Cinta, Kutukan Dan Mas Berondong Tampan

Cinta, Kutukan Dan Mas Berondong Tampan
Bab 20


__ADS_3

Kekhawatiran Neo pada Cia


"Biarkan aku merasakan luka di hatimu kamu jangan .. ".


-Neo Zydan Wiratama  -


Kedua tangan Cia masih terikat dengan erat. Ia semakin jijik melihat adegan mesra Yolanda dan Caesar Gin di hadapannya. Ia terus menutup matanya dan tak ingin melihat itu. Baginya semua terasa sakit


"Sayang umm.., Can you kiss me? " Pinta Yolanda dengan bergelayut manja pada Caesar Gin


"Sure sayang everything for you.. ". Ujar Caesar Gin mengiyakan permintaan Yolanda


"Tolong buka matanya! Dan suruh dia buka matanya! " Perintah Caesar Gin pada penjaganya


Sang penjaga mengangguk dan melaksanakan perintah Caesar Gin. Ia mendekat ke arah Cia dan membuka mata Cia dengan paksa.


Cia berusaha menjauh namun tenaga tak sekuat sang penjaga. Terpaksa Cia membuka matanya.


Tepat di hadapan Cia Caesar Gin menarik tekuk Yolanda. Mendekatkan wajahanya dan menciumnya dengan penuh gairah. Suara ciuman itu terdengar jelas di telinga Cia.


Ditambah lagi Cia melihat adegan ciuman Caesar Gin dan Yolanda.


Gyut!


Hati Cia begitu sakit melihat semua. Caesar Gin terus fokus mencium bibir sexy Yolanda sedangkan Yolanda berusaha menghentikan ciuman yang Caesar Gin lakukan. Caesar Gin terus mengecup sisi bibir Yolanda. Ia tak memedulikan ada Cia di sampingnya. Terpenting baginya adalah meluapkan gairahnya pada Yolanda.


Ia berkata pelan pelan pada Cia "Kenapa Cia? Kau kaget melihat semuanya? Haha.. ".


"Aww honey stop it.. ". Lenguh Yolanda yang mencoba menghentikan tangan Caesar Gin yang merambat pada sisi sensitifnya


"I want you Yolanda! " Teriak Caesar Gin


"Stop a moment honey. Sekarang kita hancurkan dia dulu.. ". Balas Yolanda


"Kamu aja yang bicara aku mau menikmati lehermu!! " Jawab Caesar Gin


"Okey sure.. ".


Di balik kata-kata Yolanda yang mengatakan iya tentu ternyata dirinya memilih menjauhkan dirinya dari Caesar Gin. Berjalan pelan di depan Cia. Ia mengusap pipi Cia.


"Kau tau apa alasanku membawamu kesini? " Tanya Yolanda


"Karena kau membenciku bukan?" Ujar Cia menjawab langsung perkataan Yolanda


"Bodoh! Karena kau merusak karirku! Kau mengambil karirku *****! " Teriak Yolanda dengan keras di depan telinga Cia.


Sejenak ia menatap wajah Cia dengan tatapan sinisnya. Seakan Yolanda memiliki rencana "Aku punya hadiah untuk Cia. Goresan kecil untuk wajah mulusmu.. ".


Ya, Dengan kukunya ia bisa melukai Cia. Kuku panjang Yolanda mengarah pada pipi Cia. Cia mencoba menjauh namun tak bisa. Kuku milik Yolanda telah menggoresnya dengan keras.


"Arghh.. Elooo... ".


"Sto.. p Na..zia hh.. ". Ujar Cia dengan nafas terpenggal-penggal


Satu kuku Yolanda telah memberi goresan yang tajam pada pipi kanan Cia. Kini pipinya telah berdarah.

__ADS_1


"Kurang satu Ciaa.., Satu lagi biar semakin lengkap Cia.. ". Balas Yolanda dengan sinis


Yolanda mendekatkan kukunya di pipi kiri Cia. Cia berusaha menjauhkannya namun wajahnya dipegang erat oleh tangan kanan Yolanda.


"Silahkan merasakan goresan cintaku Cia..". Ujar Yolanda sembari menggoreskan wajah Cia dengan kuku tajamnya


"Tidakk.., Elo..o Arju .. naa.. ".


Di sisi lain hati Neo tak tenang. Seakan merasakan sesuatu terjadi pada Cia. Tak sengaja Neo menyenggol gelas di sampingnya akibat dirinya yang melamun sedari tadi.


Pyarr!!


"Astagah Eloo!! ".Ujar gadis teman sekelompok Elo


Neo tersadar dan melihat pecahan beling di lantai. Ya, semua karena dirinya. Neo mengusap kepalanya. Mencoba menenangkan pikirannya. Sedangkan satu gadis sekelompoknya membereskan pecahan belingnya. Neo ikut membantu membersihkan pecahan belingnya namun si gadis itu menolaknya.


"Kamu tenangkan dulu pikiranmu. Biar aku yang membereskan ini Elo.. ". Ujar Sang Gadis


"Okey baiklah..".


Neo memilih minggir dan berjalan ke arah balkon kelasnya. Menikmati udara segar yang menyapanya. Sembari menenangkan fikirannya dari kekhawatiran yang dirasakannya pada Cia.


