Cinta, Kutukan Dan Mas Berondong Tampan

Cinta, Kutukan Dan Mas Berondong Tampan
Bab 12


__ADS_3

Perubahan sikap Cia yang Ketahuan Caesar Gin


Berselang waktu demi waktu. Semua terjalani dengan baik. Semua hal yang disusun dan dilakukan Cia berjalan sesuai dengan keinginannya. Jika dirinya pernah takut tidak dapat menjalani jadwal syutingnya karena sebuah kutukan kini ia dapat mengatur semua jadwalnya. Mengatur jadwalnya yang seharusnya pagi ia lakukan kini ia harus mengubah semua jadwalnya di malam hari.


Mungkin sulit bagi Cia beradaptasi tapi mau bagaimanapun ia harus berjuang melakukannya. Semua demi cita-cita yang ia inginkan selama ini. Hari demi hari ia menjalani semua jadwalnya di malam hari dan tentunya ia tak merasa takut lagi jika ketahuan kutukannya oleh orang lain karena Neo Zydan Wiratma yang selalu menemaninya dimanapun ia menjalani jadwal karirnya.


Neo Zydan Wiratma seorang laki-laki yang masih sekolah di bangku SMA. Tepatnya berada di kelas 2 SMA. Umur mereka terbilang cukup jauh namun jika dibandingkan kedewasaannya dengan Cia, Sikap dan sifat Neo jauh lebih dewasa dari Cia. Jika hari-hari yang ia jalani dulu tenang kini Neo tak bisa tenang lagi karena kehadiran Cia. Dan lebih tepatnya kini dirinya harus menemani Cia kemanapun.


Semua kejengkelan ia dapatkan dari Cia. Neo telah terbiasa dengan segala hal sikap Cia yang selalu mengesalkan dan paling penting Cia adalah pribadi yang sangat lama dalam persiapan dan itulah hal membuat Neo begitu jengkel. Seperti malam ini adalah waktu untuk jadwal syuting Cia tepat di jam delapan, Jika Neo telah siap dari jam enam sebaliknya dengan Cia. Cia masih bersolek ria dari jam enam hingga jam tujuh. Neo tak sabar menunggu Cia, ia berdiri di depan kamar Cia. Menggedornya dengan keras.


"Woiii mak lampirrrr, Cepet dikit bisa napa sih siap-siapnya?! Lu dandan apa boker hah!! Lama bet dari tadi kampret!! Liat ini jam berapaaaa.., Gila lu yah tiap hari ngaret kayak gini terus.. ". Teriak Neo menggedor pintunya


Teriakan Neo tak mendapat balasan dari Cia. Ia sangat kesal dan ia terus marah-marah di depan kamar Cia. Cia sangat menyukai menggoda rasa emosi Neo. Baginya semua adalah hal kecil yang membuatnya tertawa.


Okey Cia, All is well. You really beautiful aww. Puji Cia di depan cermin


Ia bangun dari meja riasnya dan mengambil ponselnya. Mencoba mengecek pesan namun tidak ada. Dirasa semua persiapannya telah sempurna ia memasukkan semua alat make upnya di tas ransel besarnya. Memasukkan sedikit baju ke dalam tasnya. Ia masih mendengar teriakan Neo. Ia pun berjalan ke depan pintu dan membuka pintu kamarnya dengan wajah yang tak bersalah.


"Halo bodyguardku.., Lama menunggu ya? Ups, Maaf ya sayang.. ". Goda Cia pada Neo


"Lu tuh ya! Bisa gak sih gak ngaret! Liat sekarang jam berapa!! Lu kalo kesana pake motor mana bisa sampai dengan cepatt!! Inget gak sihh! Argh hidup artis memang gini ya bisa semaunya." Maki Neo yang hanya diliat Cia saja


Cia malah tersenyum melihat kemarahan Neo padanya. Dan Neo benar-benar pusing melihat Cia. Cia mengambil tas ranselnya "Ini bawain daripada kamu marah-marah terus. Udah capek belum marah-marahnya? Udah puas marah-marahnya?" Tanya Cia dengan wajah yang tak bersalah


"Haishhh, Cia Farasya!! " Ujar Neo menahan Emosinya dengan mengepalkan tangannya


"Nape? Masih gak terima?" Tanya Cia


Mereka saling menatap dengan tajam. Meluapkan semua hal yang menjadi kekasalan mereka. Di panasnya suasana diantara mereka ponselnya berdering. Satu panggilan masuk. Cia mengangkat telfonnya dengan segera "Halo iya pak? Wah udah sampai depan gang? Baiklah saya keluar.. ".


Ternyata panggilan tersebut dari pesanan taxi yang dipesankan oleh managernya. Cia mengambil tas kecilnya. Ia menarik tangan Neo "Ayo pergi, Sekarang kita pergi kesana naik taxi bukan dengan motor butut lu..".


