Cinta, Kutukan Dan Mas Berondong Tampan

Cinta, Kutukan Dan Mas Berondong Tampan
Bab 14


__ADS_3

Malam yang cukup sial untuk Caesar Gin. Ia yang sedang menunggu Cia di luar toilet, malah melihat nenek-nenek yang perawakannya mirip sekali dengan Cia. Takut terjadi apa-apa dengan Cia, Caesar Gin berusaha untuk memanggil Cia dari belakang punggung Cia. Namun, si empu nya nama malah lari tunggang langgang meninggalkan pacarnya yang sudah menunggunya di luar toilet. Caesar Gin lalu mengejar “mbok” Cia hingga di taman dekat lokasi syuting. Caesar Gin meninggalkan taman setelah ia kehilangan jejak nenek-nenek yang mirip Cia. Sepeninggalan Caesar Gin, Cia pulang dengan selamat. Sedangkan Caesar Gin harus menghampiri Yolanda yang sudah menunggunya.


“Kemana aja sih sayang? Kayak abis napas. Habis lari marathon?” tanya Yolanda sedikit nyolot setelah melihat napas Caesar Gin sedikit engap-engapan. Caesar Gin lalu meminta pada Yolanda agar memberinya waktu sebentar untuk mengembalikan napasnya. Yolanda pun mengizinkan.


Setelah selesai mengatur napasnya, Caesar Gin akhirnya berbicara. “Maaf yaa sayang. Tadi aku habis ngejar-ngejar nenek-nenek yang persis banget sama Cia”. Jawaban Caesar Gin malah membuat Yolanda semakin kebingungan.


“Maksudmu yang? Mana ada nenek-nenek yang gaya nya masih muda banget” tanya Yolanda yang tak mengerti maksud Caesar Gin.


“Iyaa benar-benar seperti Cia, cuma keriputnya kelihatan banget” jawab Caesar Gin. Yolanda masih menginginkan penjelasan Caesar Gin yang lebih spesifik. Caesar Gin menghelas napas, lalu mulai bercerita.


“Jadi begini ceritanya, sayang. Tadi aku kan nganterin si Cia ke toilet. Agak lama sih, sekitar dua puluh sampai tiga puluh menit lah. Karena lama, aku putuskan untuk main game moba. Setengah permainan, aku liat nenek-nenek keluar dari toilet, padahal kamu tau sendiri kan di lokasi syuting ini nggak ada pemeran nenek-nenek. Dan epiknya lagi, tuh nenek-nenek mirip banget sama si Cia. Dari pakaian yang dia pake, model rambutnya, caranya dia berjalan, sampe ke postur tubuhnya. Cuman yaa ituu, kulitnya banyak keriputnya. Karena penasaran, aku panggil namanya tapi dia nggak respon. Dia malah lanjut jalan dan pergi meninggalkanku. Aku yang sudah kepalang penasaran, akhirnya aku buntutin dia lah. Eh, dia malah lari. Aku jadi ikut lari. Sampai di taman deket sini, dia malah ngilang. Aku cariin juga nggak ketemu. Ya sudah aku putuskan kembali dan menemuimu” cerita Caesar Gin secara rinci.


Yolanda malah cemberut setelah mendengar bahwa kekasihnya hapal betul ciri khas Cia. Caesar Gin tersenyum kecil melihat tingkah Yolanda.


“Lah kok malah cemberut? Cemburu yaa” goda Caesar Gin. Yolanda memalingkan wajahnya dari Caesar Gin. Dagu Yolanda lalu diambil dan diarahkanlah wajah Yolanda oleh Caesar Gin untuk menatap dirinya.


“Baby, you are my one and only sweetheart. Nobody can replace you in my heart, right?” gombal Caesar Gin yang membuat Yolanda sedikit luluh. Yolanda tersyum kecil setlah mendengar gombalan dari Caesar Gin.


“Ih apaan sih, hobi bener bikin aku salting” pekik Yolanda sambil berusaha melepaskan tangan Caesar Gin dari dagunya. Tangan Caesar Gin lepas sebentar dari dagu Yolanda, lalu mengarahkan tangannya ke pipi Yolanda. Pipi Yolanda menghangat.


