Cinta, Kutukan Dan Mas Berondong Tampan

Cinta, Kutukan Dan Mas Berondong Tampan
Bab 16


__ADS_3

"Aku tak akan lengah untuk melindungimu Cia. Dan tak kan ku biarkan seseorang menyakitimu.. ".*


*-Neo Arjuna -*


"Lu tuh cantik Cia baik pula hati lu tapi lu gak pernah sadar dengan cinta palsu orang yang kau cintai. Kau tak sadar jika orang yang kau cintai menduakanmu. Tapi aku bisa apa? " Gumam Neo dalam hati sembari mengamati Cia diam-diam


Tepat matahari terbenam wujud Cia berubah kembali. Cia memegang sarung batiknya sembari membenarkannya. Pakaiannya pun sedikit kebesaran dan untung saja dirinya memakai celana tidurnya. Hanya saja pakaiannya masih mengenakan batik. Neo menatap Cia yang berusaha membetulkan baju batiknya. Neo mengambil hoodie yang dibawanya tadi kemudian memberikan hoodie miliknya pada Cia "Ini pakai saja hoodie ini. Angin disini dingin jadi pake itu buat lindungi badan kamu.. ".


Lagi lagi Neo memberikan perhatian pada Cia. Dan hati Cia merasa hangat meskipun Neo selalu dingin.


Neo melirikkan matanya. Melihat Cia yang tak kunjung mengambil hoodienya dari tangannya "Lu mau ambil apa kagak? "


Cia mengangguk dengan cepat "Iya gua pakai. Tapi apa aman memakai di sini? "


"Aman biar aku tutupi tubuhmu.. ". Neo mulai berdiri dan menutupi tubuh Cia


"Cepet pakai. Gua gak bakal liat!! ". Lanjut Neo meminta Cia tuk cepat memakai hoodienya


Cia hanya bisa tertawa kecil melihat Neo yang tengah perhatian namun gengsi "Iya iya gua pake.. ".


Neo tak sedikitpun menoleh ke Cia. Ia hanya fokus menutupi Cia yang sedang memakai hoodienya. 2 menit kemudian Cia telah memakai hoodie milik Neo. Hoodie yang begitu kebedaran untuknya.


"Mana baju dan sarung batiknya.. ". Pinta Neo


"Ha? Buat apa?"  Tanya Cia Kebingungan


"Buat gua lipat lah.. ". Jawab Neo dengan cepat mengambil baju batik dan sarung dari Cia


Cia memberikan baju batik dan sarungnya pada Neo. Neo duduk kembali di samping Cia sembari melipat baju milik Cia. Setelah ia lipat, ia masukkan ke dalam tas.


Cia masih melamun dan Neo melihatnya. Neo menyentuh bahu Cia sembari bertanya tentang alasan Cia yang masih saja melamun "Lu kenapa lagi hah? Ada hal yang lu pikirin ya? "


Cia menghela nafas dan melihat pria di sampingnya "Iya, Ada hal yang selalu ku fikirkan. Entah aku dari kemaren punya feeling gak enak Neo."


Neo memiringkan duduknya agar ia bisa mendengar Cia "Ceritakan padaku Cia. Apa kamu masih khawatir tentang Caesar Gin? " Tanya Neo yang begitu mudah menebak fikiran Cia


Cia memainkan jarinya. Dengan lamat-lamat ia mulai bicara pada Neo "Iya, Aku masih khawatir dengan Caesar Gin karena kejadian kemaren. Terlebih Caesar Gin adalah sosok lelaki yang akan mencari berbagai cara untuk mencari tau semuanya Neo. Dia bukan orang sembarangan meskipun dia kekasihku sendiri aku ragu dia akan mempercayaiku apa tidak. Aku mau bilang jujur padanya Neo.. ".


Setelah Cia mengatakan itu raut wajah Neo berubah menjadi khawatir. Neo memegang kedua lengan Cia. Kini jarak mereka begitu dekat "Jangan Pernah bilang padanya Cia!! "


Cia terperangah melihat raut wajah Neo dan nada bicaranya yang bernotasi tinggi. Seakan Neo juga khawatir pada dirinya "Kenapa? Kenapa aku tak boleh bilang pada kekasihku sendiri? Hanya dia yang bisa ku mintai tolong selain dirimu Neo.. ".


Neo menyentil dahi Cia "Lu bodoh ngerti gak itu? Dari awal pun kau gak ingin Pacar lu tau kan? Tapi kenapa sekarang jadi berubah pikiran? Lu tau gak sih.. ".


