masuk. Ia merasa tak ada seorang pun di sini jadi ia tak menutup pintu ruangan. Ia menarik kursi dan mendudukan Yolanda di pahanya. Memangku tubuh Yolanda sembari memeluknya. Ia merasakan ketenangan di pelukan Yolanda.


Yolanda bingung melihat tingkah Caesar Gin yang manja padanya "Kenapa Sayang? Ada hal yang ingin kau ceritakan padaku? "


"Iya ada sayang.., ini tentang Cia. " Jawab Caesar Gin


Raut wajah Yolanda langsung berubah padam. Ia merengut melihat Caesar Gin yang masih memikirkan Cia "Kenapa kamu masih memikirkan dia? Apa kamu sekarang benar-benar mencintainya? Kamu tak ingat dengan tujuan kita kah sayang hmm.. ".


Caesar Gin menutup mulut Yolanda dengan tangannya "Sayang dengarkan aku dulu ya. Jangan cemburu dulu. Aku milikmu dan aku tak pernah memikirkan Cia. Aku pun masih ingat tujuan kita yang ingin menghancurkan Cia. Jadi aku mau menceritakan tentang sikap Cia yang mencurigakan."


"Mencurigakan gimana sayang? " Tanya Yolanda


"Iya Cia seperti menyembunyikan rahasia di depanku. Bahkan dia sekarang tidak tinggal di apartemennya sayang." Jawab Caesar Gin menceritakan semuanya


"Ha? Apa? Kenapa dia tak tinggal di apartemennya? Terus siapa yang tinggal di sana? " Kepo Yolanda


"Iya, dia tak tinggal di apartemennya lagi. Apartemennya sekarang ditinggali oleh Nadira sahabatnya Cia. Terus Cia sendiri tinggal di dekat rumah lelaki yang selalu mengikutinya haish.. ". Jelas Caesar Gin


"Oh yang tadi menarik Cia ya? Dia cukup tampan. Tapi apa hubungannya dia tinggal dekat lelaki itu sayang?" Tanya Yolanda


"Dia memang cakep sayang! Dia adalah seseorang yang ditugaskan kakek Cia untuk menjaganya itu kata Cia. Tapi semua terlihat aneh. Dan sepertinya dia membohongiku karena aku sangat kenal betul bagaimana Cia jujur dan tidak." Balas Caesar Gin sedikit marah. Ia jujur sangat cemburu ketika Yolanda mengatakan tampan pada lelaki di samping Cia


Yolanda terkekeh melihat kecemburuan Caesar Gin "Kau lebih tampan darinya sayang.., Tenanglah dan jangan cemburu. Semua yang kau katakan benar jika ada Rahasia yang Cia sembunyikan. Bahkan sekarang jadwal syuting kita berubah karena permintaan Cia pada direktur haish. Apapun itu aku mau kamu mencari tau rahasia yang Cia sembunyikan sayang! Setelah itu kita bongkar dan hancurkan Cia! Aku muak dengannya!"

__ADS_1


"Apapun permintaanmu akan aku turuti sayang..". Jawab Caesar Gin menempelkan wajahnya di pipi Yolanda


"Terima kasih sayang! "


Mereka pun menikmati kemesraan intim satu sama lain. Dan seorang Neo melihat adegan kemesraan Caesar Gin dengan gadis seksi itu.


Astagah Denada Gracia!


Kau begitu bodoh hingga mau dibodohi oleh lelaki brengsek itu!


Apa aku harus membongkar ini semuanya?


Argh! Stop Neo Arjuna!


Kenapa kau ikut campur urusan Cia!


Hidup dah rumit karena perjanjian dan kau mau memperumit lagi hidupmu dengan mencampuri urusan percintaan Cia?


Bodoh! Tidak mungkin dan tidak!


Hidupmu cukup membantu Cia keluar dari kutukannya! Setelah itu kau bisa hidup tenang!


Neo pun memilih mengambil tas Cia dengan cepat kemudian bergegas pergi meninggalkan apa yang barusan ia lihat.