"Awas lu ya!! Liat saja nanti lu! " Ujar Neo


"Udeh simpan kekesalanmu nanti. Terpenting sekarang kita berangkat okey sayang? " Goda Cia


"Argh terserah lu lah.. ". Ujar Neo pasrah dengan semua sikap Cia


Neo memakai sepatunya. Setelah selesai ia merapikan bajunya. Cia menarik kerahnya dari tadi. Neo bingung kenapa Cia begitu "Nape lu tarik-tarik kerah baju gua? "


"Tolong pakein heelsku." Manjah Cia


Neo mengernyitkan dahinya "Napa harus gua?"


"Lu gak sweet banget sih jadi orang!! Mana bisa lu punya pacar kalo sikap Lu kayak gini bego! " Protes Cia


"Bodo amat! Lu bukan cewek gua lagian! " Sewot Neo


Cia menjambak rambut Neo dan memaksa Neo tuk memasangkan heelsnya "Cepet pakein!! "


Neo mengaduh merasakan jambakan Cia yang begitu kuat "Argh iya iya gua pakein!! Lepasin tangan lu dari rambut gua!! "


"Janji dulu sama gua! Cepet! " Perintah Cia pada Neo


"Iya iya gua janji!! Gua janjii pakein buat lu! " Ujar Neo menahan rasa sakit jambakan Cia


"Janji pada gua kalo lu bakal makein heels gua setiap hari!! " Perintah Cia

__ADS_1


"What!! Ogah gua!! " Tolak Neo


Cia menambah jambakan dengan kencang dan Neo semakin menahan rasa sakitnya "Mau ditambah lagi jambakannya sayang? "


"Okey okey fine! Gua bakal makein setiap hari!! Cepet lepasin sakit Argh!! " Teriak Neo


Cia tersenyum sinis. Setelah mendengar janji Neo, ia pun melepaskan jambakannya. Neo mengusap-usap kepalanya dan melihat Cia dengan kesal.


"Kenapa? Mau lagi sayang?" Tanya Cia


"Lu tuh ya dasar.. ". Ujar Neo


"Cepet pakein heels gua! Udah terlambat nih!" Potong Cia pada ucapan Neo


Neo pun Mengambil heels Cia dengan kesal. Ia duduk jongkok di depan Cia dan memakaikan sepatu heels Cia pada kakinya "Sudah semua! Puas lu!? "


"Aww so sweet banget My Neo.. ". Ucap Cia dengan gaya manjah


"Udeh ayo kita berangkat!! " Alih Neo mengalihkan pembicaraan Cia


"Mana tangan lu..". Ujar Cia meminta tangan Neo


"Ha? Buat apa? " Tanya Neo


"Pegangin tangan gua lah.., kalo gua jatuh gimana? " Ujar Cia


"Argh ya udah.. Mana tangan lu biar ku genggam. " Jawab Neo merasa Frustasi dengan sikap Cia yang manjah


Cia pun tertawa dan menggengam tangan Neo. Neo tak kunjung berjalan. Ia mengambil sebuah topi dari kantong plastik yang dibawanya. Ia berbalik badan menghadap Cia. Dan ia memakaikan topi serta masker untuk Cia "Jangan lupakan ini! Bisa gawat kalo orang tau kalo lu artis.. ".


Hati Cia meleleh melihat sikap Neo yang sweet. Setelah selesai memakaikan masker dan topi pada Cia ia membuka pintu kosnya. Neo pun memasang topinya. Menutupi dari pandangan orang-orang. Sembari berjalan ia menggandeng tangan Cia menuju depan gang. Menghampiri taxi pesanan Cia. Mereka melepaskan genggaman tangannya saat di depan Taxi. Neo membukakan pintu taxi untuk Cia. mempersilahkan Cia tuk masuk duluan. Cia pun masuk ke dalam taxi. Setelah dirasa Cia telah masuk Taxi ia pun masuk. Taxi pun mulai berjalan sesuai arah tujuan Cia.


Argh Neo!!


Ngapain lu deg-deg an tadi!


Bodoh!


Alihkan semuanya!! Dan sadarlah Neo Zydan Wiratma!


Keep your mind!!


Cia diam tanpa ingin memperhatikan Neo yang di sampingnya. Mereka sama-sama terlena dengan perasaan mereka.


Apakah ini yang dinamakan sebuah cinta pada pandang pertama?


Semua terasa klise dengan sebuah alasan yang tak memungkinkan mereka. Biarlah alam semesta mengatur semuanya.


\~\~\~\~\~


Di lokasi syuting Neo selalu membantu Cia. Bahkan dalam keadaan mengantuk pun Neo tetap berjaga untuk Cia. Setelah take pertama Cia menghampiri Neo. Neo terbangun dan membuka matanya melihat kehadiran Cia "Kenapa? Kamu butuh sesuatu? " Tanya Neo dengan keadaan setengah sadar


"Enggak.., Lu ngantuk banget ya?" Tanya Cia memberikan sedikit perhatian pada Neo


"Enggak kok biasa aja. Kenapa? Lu butuh sesuatu? " Tanya Neo sekali lagi


"Enggak ada Neoo..". Ujar Cia dengan nyengir pada Neo

__ADS_1


"Dih gak jelas lu.. ".