Cia mengaduh karena sentilan tangan Neo "Lu tuh ya bisa gak sih gak main sentil. Sakit tau!! Ya gimana lagi gua gak mau membohongi kekasih gua sendiri lah. Kunci sebuah hubungan itu tak boleh ada sebuah kebohongan Neo!! Gimana sih? "


"Lu pernah mikir gak kalo orang terdekat lu bisa saja menjadi musuhmu Cia!! Dan aku gak pernah percaya pada kekasihmu itu!! Dan gua gak menyetujui jika lu bilang ke kekasih lu itu!! Sampai kapanpun!! " Ujar Neo memalingkan wajahnya pada Cia


Cia menarik lengan Neo hingga mereka saling bertatapan "Katakan padaku tentang alasanmu yang tak percaya pada kekasihku? Katakan padaku Neo!! "


Neo menatap lamat-lamat wajah Cia. Wajah Cia yang ingin tau tentang alasannya yang tak percaya pada Caesar Gin.


Satu alasan bagi Neo adalah "Karena dia menduakanmu Cia. Dia tak tulus mencintaimu. Dan aku tak mungkin bilang itu padamu.. ".


Neo menjauhkan wajah Cia darinya "Jadi orang kepo banget. Ya, satu alasannya yaitu Seorang kawan bisa aja menjadi musuhmu itu berlaku untuk siapapun begitupun dengan kekasihmu. Cobalah berfikir dari segala sisi Cia. Kan masih ada aku orang yang bisa kau andalkan. Lagian aku akan menjagamu selalu kok jadi lu tenang aja.. ".


"Haish bukan begitu.., Gua tau lu punya kehidupan pribadi lu. Lu pun sekolah kan dan well gak mungkin gua selalu merepotkanmu untuk menjagaku. Belum lagi habis ini ada waktu promosi film dan harus mengadakan konferensi juga. Itu hal yang ku fikirkan Neo.. ". Jelas Cia menerangkan semuanya

__ADS_1


Neo mengangguk paham dengan semua yang Cia jelaskan. Memang benar juga apa yang dikatakan Cia terlebih dirinya juga mau kelas tiga SMA "Terus lu mau gimana? Gua turuti kecuali satu hal yaitu bilang ke pacar lu. Cari orang lain yang bisa dipercaya!!"


Cia memutar matanya jengah mendengar Neo yang terus melarangnya. Terlebih melarang untuk bilang pada Caesar Gin. Neo begitu keras kepala ternyata dan Cia pun harus sabar menghadapi keras kepala Neo. Cia terpaksa berfikir keras tentang orang yang bisa ia percaya.


Tuing!


Ah iya Faradina! Faradina pasti bisa membantuku!


Cia menggoyang-goyangkan lengan Neo karena merasa senang "Gua tau gua tau Neooo.. ".


Neo bergidik ngeri melihat Cia yang tiba-tiba gembira "Heh lu masih waras kan? Lu gak kesambet kan?"


"Iya lah gua masih waras gimana sih lu. Ada orang yang bisa kita percaya Neoo!!" Teriak Cia dengan gembira


"Okey okey katakan siapa orangnya? " Tanya Neo


"Dia sahabat gua namanya Faradina. Dia orang yang selalu membantu gua dan seratus persen dia bisa dipercaya. Gua bilang dia gak apa-apakan?" Ujar Cia memastikan pada Neo


"Well kalo dirasa itu bukan Caesar Gin it's okey, hubungi saja dia..". Jawab Neo dengan Datar


Cia memeluk Neo tiba-tiba "Okey!! Makasih ya Neoo!!"


Neo speechless melihat Cia yang memeluknya tiba-tiba "Iye sana telfon. Lu bisa gak berhenti peluk gua?"


Cia langsung melepaskan pelukannya pada Neo. Cia yang mendengar itu langsung tersadar jika tindakannya telah berada di luar batasnya. Saking senangnya dia dapat menghubungi sahabatnya kembali. Ia mengambil ponselnya dari sakunya. Mencari nomer Faradina. Selama ini ia tak pernah membuka aplikasi Whatsyoo miliknya karena kesibukannya. Saat ia membuka aplikasi Whatsyoo, Cia langsung menerima panggilan dari Faradina sahabatnya


Faradina's Calling..


Cia mengangkat panggilan dari sahabatnya.


Cia tertawa mendengar protes sahabatnya. Memang ya Faradina adalah sahabat selalu cerewet padanya. Baik dari dulu hingga sekarang. Tak kunjung mendengar jawaban Cia, Faradina protes padanya "Cia jangan diem aja haish.. ".