Di mobil Cia begitu merengut melihat Neo yang menghentikan kemesraannya dengan Caesar Gin. Ia duduk di kursi mobil sambil mengerucutkan bibirnya.


Blug!


Seseorang melemparkan tasnya di depannya. Cia terusik dan melihat orang yang melempar tasnya di depannya. Ya, Siapa lagi kalo bukan Neo Arjuna. Seorang pemuda yang sangat menyebalkan untuknya.


"Ini tas lu.., Pak cepat kita pulang.. ". Ujar Neo pada supir Cia


Supir Cia mengangguk dan segera melajukan mobilnya.


"Lu bisa gak sih diem bentar? " Tanya Cia dengan bernada kesal


"Haish! Lu ngerasa gak sih kalo lu tuh salah. Gara-gara lu.. ". Ucap Cia setengah kata yang dipotong oleh Neo "Karena gua ganggu adegan mesra lu gitu? "


"Iya lah! Lu gak peka banget! " Maki Cia


"Lu di sini mau fokus yang mana? Kerja apa cinta-cintaan? Lu gak khawatir dengan hal kemaren yang terjadi pada lu hah? Inget! Dunia ini bukan cuma urusin lu tapi gua juga punya urusan juga mangkanya gua menarik lu pulang. Bisa ngerti gak sih? Jangan egois jadi orang haish sudahlah aku ngantuk..". Ujar Neo


"Aku tak mau melakukan perdebatan ini. Aku mau tidur dan jangan ganggu gua! " Lanjut Neo sembari memiringkan wajahnya dari Cia. Ia menyandarkan kepalanya di jendela mobil sembari memejamkan matanya. Ia cukup lelah untuk berdebat dengan Cia


Cia pun terdiam sambil berpikir dengan apa yang diucapkan Neo padanya. Semua memang benar apa yang diucapkannya. Semua urusan di dunia ini bukan hanya urusannya tapi pemuda di sampingnya juga memiliki urusan pribadi juga.


Maafkan aku Neo, Aku begitu merepotkanmu...


Aku akan cepat menemukan cara untuk menghapuskan kutukan ini hingga kita tak lagi bertemu lagi..


Dan aku tak akan membuatmu sulit lagi..


Cia pun memutuskan memejamkan mata juga. Terlelap dalam emosi dan tidurnya. Menikmati setiap detik yang ia rasakan hari ini. Dan membiarkan semua mengudara dalam cahaya rembulan di malam ini.


\~\~\~\~\~\~


Setiap hari Cia berusaha membujuk Neo agar dirinya mau menemaninya syuting hingga pagi buta. Dengan segala hal upaya akhirnya Neo mau menemaninya.


Saat itu hari sabtu malam minggu. Cia mendapatkan jadwal syuting hingga pagi buta. Neo pun bisa menemani Cia sampai pagi buta. Mereka berangkat di jam seperti biasa, setelah matahari terbenam. Semua teman-teman Cia masih belum tahu bahwa Neo adalah satu-satunya orang yang mengetahui perubahan wujud Cia. Neo sangat pandai berkamuflase diantara kerumunan fans Cia.


Di setiap sesi break, Cia selalu mengobrol mesra dengan Caesar Gin. Cia tak tahu menahu bahwa sebenarnya Caesar Gin menaruh rasa curiga. Yang Cia tahu bahwa Caesar Gin selalu mengerti keadaannya.


Neo yang memperhatikan Cia selalu tersenyum pada Caesar Gin, membuatnya sedikit merasakan cemburu.


“Ah! Lo ngapain cemburu sih, anjing?! Cia itu cuma pengungsi di rumah lo, jangan berharap banyak” teriak hati Neo. Neo lalu mengehela napas dan menundukkan pandangannya.


Cia kembali beradu akting. Akting Cia selalu membuat sang sutradara puas. Sutradara memberikan tepuk tangan sesaat setelah Cia menyelesaikan satu scene sinetron.

__ADS_1


“You did well, honey” celetuk Caesar Gin saat Cia sedang meminum air mineralnya. Buru-buru Cia menelan airnya dan tersenyum pada Caesar Gin.