“Yolanda sayang, ingat kan kalo aku memacari Cia hanya untuk pansos? Ini akan segera berakhir saat karier ku mulai melejit. Sabar sebentar, okay? My heart is always for you, my lovely Yolanda” kata Caesar Gin. Yolanda tersenyum lembut.


“Okay, I’ll be patient. Anything for you, my boy” balas Yolanda sambil menggenggam tangan Caesar Gin yang berada di pipinya. Caesar Gin kemudian mengecup kening, pipi, dan bibir Yolanda.


“Terima kasih sayang” ujar Caesar Gin.


“Sama-sama” balas Yolanda.


“By the way, kita kembali ke topik awal kita” ucap Caesar Gin lalu mengecup bibir Yolanda sekali lagi.


“Apa tadi yang kita bicarakan?” tanya Yolanda.


“Perubahan wujud Cia yang berubah menjadi nenek-nenek” jawab Caesar Gin. Yolanda be-oh pendek dan mengangguk.


“Apa kamu tidak bingung, sayang? Aku saja masih heran” tanya Caesar Gin. Yolanda jadi ikut berpikir.


“Kalau dia beneran nenek-nenek, dia nggak akan bisa lari secepat itu. Bahkan kamu, yang cowok, bisa kehilangan jejak dia” analisis Yolanda sambil mengelus pelan dagunya.


“Iya juga sihh, agak nggak masuk akal kalo itu beneran nenek-nenek,” pikir Caesar Gin. Yolanda menyetujui ucapan Caesar Gin dengan anggukan.


“Dan bagaimana mungkin ada nenek-nenek yang menggunakan dress pendek? Secara nenek-nenek itu mudah kedinginan karena tubuhnya yang renta” gumam Yolanda. Caesar Gin menanggapi denagn anggukan.


“Dan juga, nenek-nenek mana bisa lari pakai high heels? Aku yang masih muda aja kesusahan buat lari pake high heels. Ini nenek-nenek woy” pekik Yolanda. Sekali lagi, Caesar Gin hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


“Dan lagi, aku mulai curiga kalau kepindahan jadwal syuting Cia disebabkan hal ini. Karena perubahan wujudnya yang menjadi nenek-nenek” gumam Yolanda sekali lagi


“Aku juga mulai curiga akan hal itu. Saat aku ingin mengunjungi nya di apart, dia nggak pernah ada disana. Apa dia menghindari sorotan media akan perubahannya?” tebak Caesar Gin.


“Bisa jadi. Kita perlu bukti yang kuat tentang masalah ini” jawab Yolanda.


“Tapi apa kamu yakin betul kalau itu Cia? Kamu nggak cuma salah lihat kan?” lanjut Yolanda yang secara tidak langsung menanyakan apakah Caesar Gin tidak sedang berhalusinasi.


“Aku yakin betul kalau itu Cia, sayang” jawab Caesar Gin. Yolanda masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.


“Apa yang membuatmu begitu yakin?”


“Kan tadi udah aku bilang sayang. Dari cara dia berjalan, pakaian yang dia pakai, model rambutnya, bahkan sampai bentuk tubuh dan aksesoris yang dia pakai pun sama persis dengan Cia sebelum ia keluar dari toilet” kata Caesar Gin untuk meyakinkan pasangan hidupnya.

__ADS_1


Yolanda masih saja berpikir bahwa itu hal yang tidak masuk akal. Ia juga nerasa sedikit cemburu setelah mendengar bagaimana Caesar Gin begitu hapal dengan ciri khas Cia. Yolanda menghelas napas berat. Namun saat pikirannya kosong, tiba-tiba ada pemikiran Yolanda yang cukup bagus. Yolanda sudah cukup lama menantikan karir Cia jatuh, entah perlahan atau secepatnya.


“Bagaimana kalau kita mencari bukti bahwa nenek-nenek yang kamu lihat tadi adalah Cia?” usul Yolanda. Caesar Gin tampak bingung melihat Yolanda yang tiba-tiba memiliki pemikiran yang seperti itu.