"Haha iya iya Diraakuu.., Aku baik-baik saja kok di sini. Lagian lu tuh ya gak berubah dari dulu ya haha.. ". Jawab Cia pada Faradina


"Lu tuh ya dibilangin selalu ketawa haish dan Iyalah gua pasti bakal selalu jadi emak buat lu. Udah cepet ceritakan semua pada gua sekarang!!" Teriak Faradina dari sebrang telfon


"Iya iya gua bakal cerita. Oh iya lu masih di apartemen gua? Lu sibuk gak dir? Ada kerjaan gak?" Tanya Cia pada Faradina


"Iya gua masih di apartemen lu. Gua gak sibuk soalnya lagi libur kerja juga. Napa? Lu mau ngajak gua ketemuan setelah sekian abad gak hubungi gua?" Sindir Faradina


"Haha sorry ya gua gak ngehubungi lu dir soalnya ada sesuatu hal.. ". Jawab Cia


"Bodoh!! Sesuatu hal apa? Bilang ke gua sekarang!! " Ucap Faradina yang terus mendesak Cia tuk bicara


"Lu gak sibuk kan hari ini? Kalo lu gak sibuk lu bisa dateng gak ke taman safana dekat perumahan Xx. Gua bakal ceritakan semua pada lu dir gimana? Lu mau datang kan?" Ujar Cia


"Iya gua bakal datang kesitu. Tunggu gua dan jangan kabur ya.. ". Ucap Faradina


"Haha iya iya gua gak bakal kabur kok. Gua tunggu di sini.. ". Jawab Cia


"Okey gua berangkat dulu ya Cia.. ".


"Okey see you later dira.. ".


Tutt..


Sambungan panggilan pun selesai. Cia meletakkan kembali ponselnya di sakunya. Ia. melihat Neo yang diam-diam mengamatinya.

__ADS_1


Dalam hati Neo berkata "Lu tuh kalo senyum memang cantik ya.., Pantes aja lu jadi bintang film Cia.. ".


Cia melambaikan tangannya di depan wajah Neo "Woi lu nape? Lu nape liat gua segitunya? Naksir ya? "


Neo tersadar dan langsung menjauhkan wajahnya "Bego! kagak lah!! ngapain juga. pede banget lu.. ".


"Dih gengsi dasar bocah.. ". Ketus Cia menyindir Neo


Neo melihat ada orang yang mau jalan ke arah mereka. Neo langsung menarik wajah Cia tuk menutupinya. Cia langsung terperangah melihat Neo yang menariknya dengan tiba-tiba. Wajah Cia terjatuh pada dada bidang Neo. Dan jantung Cia semakin berdesir hebat.


Neo pun merasakan hal yang sama. Ia berusaha menutupi wajah Cia agar tak ada orang yang melihat Cia. Dengan menahan getaran hebat di jantungnya Neo membisikkan kata pada Cia "Lu tahan bentar ya. Gua gak ingin lu terlibat skandal jika mereka melihat lu di sini."


Cia dalam dada bidang Neo hanya bisa menganggukan kepalanya "Iya Neo.. ".


Kedua orang pemuda yang lewat di depan mereka hanya bisa menutup mulut melihat Cia dan Neo yang berpelukan. Meskipun mereka tak melihat wajah Cia karena mereka menganggap Cia dan Neo hanyalah pasangan pemuda pemudi yang sedang kasmaran. Kedua pemuda itu tak kunjung pergi dan Neo merasa jengkel.


Sampai kapan gua harus menahan ini..


Argh!! Jantung gua kenapa deg-deg an? Di hadapan Cia pula!!


Apa Cia bisa mendengarnya ya?


Oh my sial!!


Kenapa harus gini amat!!


Neo tenangkan dirimu dan stay cooll!!


Tahan Neo!!


Tuhan cepat usir kedua pemuda itu..


Kedua pemuda itu menjauh sedikit dan Neo bisa bernafas lega. Saat kedua pemuda itu pergi seseorang memanggil Cia


"Cia..,  Siapa pemuda di samping lu?" Tanya Seseorang yang tak lain adalah Faradina


Cia dan Neo mendongakkan kepalanya ke atas melihat kehadiran Faradina.


Oh sialll !!


Kenapa Faradina harus melihatnya sih?


Wah, Bagaimana kisah selanjutnya Cia dan Neo?


Akan kah Cia menjelaskan semua pada Faradina?


Dan apakah Neo mulai merasakan asmara pada Cia?


Akankah Neo mulai menyadari perasan yang ia rasakan pada Cia?


Dan apakah Caesar Gin dapat melakukan sesuatu untuk menjatuhkan Cia?


Apakah yang direncanakan Caesar Gin dan Yolanda untuk Cia?


Yuk baca di chapter berikutnya ^^


See yu in next chapter ~^^

__ADS_1


__ADS_2