Tidak Elo!


Dia pasti baik-baik saja bukan?


Kenapa dirinya sangat khawatir pada Cia haish..


Tenangkan dirimu Elo..


Jangan Khawatirkan itu..


Ayo fokus kerja Kelompokmu Elo!!


Ada dua orang yang berjalan menghampiri Elo. Neo menoleh dan melihat kedua sahabatnya yang menatapnya aneh. Ya, Mereka adalah Nabela  Athanasia dan Rudeus uranus. Mereka berdiri di samping Elo.


"Hei bro what'sapp with you.. ". Tanya Rudeus


"Iya tuh tadi lu kenapa sampe bengong begitu? " Timpal Nabela  menanyakan hal yang sama pada Elo


Neo menggelengkan kepalanya "Entahlah gua gak tau. Gua cuma lagi kepikiran.. ".


"Lu kepikiran sama cewek yang tinggal sama lu ya? " Ujar Rudeus


"Whats? Darimana lu tau ja? Bagaimana lu tau itu? " Tanya Neo kaget mendengar sahabatnya yang telah mengetahui jika dirinya tinggal dengan Cia


"Iya kami tau saat mengembalikan buku di kontrakan lu. Tapi lu nya tidur terus yang membukakan pintunya adalah seorang gadis cantik.. ". Sahut Nabela  menceritakan semuanya


"Apa? Benarkah? Kenapa Cia tak mengatakan padanya haish.. ". Ujar Neo dengan kesal


"Oh jadi namanya Cia. Kek artis aja iya kan Tan? " Balas Rudeus


"Oh bukan.. namanya bukan Cia ja.. ". Elak Neo berusaha menutupi ucapannya yang keceplosan nama Cia.


Bodoh lu Elo! Ngapain lu pakai keceplosan nyebut namanya sih..

__ADS_1


"Udeh gak usah dielak. Kita tau semua yang kau sebut itu kebenaran.. ". Ujar Nabela


"Udah lah Eloo.., Ceritakan pada kami sehingga kamu sekarang tinggal bareng dengan si mbak cantik itu.. ". Goda Rudeus


"Bodo amat! Gua tinggal sama gua karena dia sepupu gua. Udah itu aja!" Jawab Elo


"Ohh, Jadi kita bolehkan kenalan sama sepupu cantik lu itu El?" Tanya Nabela


"Liat nanti saja okey! "


Neo mengabaikan percakapan Nabela  dan Rudeus. Ia memilih melihat pemandangan di sekitar. Rasa Khawatir itu semakin merasuk pada dirinya. Ia benar-benar tak tenang.


"Elo.., Lu masih khawatir ya sama si mbak yang di rumah lu? " Tanya Nabela


"Huft iya.. ".


"Lu mau kita anter pulang? " Tawar Nabela  padanya


"Hmm lagian kerja Kelompok kita belum selesai. It's okey lah kerjain dulu lah.. ". Jawab Neo menolak penawaran Nabela  padanya


"Hmm Neo kata ahli psikologi dimana fikiran positif thingking maka tak akan terjadi apapun namun jika kau berfikir negatif maka hal itu bisa saja terjadi. Jadi udeh lu jangan khawatir lagi okey? " Ujar Rudeus menenangkan fikiran khawatir Elo


"Nah itu bener tuh.. ". Sahut Nabela


"Udeh lu gak usah niru-niru kampret!! " Ejek Rudeus pada Nabela


"Bodo wlek!! "


Neo tersenyum mendengar celotehan berantem kedua sahabatnya. Ia jauh lebih tenang dan ia merangkul bahu kedua sahabatnya "Udeh gak usah tengkar entar kalian jodoh gimana haha.. ".


"Dihh ogah guaa!! " Jawab Nabela  dan Rudeus bersamaan


"Ciye samaan nih ehem.., Tanda-tanda jodoh tuh.. ". Ledek Elo


"Berhenti meledek Neo Zydan Wiratama!! "


Ya, inilah kedua sahabat Elo. Sekarang perasaannya lebih jauh tenang. Ia berfikir akan cepat menyelesaikan kerja kelompok baru pulang dengan cepat. Ia berharap semua tak terjadi apa-apa pada Cia.


Mungkin membawakan donat muffin untuk Cia pasti dia akan senang. Gumam Neo dalam hati


Okey, Aku akan membelikannya untuk Cia..


Eloo lu harus fokus kerja kelompok lu baru nanti mikirin Cia..


Neo memutuskan untuk mengabaikan fikirannya dan mencoba fokus untuk mengerjakan kesibukannya hari ini. Ia percaya bahwa Cia akan baik-baik saja. Dan ia akan pulang dengan membawakan kue kesukaan Cia.


"Ya udah ayo kita balik ngerjain tugas kelompok el.. ". Ajak Nabela


"Okey ayo kita kerjakan.. ".


Nabela , Neo dan Rudeus memutuskan tuk kembali ke ruang kelas. Mengerjakan kembali tugas kelompok yang sempat tertunda.


Take it slowly Elo..


Dan fokuslah dengan tugas yang sekarang..

__ADS_1


Nanti kamu pasti bisa melihat Cia kembali..


__ADS_2