“Thanks a lot, bebe. You did a great job, too” balas Cia. Caesar Gin melihat jam yang melekat di tangan kirinya.


“Pukul 03.28. Apa kamu nggak mau pulang aja? Biar aku antar” tawar Caesar Gin. Cia menggeleng.


“Aku masih ada satu scene lagi. Kemungkinan aku baru pulang jam lima” ucap Cia. Caesar Gin menganggukkan kepalanya.


“Baiklah kalau begitu, aku akan melihatmu berakting”ujar Caesar Gin pasrah.


“Baiklah kalau begitu. Aku kembali kesana yaa sayang” pamit Cia sambil bangkit dari posisi duduknya.


“Okay honey. Semangatt yaa” seru Caesar Gin yang melihat Cia sudah siap untuk beradu akting kembali.


Neo seolah seperti menganalisis bagaimana Caesar Gin. Neo merasa bahwa senyuman dan tawa Caesar Gin tak pernah tulus untuk Cia.


“Aduh, bagaimana caraku untuk memperingatkan dia bahwa pacar yang banggakan itu tak pernah tulus mencintainya? Ah masa bodo” ucap Neo yang berperang antara hati dan otak.


Pukul lima lebih lima belas menit. Kegiatan syuting Cia sudah selesai untuk hari ini. Semua talent dan kru kembali ke rumah masing-masing. Namun Cia tak langsung pulang. Ia masih mengobrol dengan Caesar Gin.


“Honey, kenapa kamu sekarang tak pernah ada di apart mu?” tanya Caesar Gin. Cia tersenyum penuh makna.


“Aku masih ada urusan keluarga yang harus aku urus dan tinggal di rumah sepupuku. Nanti kalau sudah selesai urusannya, baru aku kembali ke apart. Jangan khawatirkan aku, bebe” jelas Cia secara singkat. Cia berbohong kepada Caesar Gin agar ia tak mengetahui perubahan wujud Cia. Cia lalu izin ke toilet untuk mengecek keriput di tangannya. Caesar Gin meminta untuk menemani Cia ke toilet. Cia langsung mengiyakan permintaan Caesar Gin.


Cia berubah menjadi mbok-mbok saat matahari malu-malu mengintip. Dan itu terjadi pada Cia sekarang. Cia masuk ke dalam toilet dan melihat ke arah cermin. Ia melihat pantulan dirinya yang mulai berubah. Cia melihat jam di handphone nya, pukul 05.26. Sudah telat semenit dari terbitnya fajar. Lantas Cia kebingungan, bagaimana caranya ia bisa keluar dari kamar mandi dengan keadaan seperti ini. Cia berpikir lalu mendapatkan ide. Ia akan menghindari pandangan Caesar Gin. Cia mengintip sedikit untuk melihat posisi persis Caesar Gin.


“Agak jauh sih, dia lagi duduk” gumam Cia. Ia melihat Caesar Gin sedang asyik bermain game moba. Cia lalu keluar dari toilet dengan berjingkat, agar tak membuat Caesar Gin sadar akan keberadaannya.


Namun perhitungan Cia salah. Caesar Gin malah menyadari bahwa Cia sudah keluar dari toilet. Caesar Gin memanggil Cia. Cia terus saja berjalan tanpa menghiraukan Caesar Gin yang memanggil-manggil namanya. Caesar Gin justru mengejar Cia. Mendengar suara derapan kaki Caesar Gin membuat Cia semakin panik dan berlari meninggalkan lokasi syuting. Posisi Caesar Gin semakin mendekati Cia. Tapi Cia lebih cerdik. Ia bersembunyi di balik tong sampah besar yang ada di taman. Caesar Gin kehilangan jejak Cia.


“Itu tadi apa beneran Cia ya? Kok kulitnya banyak keriputnya? Tapi aku nggak salah inget baju sama tas yang Cia pakai. Atau mungkin ada nenek-nenek yang memang fashion nya nyentrik abis? Kalau begitu, kemana Cia yang asli pergi? Atau jangan-jangan tadi itu hantu? Hih!” pikiran Caesar Gin dipenuhi banyak pertanyaan. Setelah ia bolak-balik menoleh untuk memastikan bahwa nenek yang menyerupai Cia itu menghilang, ia pergi meninggalkan taman.