“Bagaimana caranya?” tanya Caesar Gin. Yolanda bepikir sejenak, lalu mendapatkan beberapa caranya.


“Sebenarnya ada banyak pilihan yang ada di kepalaku. Tapi ada dua pilihan yang terbaik menurutku. Pertama, kita membuntutinya sampai ke rumah sepupunya itu. Kita merekam sendiri kejadian perubahan wujud Cia. Resikonya, kita bakal cepet banget ketahuannya. Dan yang kedua, kita menculik Cia saat si pengikutnya itu lengah. Kita buat konferensi pers secara terang-terangan. Resikonya, bisa saja kita yang salah sangka” jawab Yolanda menumpahkan idenya. Caesar Gin mengernyitkan dahinya, berpikir.


“Kalau misal kita buat konferensi pers, apa mau temen-temen dari media datang subuh-subuh buat siaran langsung perubahan Cia?” tanya Caesar Gin yang sedari tadi menjadi bahan pertimbangannya.


“Woo, yaa tentu mau lah mereka. Sejak berita perubahan jadwal Cia yang mendadak minta untuk diganti di malam hari, banyak media yang kebingungan dengan keputusan Cia. Apalagi semenjak ketidakmunculannya di apartemennya. Kamu tau sendiri kan kalau artis sedang naik daun itu pasti ada aja pihak media yang nungguin di lobby apartemen” jawab Yolanda dengan enteng. Caesar Gin mengangguk, tanda mengerti.


“Lalu bagaimana skenario penculikannya?” tanya Caesar Gin. Yolanda menghela napas pelan. Emang bucin sama goblok itu bedanya tipis banget.


“Kan tadi aku udah bilang sayang. Kita culik Cia saat “bodyguard” nya itu lengah. Kita culik Cia saat ia akan berubah, pasti ada tanda-tandanya. Lalu kita ikat dia di kursi dan kita panggil teman-teman media. Gimana? Mantep kan?” jawab Yolanda.


Caesar Gin membayangkan bagaimana jika itu benar-benar terjadi. Caesar Gin lalu tersenyum miring dan menyetujui pendapat kekasihnya. Tapi, Caesar Gin menambahkan, “Bagaimana kalu kita buntutin dulu? Kita cari bukti buat kita tunjukkan ke pihak media. Biar kita lebih mudah untuk mengajak mereka masuk ke konferensi pers yang kita buat”. Yolanda berpikir sebentar, lalu mengiyakan keinginan Caesar Gin.


“Baiklah, kita buntutin Cia selama tiga hari, setiap harinya kita rekam perubahan wujud Cia yang menjadi mbok-mbok. Setelah tiga hari, kita cari hari dimana bodyguard Cia lengah. Lalu kita culik Cia dan mengikatnya di kursi yang sudah kita letakkan di ruangan ini ─ruang besar seperti tempat syuting untuk adegan yang mengharuskan menggunakan green screen─, tepat di tengah sana” kata Yolanda sambil menunjuk ke arah tengah-tengah ruangan.


“You can do it wherever you want, baby. No one can stop us to do it” sahut Caesar Gin sambil mengelus puncak kepala Yolanda. Yolanda tersenyum senang.


“Dan aku yakin, pamornya akan segera turun setelah tayangan wajah nenek-neneknya tersebar luas di masyarakat. Karier dan kehidupanmu akan segera hancur, sehancur-hancurnya hingga menjadi butiran debu. Tak akan lagi ada yang mau membuat kontrak denganmu. Hahaha! Hancurlah kau, Cia Farasya!” ujar Yolanda dengan nada yang sangat kejam. Sepertinya Yolanda memiliki dendam pribadi dengan Cia. Caesar Gin hanya tersenyum melihat keinginan kekasihnya yang amat membara.


“Baiklah, apakah kita akan disini sampai makan siang?” tanya Caesar Gin mengingatkan Yolanda yang keasyikan dengan banyangannya akan kehancuran hidup Cia. Yolanda yang tersadar langsung melihat jam di tangannya. Pukul 06.53. Yolanda melewatkan satu jam waktu tidurnya hanya untuk merencanakan kebinasaan Cia dari layar kaca.


