Cinta Aprilia

Cinta Aprilia
Perkenalan


__ADS_3

Hai aku Aprilia dipanggil Lia. Saat ini aku berada di mobil, yg di sebelah ini kakak ku Lindo, kami berdua akan menuju Kota Jakarta.


Aku benar-benar menyesal karena meninggalkan teman-teman ku yg di Bogor. Aku berfikir nasib ku bagaimana, Kak Lindo akan meninggalkan ku, aku tau bahwa aku tak boleh egois, tapi aku menginginkan Kak Lindo berada di sisi ku, aku tak ingin jauh dari Kak Lindo.


Apa daya ku, Kak Lindo hanya mencari uang untuk biaya sekolah ku. Aku menggelengkan kepala ku menepis semua fikiran itu, yg harus aku fikirkan sekarang adalah berusaha mendapatkan nilai yg terbaik agar Kak Lindo senang.


"Bersikap sopan lah saat disana" ucap Kak Lindo.


"Apa Kakak sungguh meninggalkan Lia keluar negeri?" tanya ku tak percaya.


"Iya maaf ya Kakak tak bisa menolaknya, karena ini untuk mu juga, di dunia ini kita tak punya keluarga yg bisa dimintai tolong, teman Kakak yg satu ini memang benar bisa di andalkan untuk menjaga mu" jelas Kak Lindo.


"Apa kakak segitu percaya pada teman Kakak itu, teman Kakak kan laki-laki sedangkan Lia perempuan, bagaimana bisa Kakak menitipkan Lia pada seorang laki-laki yg bahkan Lia tak kenal" ucap ku yg cerewet.

__ADS_1


"Maafkan Kakak, Kakak tau kau tak bisa di tinggalkan, ini pertama kalinya Kakak meninggalkan mu dengan jarak yg sangat jauh" ucap Kak Lindo lembut sambil mengelus rambut ku.


"Baiklah, Lia tak bisa berbuat apa-apa sekarang, Lia hanya bisa menunggu Kakak pulang" ucap ku sambil tersenyum dengan paksa agar Kak Lindo senang.


"Lia juga akan berusaha mendapatkan nilai yg terbaik agar nanti Lia bisa masuk universitas favorit." lanjut ku sambil tersenyum tulus.


Aku tak ingin Kak Lindo meninggalkan ku dalam keadaan penyesalan atau terpaksa, aku juga tak ingin mengganggu pekerjaannya hanya karna memikirkan ku.


Perjalan terlalu jauh jadi aku memilih untuk tidur, saat aku terbangun tetapi mata ku masih tertutup aku mendengar Kakak sedang meminta maaf kepada ku, aku juga mendengar tangisan Kakak ku yg hampir membanting setirnya.


Aku tau Kakak pasti akan menyembunyikannya tetapi aku memilih diam walau yg aku tau semuanya. Aku ingin Kakak hidup dengan lega tanpa beban, yah semua orang pasti hidup dengan beban.


Kak Lindo menghentikan mobilnya "Ayo turun, kita sudah sampai" ajak Kak Lindo.

__ADS_1


Aku pun mengiyakan dan turun dari mobil, di luar aku melihat gedung yg sangat tinggi seperti apartemen untuk orang-orang kaya. Aku pun menghampiri Kakak ku untuk membantunya yg sedang sibuk mengeluarkan barang-barang ku.


Setelah mengeluarkan barang-barang ku, Kakak dan aku berjalan menuju gedung itu. Apartemen itu terdapat lift yg memudahkan aku dan Kakak membawa barang. Aku melihat Kakak menekan tombol lantai 8, tak lama kemudian pintu lift terbuka.


Aku yg masih setia mengikuti Kakak ku di belakang sambil melihat no pada pintu. Kakak ku berhenti pada sebuah pintu yg bertuliskan angka no 47, Kakak pun menekan bel dan seorang laki-laki keluar memakai pakaian rumahan.


"Ternyata kau, masuklah" ucap laki-laki tersebut.


____________________________________________


ini cerita pertama ku..


komen di bawah jika ada kesalahan..

__ADS_1


jangan lupa like ya..


makasih..


__ADS_2