Cia tertawa cekikan melihat Neo yang kebingungan dengan sikapnya. Caesar Gin yang melihat keintiman dan kemesraan Cia pun heran. Ia heran dengan segala hal sikap Cia yang seakan menjauhinya. Bahkan akhir-akhir ini ia merasa jika Cia selalu menolak ajakan jalannya. Caesar Gin merasa kesal melihat sikap sweet Cia pada pemuda itu. Ia pun tak tahan dan menghampiri Cia. Menyeret tangan Cia dari bangku duduknya. Neo pun bangun dan menghalangi Caesar Gin. Menghalangi tubuh Cia di belakangnya.


Dengan tatapan tajam Neo ia berkata "Mau ngapain lu sama Cia?"


"Apa urusan lu ikut campur hah? Cia cewek gua jadi gua berhak sama dia! " Balas Caesar Gin dengan tegas


Neo masih menatapnya dengan tajam. Ia tak suka dengan sikap Caesar Gin selama ini. Cia pun segera melerai kedua pria di depannya "Udah udah jangan tengkar! Diliatin orang tuh.. ".


"Honey, Ada hal yang ingin ku bicarakan denganmu." Ujar Caesar Gin


Cia mengangguk mengerti. Ia pun melepaskan tangannya dari Neo. Ia menggengam tangan Caesar Gin.


Neo bingung dan marah melihat Cia "Lu mau kemana?"


"Bentar ya Neo, ada hal yang harus ku bicarakan dengannya. Kamu tunggu di sini aja ya? " Ujar Cia dengan lembut


Neo pun hanya bisa tertunduk pasrah "Baiklah kalo itu mau lu..".


Cia memberikan senyumannya. Memberikan kode untuk Neo agar dirinya akan baik-baik saja. Neo pun duduk kembali dan melihat Cia yang telah berjalan bersama Caesar Gin. Ia tau jika Cia pasti bisa menjaga dirinya.


Sudahlah Neo, Caesar Gin berhak atas Cia. Dan tugas lu hanya menjaga Cia dengan rahasianya


\~\~\~


Di sudut ruangan, Cia dan Caesar Gin duduk berhadapan. Caesar Gin menatap Cia dengan lama "Katakan padaku kenapa kau berubah sayang? "


"Aku gak berubah sayang.. ". Jawab Cia


"Enggak! Kamu berubah semuanya honey! " Ujar Caesar Gin dengan tegas


"Apa yang membuatmu berfikir semua itu? " Tanya Cia


"Iya kamu sering menolak ajakanku. Bahkan kau tak tinggal di apartemenmu bukan? " Ujar Caesar Gin


"Darimana kau tau itu? " Tanya Cia


"Dari Nadira sahabatmu. Dia kan yang menempati apartemenmu bukan. Sekarang katakan apa yang terjadi padamu Cia? Bahkan aku ingin kita breakfast bareng namun kenapa semua begitu susah. " Ungkap Caesar Gin yang mulai mencurigai Cia


Haduh bagaimana dirinya menjawab semua kecurigaan Caesar Gin padanya?


"Terus katakakan padaku siapa laki-laki tadi? Kenapa dia selalu mengikutimu? Terus sekarang kamu tinggal sama dia bukan? Katakan pada honey!! " Lanjut Caesar Gin


"Umm, Sayang dia adalah seorang yang ditugaskan kakekku tuk menjaganya. Kami tak tinggal bersama tapi kami tinggal berdampingan karena permintaan kakekku. Itulah alasanku sayang." Ujar Cia mengarang semua alasan


"Bagaimana mungkin aku membiarkanmu tinggal dengannya! Katakan padaku dimana kalian tinggal! " Tanya Caesar Gin


Cia hanya bisa melihat Caesar Gin. Satu hal yang bisa ia lakukan sekarang adalah memeluk Caesar Gin. Ia mendekat ke arah tubuh Caesar Gin dan meraihnya. Cia memeluk tubuh Caesar Gin "Sayang, kamu jangan khawatir ya. Cintaku hanya padamu dan tak akan berubah sampai kapanpun. Aku milikmu seutuhnya sayang." Ujar Cia


Caesar Gin membalas pelukan Cia "Kamu milikku bukan yang lain. Aku sangat mencintaimu Cia! "


"Aku pun juga sangat mencintaimu Caesar Gin." Balas Cia


Di pelukan Cia, Caesar Gin masih menyimpan kecurigaannya. Dan mau bagaimanapun ia harus menemukan jawaban atas kecurigaannya.


Aku akan mencari tahu semuanya Cia!

__ADS_1


Aku akan mencari semua hal yang kau sembunyikan olehmu Cia!


__ADS_2