“Haha, terima kasih sudah mengingatkanku, sayang. Baiklah ayo kita pulang. Aku butuh istirahat yang cukup agar bisa segera melancarkan rencana kita” kata Yolanda sambil bangkit dari posisi duduknya.


“Iyaa ayo kita pulang sayang. Aku yakin nanti tidurmu akan sangat nyenyak” ajak Caesar Gin sambil menggandeng tangan Yolanda.


Caesar Gin membukakan pintu mobilnya untuk Yolanda. Caesar Gin lalu masuk dan duduk di kursi pengemudi.


“By the way, terima kasih atas info yang kamu berikan sayang. Kita jadi lebih mudah untuk menghancurleburkan si Cia sialan itu” celetuk Yolanda saat Caesar Gin berusaha untuk menghidupkan mobilnya.


Caesar Gin lalu menoleh ke arah Yolanda dan berujar, “Sama-sama sayang. Aku akan melakukan apapun agar kamu bahagia”. Yolanda kembali tersenyum senang.


“Mau berciuman sebentar? Itung-itung untuk merayakan rencana kita” ajak Caesar Gin. Yolanda mengangguk. Caesar Gin langsung meraih wajah Yolanda untuk mendekat.


Selesai berciuman, Caesar Gin langsung memacu kendaraannya untuk mengantarkan Yolanda pulang. Di perjalanan, Yolanda malah tertidur. Caesar Gin tersenyum lembut saat melihat wajah damai Yolanda yang tertidur pulas.


“No one can replace you in my life, my sexy girl” kata hati Caesar Gin.


Mereka sudah sampai di apartemen Yolanda. Caesar Gin menggendong Yolanda yang notabene sulit untuk dibangunkan. Caesar Gin memencet pin untuk membuka pintu apartemen Yolanda. Mereka berdua masuk, kemudian Caesar Gin menidurkan Yolanda di atas kasur. Caesar Gin juga melepaskan high heels yang tadi digunakan oleh Yolanda. Caesar Gin menarikkan selimut untuk Yolanda. Ia menghidupkan air conditioner (AC), mengecup kening Yolanda, dan berpamitan untuk pulang pada Yolanda yang tertidur.


\~\~\~\~\~


Cia berlari-larian dengan tubuh pendeknya. Menghindari Caesar Gin yang mengejarnya. Ia begitu bodoh sampe tak menyadari waktu. Waktu dimana kutukan itu merubah dirinya. Dengan terseok-seok ia berlari menggunakan heelsnya.


Plis, Siapapun tolong bantu aku hiks..


Aku gak ingin karirku hancur hanya gara-gara ini tuhan..


Kenapa ia begitu bodoh dan lengah dengan waktu..


Fikiran Cia kalut karena Caesar Gin yang mengejarnya. Ia berharap ada seseorang yang menyelamatkannya. Ia terus berdoa dalam hati kepada tuhan. Tepat di depan pohon ada seseorang yang menarik tangannya. Tubuh Cia terbawa oleh tarikan itu. Seseorang itu menutup tubuhnya dan menutup mulutnya. Jarak antara mereka begitu dekat.


"Sst, Diam jangan bicara.. ". Ujarnya

__ADS_1


Cia membelakkan matanya yang melihat Neo yang menyelamatkannya. Neo berusaha menutupi tubuhnya yang berubah menjadi mbok-mbok. Caesar Gin celingukan melihat ke kanan kiri namun ia tak dapat menemukan jejak mbok-mbok yang mirip Cia tadi. Ia pun memilih berjalan ke arah kiri. Setelah dirasa Caesar Gin telah pergi jauh, Neo melepaskan tangannya dari mulut Cia. Neo menundukkan wajahnya dan melihat Cia yang tengah meneteskan air matanya. Neo duduk jongkok untuk menyamakan tinggi Cia yang telah berubah.


