
Di pagi hari, aku terbangun melihat wajah Kak Renno yg di samping ku. Aku mengelus wajahnya yg lembut seperti anak bayi, mungkin Kak Renno perawatan.
Padahal aku hanya ingin menganggapnya sebagai Kakak saja, tapi perasaan ku ingin lebih dari itu. Aku juga tak tau apa Kak Renno masih menyimpan perasaan itu setelah ku tolak saat itu, ini sungguh membingungkan.
Apa percintaan serumit ini?? kenapa bisa aku menyukai teman Kakak ku?? baru beberapa hari aku tinggal bersamanya. Apa Kak Renno orang yg cepat menyukai orang?? kalo bergitu, mungkin setelah ku tolak Kak Renno pasti sudah menyukai orang lain.
Apa Kak Renno menyerah begitu saja setelah ku tolak?? apa aku juga harus menyerah?? jika aku terus terang tentang perasaan ini, apa yg terjadi ya?? apa aku bakal di tolak sama Kak Renno, trus kalo di tolak aku juga yg malu. Mungkin perasaan Kak Renno saat itu juga seperti ini.
"Hah.. lama-lama pusing juga mikirin mending mandi aja.." gumam ku lalu pergi menuju kamar mandi.
Aku pun keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi. Melihat Kak Renno yg duduk di Ranjang sambil bersandar dengan menatap ku lalu menyembunyikan dirinya di dalam selimut.
"Li..Lia cepat pakai baju mu.." ucap Kak Renno dengan gugup.
"A..." teriak ku.
Aku baru sadar, saat ini aku hannya memakai handuk. Aku pun masuk lagi ke kamar mandi. Jantung ku kenapa seperti lagi sih?? Aku juga lupa kalo ad Kak Renno di kamar ku. Apa yg harus aku lakukan sekarang?? kira-kira Kak Renno sudah pergi nggak ya??
Aku pun membuka pintu sedikit terbuka untuk memastikan Kak Renno sudah pergi. Ternyata benar, Kak Renno sudah pergi dari kamar ku. Lalu aku pun keluar dari kamar mandi dengan tenang. Dengan cepat juga aku mengganti pakaian, ya.. itu karena was was aja.
__ADS_1
Hari ini aku hanya memakai baju rumahan karena saat ini memang tidak ada kegiatan.Aku sungguh lapar, aku pun pergi menuju dapur untuk memasak. Di dapur aku melihat Kak Renno yg sedang duduk "Lia ayo sarapan" ucap Kak Renno yg berubah menjadi dingin.
Ya.. syukur deh, jadi aku nggak perlu lagi masak. Aku pun duduk di depan Kak Renno sambil membuka bungkusannya. Sepertinya Kak Renno pesan online "Kak Renno nggak ke kantor??" tanya ku.
"nggak"
"kenapa??"
"kamu nggak senang Kakak ada dirumah??" Kak Renno tanya balik.
"nggak kok, bukan itu maksud Lia.. ini kan bukan hari libur tapi kenapa Kakak ada di rumah??" jelas ku.
"iss sudah Lia bilang bukan itu maksudnya, ya.. kalok Kakak nggak ke kantor mending Kak Renno ajak Lia jalan-jalan" ucap ku hanya akal-akalan saja.
"kamu mau jalan-jalan??" tanya Kak Renno dan aku pun mengangguk sambil menyeringai.
"mau kemana??" tanya Kak Renno lagi.
"terserah Kakak aja.."
__ADS_1
...*****...
Aku bahagia Kak Renno benar mengajak ku jalan. Udara hari ini sungguh segar "jangan di buka jendela" ucap Kak Renno.
Aku pun cemberut sambil menutup jendela kaca mobilnya. Tiba-tiba mobil pun berhenti "Kak Renno.. bukannya kita mau jalan-jalan?? kenapa Kakak berhenti di kantor??" tanya ku begitu penasaran.
"kita bakal jalan-jalan di kantor, ayo turun" jawab Kak Renno lalu turun dari mobil.
"apa??"
______________________________________
bagaimana ceritanya??
komen dibawah ya..
kalo suka.. like dan rate juga..
makasih..
__ADS_1
^~^