Cia mengintip sedikit dari balik tong sampah. “Sudah pergi? Hahh syukurlah” gumam Cia. Cia lalu bangkit dan membersihkan lututnya. Baru saja ia berdiri, ia dikagetkan dengan tepukan pundak oleh seseorang. Cia tertegun sejenak, ia tak bisa bergerak. Takutnya itu adalah asistennya, mbak Nia.


“Woe, kemana aja lu?” tanya si penepuk pundak yang ternyata adalah Neo. Cia langsung menghembuskan napas lega.


“Huahh gua kira lu orang lain anjir, main tepuk pundak sembarangan” semprot Cia.


“Yaa lu mau balik ato kagak? Capek nih gue. Mana udah kelewat subuh” omel Neo.


“Yaudah ayo pulang. Gue juga capek banget. Mau tidur seharian” jawab Cia sambil meregangkan otot-ototnya setelah berlari.


“Lu kayak abis lari. Kenapa lu? Abis dikejar debt collector?” ejek Neo. Cia tersenyum kecut.


“Eh, gue nggak pernah utang duit ke siapapun. Enak aja lo” balas Cia lalu mendengus kesal.


“Ya trus kenapa?” tanya Neo penasaran.


“Ntar aja di rumah. Pulang dulu yuk, sumpah ini kaki udah pegel pake banget” ajak Cia.


“Yaudeh iyaa nenek bawel. Ntar lu kudu cerita ya” ujar Neo yang tak pernah tidak memakai kata ejekan kepada Cia. “Sabar Cia. Lama-lama kamu juga akan terbiasa dengan sifat dia” kata hati Cia sambil mengelus dadanya.


“Iyee ntar gue cerita. Tapi setelah bangun tidur nanti ya, ngantuk. Hoaaammmhhh” ucap Cia diikuti oleh suara menguap yang keluar dari mulutnya.


“Duh, kuda nil kebun binatang mana nih yang lepas?” olok Neo.


“Lo lama-lama ngeselin yaa. Gua jitak juga lo lama-lama, heran” semprot Cia sekali lagi.


“Hahaha, udah ah, ayo pulang” ajak Neo. Mereka berdua pun berjalan menuju posisi motor Neo diparkirkan.


Neo mengangkat standar motor, menghidupkan mesin, dan menyuruh Cia untuk naik. Cia sudah naik dan dengan segera Neo melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


“By the way, lo bisa masukin tangan lo ke dalem saku jaket gue” tawar Neo di dua menit perjalanan. Cia langsung melakukannya setelah mendapatkan izin dari Neo. Hal itu membuat Cia seolah sedang memeluk Neo. Padahal, yahh, Cia hanya berusaha menghangatkan badannya.


Sampai di rumah Neo, seperti biasa, Neo menyuruh Cia untuk membuka pagar rumahnya. Neo lalu memasukkan motornya ke teras depan rumah, kemudian ia memasang standar tengah pada motornya. Cia juga membuka pintu rumah tanpa diminta oleh Neo. Cia langsung berlari kecil ke arah kamar untuk mengganti bajunya.


“Udah yaa dede emeshku. Makasih banyak. Sleep well yaa. Bye” pamit Cia pada Neo yang sudah merebahkan dirinya di sofa. Cia langsung menutup pintu kamar tanpa menunggu jawaban dari Neo. Neo menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Denada Gracia, si aktris yang banyak dicintai masyarakat. Neo tersenyum geli melihat bagaimana Cia berlari menghindari pacarnya sendiri.

__ADS_1


“Ada yaa cewek malah takut ketemu sama cowoknya. Bukannya seneng, malah takut. Heran, dunia ikutan gila kayaknya,” gumam Neo sambil tertawa kecil. Setelah puas memikirkan hal konyol yang dilakukan Cia tadi, Neo memjamkan matanya. Sesaat kemudian, Neo terbang ke alam mimpi


__ADS_2