"Hiks.. Hiks.. ". Tangis Cia tiada henti


Hati Neo begitu tak tega dan sakit melihat Cia yang menangis. Ia sadar jika dirinya pun salah pada Cia karena begitu lengah membiarkan Cia pergi dengan Caesar Gin. Dengan kedua tangannya ia menghapus air mata Cia "Maafkan aku Cia.. Maafkan aku yang lengah dan meninggalkanmu. Maafkan aku yang tidak seharusnya meninggalkanmu berdua dengan jo. Maafkan aku Cia. Semua ini karena diriku yang mulai tak peka dan lengah. Maafkan aku Cia.. ".


Cia merasa aneh melihat raut wajah Neo yang khawatir dan merasa bersalah. Baru pertama kalinya Neo bersikap seperti ini padanya. Padahal sebelumnya ia merasakan sikap Neo yang cuek dan menyebalkan. Ia pun terpaku melihat Neo yang mengusap air mtanya sembari memegang kedua pipiku yang keriput.


Dengan sesegukan Cia berkata "Kamu tak bersalah Neo. Aku lah yang salah.. ".


Neo menampik omongan Cia "Tidak Cia semua salahku yang lengah meninggalkanmu.. ".


Dengan kedua tangannya yang keriput Cia menyentuh pipi Neo "Kau telah menyelamatkanku jadi jangan merasa bersalah lagi. You always be my hero Neo Zydan.. ".


Mendengar apa yang dikatakan Cia pada dirinya, Hatinya merasa menghangat dan jantungnya berdetak dengan kencang. Wajah Neo pun memerah. Di saat Cia tengah menyaksikan Ekspresi wajah Neo yang memerah dan detak jantung Neo yang bergetar hebat didengar olehnya, Neo langsung menundukkan wajahnya. Menghindari Cia yang menatapnya sembari berkata "Berhenti melihatku Ciaa.. ".


Cia terkekeh dan tertawa renyah mendengar perkataan Neo "Haha, Naon atuh kamu blushing gitu.. ". Ejek Cia


"Berhenti bicara dengan bahasa yang tak ku mengerti.. ". Balas Neo dengan merengut


"Haha Eciye yang blushing ekhem.. ". Ejek Cia


"Terpesona.. Aku terpesona.. Pada dirimu oleh Cia.. ". Lanjut Cia mengejek Neo dengan nada Mbok-mbok


"Berhenti Nyanyi mbok.., Suaramu jelek kayak mbok-mbok haha.. ". Ejek balik Neo pada Cia


"Haish kamu tega sekali cu.. ". Ucap Cia tanpa disadari


Neo pun tertawa mendengar ucapan Cia yang semakin menjadi mbok-mbok. Wajah Cia pun merengut seketika.


"Sudahlah ayo kita pulang saja.. ". Ujar Neo yang tiba-tiba mengangkat tubuhnya. Menggendongnya ala bridal style.


"Kyaa Neoo.. ". Teriak Cia


"Berhenti berteriak atau kamu akan ketahuan oleh Caesar Gin.. ". Peringat Neo pada Cia


"Kamu kenapa gendong aku? " Tanya Cia


"Ya Suka-suka aku..,Udah diam aja dan gak usah banyak tanya." Jawab Neo memberi alasan yang tak jelas untuk Cia


Cia tersenyum melihat tingkah Neo yang tsundere. Ia begitu menutupi kepeduliannya dengan sikap gengsinya. Dan itulah hal yang berbeda dari diri Neo yang baru ia kenali.


Ia pun hanya bisa diam dalam gendongan Neo. Ia mengalungkan tangannya di belakang kepala Neo. Menyandarkan kepalanya di dada bidang Neo. Cia dapat merasakan suara jantung Neo yang bergetar hebat. Namun Neo mengabaikannya dan mulai berjalan tanpa memedulikan Cia yang memperhatikannya.


Cia tersenyum sembari dalam hati mengatakan.


Neo, Thanks for you always being My Hero for Me..


You're My Hero Neo Zydan..


Aku sangat bersyukur bertemu denganmu  Neo


Dengan sosok yang sangat peduli padaku meskipun sikapmu yang sangat menyebalkan


Iam lucky meet a man like You Neo..


Stand by me Neo Zydan..

__ADS_1


__ADS_2