Cinta Aprilia

Cinta Aprilia
Sikapnya


__ADS_3

"hahh apa kau tidak takut di apa-apain??" ucap Mila.


"ya enggak lah, walaupun baru 2 hari kenal sama Kak Renno, aku tau kok sikapnya" jawab ku.


"buset 2 hari?? ehh Lia dengerin gue, nggak ada orang menilai hanya 2 hari, pasti lo nggak tau sifat aslinya"


"aku memang nggak tau sifat aslinya, tapi Kak Renno terima tanggung jawab dari Kak Lindo buat jaga aku itu sudah baik kok, kalaupun Kak Renno punya niat jahat pasti sudah dari kemarin ngelakuin" jelas ku lagi.


Aku memang belum mengenal Kak Renno sepenuhnya, aku nggak tau gimana sifat aslinya Kak Renno, yah.. walaupun dingin tapi Kak Renno perhatian mungkin karena beban tanggung jawab dari Kak Lindo. Aku saja tak tau dimana bekerja?? Kak Renno kan pelit omongan, irit banget kalok bicara.


Tanpa sengaja aku mengingat kejadian di ruang BK, bagaimana bisa aku panas saat pipi ku di disentuh sama Kak Renno?? aku pun mencoba dengan tangan Mila, mengambil tangan Mila lalu menyentuh pipi ku, aku merasa biasa saja tak merasa panas sedikit pun.


"lo apa-apaan sih??" ucap Mila lalu menarik tangannya kembali.


"emm Mila.. kau pernah merasa panas nggak kalok orang sentuh pipi kau??" tanya ku karena penasaran.


"gue nggak tau, karena gue belum pernah ngerasain" jawab Mila santai.


"Kok bisa belum??"


"ya karena gue belum pernah di sentuh"

__ADS_1


"yg artinya.." ucap ki terhenti.


"ya.. gue jomblo dari dulu"


"wah wah wah ternyata kita sama hahaha" ucap ku dan Mila tertawa bersamaan.


"yg di belakang kenapa berisik??" tegur guru pada kita berdua.


Beberapa jam kemudian, bel pulang sekolah berbunyu, kami berdua tengah bersiap-siap untuk pulang begitu juga dengan siswa yg lain. Aku masih memikirkan tentang hal tadi, hah bodo amatlah.. kenapa harus muncul coba?? Saat aku dan Mila menuju gerbang sekolah seorang laki-laki datang "Mila" panggil laki-laki itu pada Mila.


Mila berhenti didepan laki-laki itu, aku pun ikut berhenti juga "kenapa?? kan sudah gue bilang jangan nyapa!!" ucap Mila sewot.


"tadi gue denger lo bertengkar sama anak kelas 12 ya??" tanya laki-laki itu dengan khawatir.


"ohh syukur ada yg bantu, siapa nih kok nggak pernah liat??" ucap laki-laki itu.


"ini Lia temen gue SD gue di Bogor dulu, Lia ini Ardan tentangga gue dirumah" ucap Mila memperkenalkan ku pada temannya itu.


"Lia" ucap ku sambil menawarkan tangan ku untuk berjabat tangan.


"Ardan" langsung meraih tangan ku dan berjabat tangan.

__ADS_1


"enggak usah lama-lama tangannya" ucap Mila sewot.


Aku pun langsung melepas tangan ku dari Ardan. Aku heran sama Mila, kenapa Mila sewot banget?? apa Mila cemburu?? "ya udah gue pulang duluan ya" ucap Ardan tersenyum lalu pergi.


"iss.. nggak peka banget sih" ucap Mila kesal.


"Mila apa kau menyukai Ardan??" tanya ku tiba-tiba karena penasaran dengan sikap Mila.


"hah.. gue suka sama tu orang, gila kali gue ya, nggak mungkin" ucap Mila menghindar dari kejujurannya.


"dahlah jangan bahas, mending liat tu dibelakang lo, lo ditungguin dari tadi sampek tu irang dikerubungi sama cewek, pake pelet apa sih??" ucap Mila sambil menunjuk kearah dibelakang ku.


Aku pun berbalik melihat apa yg di tunjuk Mila.


____________________________________________


hai semua..


ingat untuk beri like dan komen ya.. aku tunggu..


terima kasih..

__ADS_1


^~^


__ADS_2